Lifestyle
Sebelum Ikut Tren, Ketahui 5 Cara Mengolah Kimpul agar Aman Dikonsumsi
"Mau bikin potato wedges, karena kentangnya nggak ada, diganti kimpul." Kalimat pembuka ini yang awalnya membuat kimpul, umbi-umbian semacam talas, kembali dikenali oleh banyak orang. Lewat salah satu pengguna media sosial yang mengganti komposisi masakan khas berbagai negara dengan kimpul, dari mulai seblak hingga tteokbokki, menjadikan umbi-umbian ini viral di berbagai platform.
Tetapi, pengolahan kimpul hingga aman dimakan ternyata tidak sebentar. Ada proses panjang yang harus dilewati agar senyawa kalsium oksalat penyebab mulut gatal pada kimpul bisa hilang. Ingin coba mengonsumsi kimpul, jangan lewatkan 5 cara pengolahan ini agar kimpul aman dimakan!
1. Pilih Kimpul yang Masih Segar

Langkah pertama yang gak boleh dilewatkan adalah memilih kimpul yang masih segar. Pilih umbi dengan kulit yang masih mulus, tidak terlalu keriput, dan terasa padat saat dipegang.
Hindari kimpul yang lembek, berbau tidak sedap, atau memiliki bercak hitam karena bisa jadi sudah mulai membusuk. Jangan konsumsi kimpul yang sudah bertunas dan melunak saat ditekan karena kualitasnya sudah mulai menurun.
2. Kupas Kulitnya dan Bersihkan Getahnya

Setelah dapat kimpul yang segar, langkah selanjutnya adalah mengupas kulitnya hingga bersih. Tapi, kamu perlu berhati-hati saat mengupas kimpul. Kimpul mentah memproduksi getah yang bisa menyebabkan kulit gatal-gatal saat kulitnya dikupas.
Kamu bisa gunakan sepasang sarung tangan atau kantong plastik untuk menghindari kontak langsung tanganmu dengan getahnya. Setelah terkupas, cuci kimpul di bawah air mengalir untuk membersihkan sisa-sisa getah yang menempel.
3. Rendam di Air Garam

Sebelum dimasak, rendam kimpul yang telah dipotong-potong ke dalam air garam selama 30 menit hingga 1 jam. Proses ini membantu melarutkan zat kalsium oksalat agar tak menimbulkan rasa gatal di mulut dan tenggorokan.
Setelah direndam, buang air rendamannya, bilas dengan air bersih, dan kimpul siap untuk diolah.
4. Rebus Hingga Benar-Benar Matang

Ini adalah part yang paling penting dari pengolahan kimpul. Umbi kimpul sama sekali tidak boleh dimakan mentah! Kimpul memiliki kandungan zat kalsium oksalat yang berbentuk seperti jarum kecil yang akan menimbulkan rasa gatal di mulut.
Untuk menghilangkannya, kamu perlu merebus kimpul sampai benar-benar matang. Kamu juga bisa tambah dengan taburan garam lagi untuk memastikan zat kalsium oksalat hilang dan membuat kimpul mengeluarkan rasa gurih alaminya.
Setelah ini, kamu bisa olah kimpul menjadi berbagai masakan, seperti kolak atau dimakan langsung sebagai pengganti nasi.
5. Menjemur Kimpul di Bawah Sinar Matahari

Kalau kamu ingin mengolah kimpul menjadi makanan fermentasi atau tepung, cara ini efektif untuk mengurangi zat penyebab gatal pada kimpul.
Setelah kimpul dikupas dan dibersihkan, jemur di ruangan terbuka di bawah sinar matahari langsung hingga permukaannya mengering. Selain mengurangi rasa gatal, penjemuran ini bertujuan untuk menurunkan kadar air dan mencegah jamur agar kimpul awet sebelum akhirnya diolah.
Meski sempat viral di media sosial, kimpul sebenarnya sudah lama menjadi salah satu umbi yang dikonsumsi masyarakat Indonesia. Namun, agar aman dikonsumsi, pastikan kimpul diolah dengan cara yang benar.
Mulai dari memilih umbi yang segar, membersihkannya hingga tuntas, sampai merebusnya dengan baik. Dengan begitu, kamu bisa menikmati kimpul tanpa khawatir rasa gatal dan tetap mendapatkan cita rasa yang nikmat. Yuk, cobain kimpul!