Lifestyle
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
Pernah berniat membuka media sosial untuk satu keperluan tapi tanpa sadar sudah menghabiskan waktu berjam-jam?
Awalnya mungkin hanya ingin melihat video atau membaca berita, tapi setelah itu muncul berita lain, video lain, komentar, hingga akhirnya kita terus menatap layar, padahal pikiran dan mata sudah terasa lelah.
Lebih menariknya lagi, konten yang kita konsumsi tidak selalu menyenangkan. Banyak orang justru terus membaca berita tentang masalah, bencana, kabar buruk, hingga berbagai perdebatan di media sosial, tapi malah ketagihan. Nah, kebiasaan tersebut dikenal dengan istilah doomscrolling.
Apa Itu Doomscrolling?
Melansir dari laman Vocabulary, doomscrolling adalah tindakan terus-menerus menelusuri berita buruk, di mana seseorang seolah tidak mampu menghentikan diri sendiri meskipun sadar hal itu berdampak buruk bagi suasana hati atau kesejahteraan mentalnya.
Misalnya, seseorang awalnya hanya ingin mengetahui berita terbaru, setelah menemukan satu kabar buruk, dia kemudian mencari informasi lainnya. Dari satu berita berpindah ke berita berikutnya, membaca komentar, dan mencari perkembangan terbaru.
Semakin banyak yang dilihat dan usaha untuk menemukan jawaban, belum tentu semakin tenang. Justru muncul perasaan seperti, “Kok bisa ya?", "Wah, apa lagi ini?". Di situlah terjadi yang namanya doomscrolling yang bisa menjadi kebiasaan yang melelahkan.
Kenapa Doomscrolling Bisa Bikin Otak Lelah?
Otak manusia menerima banyak informasi setiap kali kita menggunakan media sosial. Masalahnya, media sosial memuat banyak informasi dan mereka bisa datang tanpa henti.
Belum selesai memahami satu berita, sudah muncul berita yang lain. Belum selesai membaca satu unggahan, ada notifikasi baru. Belum selesai memikirkan satu masalah, perhatian kita sudah berpindah ke masalah lainnya.
Akibatnya, otak terus bekerja untuk memproses berbagai informasi, ditambah lagi adanya rasa ingin tahu yang membuat kita terus mencari informasi berikutnya.
Lama-kelamaan, kepala terasa pusing, konsentrasi menurun, suasana hati ikut berubah, bahkan tubuh bisa tiba-tiba merasa lelah.
Kenapa Kita Tetap Susah Berhenti Memantau Media Sosial?
Seharusnya, kalau scrolling membuat lelah, kita tinggal berhenti. Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Media sosial memang dirancang agar kita terus menemukan sesuatu yang baru.
Kadang ada video lucu, berita terbaru, atau produk baru yang dipasarkan lewat media sosial. Intinya, ada saja sesuatu yang membuat kita penasaran.
Ditambah lagi, ketika sedang bosan, stres, atau tidak ingin memikirkan sesuatu, membuka media sosial terasa seperti pelarian yang paling mudah.
Bagaimana Cara Berhenti Doomscrolling?
Berhenti doomscrolling tidak harus berarti menghapus semua media sosial atau sama sekali tidak boleh membaca berita, tapi dengan mengatur cara kita menggunakannya.
Pertama, tentukan waktu khusus untuk membuka media sosial. Tidak perlu setiap beberapa menit membuka aplikasi hanya untuk memastikan apakah ada perkembangan terbaru.
Kedua, kenali tanda ketika pikiran mulai tidak nyaman saat scrolling. Kalau sudah mulai merasa cemas, marah, takut, atau lelah, tapi susah berhenti memantau layar, mungkin itu saatnya untuk memaksa diri kita berhenti.
Ketiga, jangan menjadikan media sosial sebagai satu-satunya cara untuk beristirahat. Alihkan rasa lelah atau bosan dengan melakukan aktivitas yang lain, seperti mandi, olahraga, memasak, membaca buku, atau sekadar duduk di teras.
Keempat, pilih informasi yang memang perlu diketahui. Kita tidak harus mengetahui semua kejadian yang berlangsung di dunia setiap menit.
Bukan Berarti Harus Menutup Mata dari Masalah
Mengurangi doomscrolling bukan berarti menjadi orang yang tidak peduli. Kita tetap bisa mengikuti berita, mengetahui apa yang sedang terjadi, dan peduli terhadap keadaan sekitar.
Bedanya, kita belajar menentukan kapan harus menerima informasi dan kapan harus memberikan waktu bagi pikiran untuk beristirahat.
Jadi, tentukan batasanmu sendiri. Kalau dirasa aktivitas scrolling-mu mulai terasa mengganggu, berhenti sejenak dan kembalilah ke kehidupan nyata. Toh, kamu juga memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan yang lain.