Lifestyle
Harga Murah hingga Minim UPF, Masih Gengsi Makan di Warteg?
Warteg alias warung tegal serimg menjadi pilihan ketika ingin makan enak tanpa membuat dompet menipis atau solusi saat keuangan sedang kritis.
Tempat makan sederhana ini memang identik dengan harga yang terjangkau sehingga menguntungkan utamanya bagi mahasiswa, anak rantau, hingga anak kos.
Namun, ada beberapa orang yang kadang gengsi makan di warteg karena identik dengan image yang sederhana. Padahal, tempat makan ini punya banyak keistimewaan.
Keunggulan warteg sebenarnya tidak berhenti pada soal harga, ada banyak hal lain yang ada di warteg tapi tidak dimiliki oleh restoran-restoran mahal, sehingga seharusnya kita tidak perlu gengsi makan di sana.
Apa saja keistimewaan tersebut? Berikut ulasannya.
1. Menu Rata-Rata Comfort Food
Menu-menu yang dijual di warteg sebagian besar adalah comfort food alias makanan yang familiar di lidah semua orang.
Rasa yang disuguhkan juga umum, artinya tidak terlalu identik dengan selera di daerah tertentu. Misalnya, warteg di Yogyakarta tidak menyajikan makanan yang cenderung manis seperti kebiasaan warga setempat, melainkan tetap dengan citarasa yang seimbang.
Ini cocok untuk kamu yang merantau sehingga tidak perlu menyesuaikan lidah dengan makanan setempat yang mungkin secara rasa agak berbeda dari kebiasaan di daerahmu.
2. Sumber Gizi Lengkap
Karena pilihan menunya banyak, warteg juga memungkinkan kita mendapatkan kombinasi makanan yang bergizi lengkap.
Ada nasi dapat menjadi sumber karbohidrat, sementara ayam, ikan, telur, tahu, dan tempe dapat menjadi pilihan sumber protein. Di sisi lain, berbagai tumisan dan sayuran berkuah bisa melengkapi menu dengan sayuran dan serat.
Tentu saja, semuanya kembali pada pilihan dan kebutuhan masing-masing, setidaknya di warteg kamu bisa menemukan segala jenis makanan dalam satu tempat.
3. Porsi dan Lauk Bisa Disesuaikan
Makan di warteg juga tidak selalu harus satu porsi utuh, kita juga bisa meminta porsi sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari seberapa banyak nasi, menentukan jumlah lauk, lalu menambahkan sayuran, atau pelengkap yang diinginkan.
Bagi yang sedang ingin makan sederhana, satu lauk dan sayur mungkin sudah cukup. Sementara ketika sedang lapar, pilihan lauk bisa ditambah.
Karena porsi yang berbeda, maka harga yang ditawarkan juga bisa menyesuaikan dengan keinginan dan kondisi keuangan kita.
4. Anti Bosan
Banyaknya jenis lauk dan sayuran yang ditawarkan di warteg, membuat kita tidak harus makan menu yang sama setiap hari.
Hari ini kita bisa makan ikan dan tumis kangkung, besok telur balado dengan sayur berkuah, kemudian lusa memilih ayam, tahu, tempe, dan tumisan.
Dengan ini, warteg bisa menjadi solusi sederhana bagi orang yang mudah bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja. Bagi kamu yang bingung mau makan apa hari ini? Warteg bisa jadi jawaban cepat dan mudah tanpa harus berpikir panjang.
5. Minim UPF
Faktanya, makanan-makanan dengan harga overprice yang sering dianggap mewah dan diburu oleh sebagian besar orang itu rata-rata merupakan UPF alias ultra processed food.
Melansir dari laman Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, ultra processed food adalah makanan yang menjalani teknik pemrosesan seperti penggorengan awal, pencetakan, ekstrusi, fraksinasi, dan perubahan kimia lainnya yang membuat produk akhir hampir tidak menyerupai bahan aslinya.
UPF tidak baik bagi kesehatan karena mengandung kadar gula tambahan, lemak tidak sehat, dan garam yang tinggi, namun kekurangan serat serta nutrisi penting.
Contoh UPF adalah sosis, mie instan, nugget, ham, dsb. Sementara di warteg kebanyakan makanan yang disajikan adalah real food yang notabene lebih sehat.
Kita bisa menemukan ayam goreng tanpa tepung, tumis sayur, tahu, tempe, ikan goreng, dan lain-lain. Hal ini secara tidak langsung menjelaskan bahwa warteg adalah solusi jika ingin makan makanan yang lebih sehat.
Nah, itu tadi beberapa keistimewaan warteg yang mungkin tidak kita temui di restoran mewah. Jadi, setelah menyadari hal-hal ini apa masih ada alasan untuk kita gengsi makan di warteg?