Lifestyle
Xiaomi 18 Fold Siap Mengguncang Pasar HP Lipat: Bawa XRING O3, Layar Lebar, dan Baterai 6.000 mAh
Pasar ponsel lipat belum selesai membuat kejutan. Saat bentuk ponsel yang bisa dilipat mulai terasa semakin matang, Xiaomi justru datang membawa pendekatan baru lewat Xiaomi 18 Fold. Bukan sekadar meneruskan tradisi Mix Fold, perangkat ini dipersiapkan sebagai flagship lipat kelas tertinggi Xiaomi dengan sederet teknologi yang membuatnya menarik perhatian bahkan sebelum resmi diperkenalkan.
Salah satu yang paling mencolok adalah penggunaan chipset buatan Xiaomi sendiri, XRING O3, yang dipadukan dengan memori LPDDR6. Kombinasi tersebut membuat Xiaomi 18 Fold bukan hanya menarik dari sisi desain, tetapi juga menjadi panggung pembuktian ambisi Xiaomi untuk semakin mandiri dalam pengembangan teknologi inti smartphone.
Xiaomi sendiri telah mengonfirmasi bahwa 18 Fold akan meluncur pada September 2026 di China. Perangkat ini menjadi smartphone pertama Xiaomi yang mengandalkan XRING O3 sekaligus salah satu perangkat pertama di dunia yang menggunakan memori LPDDR6.
Membuka Lembaran Baru Ponsel Lipat Xiaomi
Selama beberapa generasi, seri Mix Fold menjadi wajah Xiaomi di pasar HP lipat. Namun, Xiaomi 18 Fold hadir dengan pendekatan berbeda. Perangkat ini dikabarkan mengusung format wide foldable, yakni ketika dibuka, layar bagian dalam memiliki bidang yang lebih lebar dibandingkan ponsel lipat model buku konvensional.
Format seperti ini bukan sekadar urusan tampilan. Layar yang lebih lebar membuat perangkat terasa lebih dekat dengan tablet mini ketika digunakan dalam kondisi terbuka. Membaca dokumen, membuka dua aplikasi sekaligus, mengedit pekerjaan, menjelajah web, hingga menikmati film dapat dilakukan dengan bidang pandang yang lebih lega.
Xiaomi-Miui Hellas, pada Senin (31/8/2026), menyebut layar utama Xiaomi 18 Fold berukuran sekitar 7,6 inci. Bocoran lain mengarah pada panel OLED LTPO dengan refresh rate tinggi. Namun, Xiaomi belum membuka seluruh spesifikasi layar secara resmi sehingga detail seperti resolusi, tingkat kecerahan, dan refresh rate final masih perlu menunggu pengumuman perusahaan.
Inilah yang membuat Xiaomi 18 Fold terasa berbeda. Ia tidak hanya menawarkan kemampuan berubah dari smartphone menjadi perangkat berlayar besar, tetapi mencoba membuat format layar lebar tersebut benar-benar berguna untuk aktivitas sehari-hari.
XRING O3, Jantung Baru yang Ambisius
Di balik desain lipatnya, Xiaomi 18 Fold membawa salah satu senjata paling penting Xiaomi tahun ini, yaitu XRING O3.
Chip ini merupakan prosesor flagship buatan Xiaomi yang diproduksi menggunakan proses fabrikasi 3 nm. Xiaomi mengklaim XRING O3 mampu mencatat skor AnTuTu sekitar 5,22 juta poin, menjadikannya salah satu chipset smartphone dengan skor benchmark tertinggi yang pernah diperkenalkan.
XRING O3 juga menggunakan desain CPU 10 inti dengan konfigurasi seluruh inti berperforma tinggi. Xiaomi mengklaim performa multi-core dapat menembus lebih dari 15.000 poin, sementara GPU G2-Ultra NX disebut menawarkan peningkatan performa grafis hingga 85 persen dengan konsumsi daya yang lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.
Angka-angka tersebut memang terdengar menggiurkan. Namun, seperti biasa, benchmark hanyalah satu bagian dari cerita. Pada ponsel lipat, tantangan sebenarnya adalah bagaimana performa tersebut diterjemahkan ke penggunaan nyata tanpa membuat perangkat terlalu panas atau menguras baterai dengan cepat.
Justru di sinilah Xiaomi 18 Fold menarik untuk ditunggu. XRING O3 bukan hanya ditujukan untuk mengejar angka benchmark, tetapi juga membawa kemampuan AI yang lebih besar. Xiaomi menyebut NPU-nya dirancang untuk menjalankan berbagai pemrosesan AI secara langsung di perangkat.
Dengan layar lebar dan kemampuan multitasking, pendekatan tersebut berpotensi membuat Xiaomi 18 Fold menjadi perangkat produktivitas yang serius.
RAM LPDDR6 Jadi Daya Tarik

Jika XRING O3 menjadi otaknya, maka LPDDR6 adalah salah satu sistem yang membantu otak tersebut bekerja lebih cepat.
Xiaomi telah mengumumkan bahwa 18 Fold akan menjadi perangkat pertama yang menggunakan memori LPDDR6 dari ChangXin Memory Technologies atau CXMT. Xiaomi dan CXMT mengklaim teknologi tersebut menawarkan peningkatan kecepatan transfer dibanding LPDDR5X.
XRING O3 sendiri disebut sebagai prosesor mobile pertama yang mendukung LPDDR6 dengan bandwidth hingga 113,8 GB per detik, meningkat sekitar 48 persen dibandingkan XRING O1.
Bagi pengguna biasa, angka bandwidth mungkin terdengar seperti bahasa laboratorium. Namun efeknya bisa terasa ketika ponsel digunakan untuk menjalankan banyak aplikasi sekaligus, bermain game berat, mengolah foto dan video, serta menjalankan fitur AI yang membutuhkan akses data cepat.
Dengan kata lain, Xiaomi tidak hanya memperbarui bagian luar ponsel lipat, tetapi juga mencoba memperbarui fondasi teknologinya.
Baterai 6.000 mAh, Senjata Besar di Ponsel Lipat
Salah satu kelemahan yang sering melekat pada smartphone lipat adalah kapasitas baterai. Desain yang tipis dan mekanisme engsel membuat produsen harus pintar-pintar membagi ruang internal. Xiaomi tampaknya ingin melawan kompromi tersebut.
Laman Notebookcheck, pada Sabtu (29/8/2026), mengabarkan bahwa Xiaomi 18 Fold membawa baterai 6.000 mAh, kapasitas yang tergolong sangat besar untuk perangkat foldable berbentuk buku. Bocoran terbaru juga menyebut dukungan pengisian cepat 67W dan wireless charging 50W.
Jika spesifikasi tersebut benar-benar hadir pada versi final, Xiaomi 18 Fold berpotensi menjadi salah satu ponsel lipat dengan kapasitas baterai paling menarik di kelasnya.
Kapasitas besar tentu belum otomatis berarti daya tahan luar biasa. Layar besar, refresh rate tinggi, konektivitas 5G, dan chipset kelas flagship tetap membutuhkan daya. Oleh karena itu, efisiensi XRING O3 dan optimasi HyperOS nantinya akan menjadi faktor penting.
Kamera 200 MP untuk Melengkapi Paket Flagship
Di sektor fotografi, Xiaomi 18 Fold juga disebut membawa kamera utama beresolusi 200 MP. Bocoran yang beredar mengarah pada konfigurasi tiga kamera di bagian belakang dengan modul kamera yang cukup menonjol.
Kamera 200 MP tentu menjadi angka yang menarik untuk dipamerkan, tetapi kualitas kamera tidak hanya ditentukan oleh resolusi. Pemrosesan gambar, sensor, stabilisasi, lensa, dan algoritma fotografi justru akan menentukan hasil akhirnya.
Xiaomi memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan fotografi smartphone premium, termasuk kolaborasi dengan Leica pada sejumlah perangkat kelas atas. Karena itu, kamera Xiaomi 18 Fold layak menjadi salah satu bagian yang paling ditunggu ketika unit final mulai diuji secara langsung.
Desain Tipis dan Warna yang Berani
Dari foto-foto yang beredar, Xiaomi 18 Fold tampak mengadopsi bahasa desain premium dengan bentuk yang relatif tipis. Perangkat ini juga terlihat membawa pilihan warna merah atau Burgundy Red, memberikan kesan berbeda dibandingkan mayoritas ponsel lipat yang cenderung bermain aman dengan warna hitam, abu-abu, atau perak.
Format wide foldable membuat desainnya semakin menarik. Ketika tertutup, perangkat masih dapat digunakan seperti smartphone biasa. Ketika dibuka, bidang layar yang lebih luas menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan tablet.
Kapan Xiaomi 18 Fold Diluncurkan dan Berapa Harganya?
Xiaomi sudah resmi mengonfirmasi Xiaomi 18 Fold akan diluncurkan pada September 2026 di China. Xiaomi juga telah membuka reservasi sebelum peluncuran. Namun, sampai 1 September 2026, harga resmi Xiaomi 18 Fold belum diumumkan oleh Xiaomi. Jadi, angka harga yang beredar saat ini sebaiknya tidak disebut sebagai harga resmi.
Laporan terbaru dari sejumlah media China menyebut Xiaomi telah memberi informasi kepada distributor bahwa seluruh varian Xiaomi 18 Fold akan dibanderol di atas 10.000 yuan, dengan varian dasar diperkirakan berada di sekitar 12.000 yuan. Jika benar, Xiaomi 18 Fold akan menjadi salah satu ponsel termahal Xiaomi dan menjadi tanda bahwa perusahaan memang menempatkannya di kelas ultra-premium.
Jika dikonversikan secara kasar menggunakan kurs berjalan, angka tersebut berada di kisaran puluhan juta rupiah. Namun, harga dalam rupiah maupun harga resmi Indonesia belum dapat dipastikan sebelum Xiaomi mengumumkan ketersediaan global dan harga lokal.