Lifestyle

5 Alasan Makanan Kukusan Jadi Peluang Usaha yang Menggiurkan, Banyak Cuan!

5 Alasan Makanan Kukusan Jadi Peluang Usaha yang Menggiurkan, Banyak Cuan!
Ilustrasi Makanan Kukusan (instagram/kukusanalagenz_)

Banyaknya tren makanan yang bermunculan belakangan ini membuat peluang usaha kuliner ikut terbuka lebar. Namun, sebelum memulai bisnis makanan, bukan cuma inovasi yang perlu dipikirkan, tetapi juga modal dan potensi keuntungannya. Belakangan ini, makanan kukusan tradisional seperti ubi, singkong, jagung, hingga pisang rebus mulai kembali digemari, terutama oleh anak muda yang sedang menerapkan gaya hidup sehat.

Menariknya lagi, usaha ini tidak membutuhkan modal yang terlalu besar sehingga cocok untuk pemula maupun UMKM. Nah, kalau kamu sedang mencari ide bisnis kuliner, berikut lima alasan kenapa usaha makanan kukusan tradisional layak dicoba.

1. Modal Awal Relatif Kecil

Ilustrasi Uang Receh (unsplash/Towfiqu barbhuiya)
Ilustrasi Uang Receh (unsplash/Towfiqu barbhuiya)

Salah satu alasan terbesar bisnis makanan kukusan ini wajib kamu coba adalah karena modal awalnya yang lumayan kecil. Bahan-bahan makanannya yang sangat mudah ditemui di pasar tradisional. Peralatan yang digunakan pun relatif mudah ditemui di dapur, seperti kompor dan panci kukusan. Investasi awal yang kecil ini cocok untuk kamu yang baru memulai bisnis, usaha rumahan, maupun untuk penghasilan sampingan dengan risiko yang minim.

2. Bahan Baku yang Mudah Didapat

Ilustrasi Pedagang Pisang (unsplash/Matthew Stephenson)
Ilustrasi Pedagang Pisang (unsplash/Matthew Stephenson)

Menu makanan kukusan ini umumnya berisi jagung, ubi, singkong, atau kacang tanah. Bahan-bahan ini sangat mudah tumbuh di Indonesia sehingga mudah pula ditemui dipasaran. Ketika barang melimpah, harga jualnya juga lebih murah. Kalau kamu ingin menekan budget, kamu bisa membeli bahan-bahan tersebut di pasar tradisional. Secara tidak langsung, kamu juga membantu keberlangsungan petani lokal, loh.

3. Target Pasar yang Luas

Ilustrasi Pedagang Melayani Pembeli (unsplash/Samuel Sng)
Ilustrasi Pedagang Melayani Pembeli (unsplash/Samuel Sng)

Makanan kukusan termasuk camilan yang bisa dinikmati hampir semua kalangan, mulai dari anak-anak, mahasiswa, hingga orang lanjut usia bisa mengonsumsinya. Selain itu, makanan kukusan juga banyak dipilih oleh orang yang sedang menjalani pola makan sehat. Karena target pasarnya luas, peluang untuk mendapatkan pelanggan pun semakin besar. Kamu juga bisa menjualnya di berbagai lokasi strategis, seperti dekat sekolah, kantor, hingga pasar.

4. Margin Keuntungan yang Menggiurkan

Ilustrasi Menghitung Uang (unsplash/Alexander Mils)
Ilustrasi Menghitung Uang (unsplash/Alexander Mils)

Ide bisnis makanan kukusan ini punya modal awal yang bisa dibilang kecil dengan bahan baku lokal dan peralatan rumahan. Selain itu, target marketnya juga luas yang membuat sajian ini bisa dinikmati semua kalangan. Dengan begini, bisnis kuliner ini punya kemungkinan margin laba yang cukup bagus.

Tetapi, ini tetap bergantung dengan strategi jualanmu, ya. Propeksnya akan semakin baik kalau kamu bisa melihat peluang dari lingkungan serta customer behaviour pelanggan-pelangganmu. 

5. Peluang DIkembangkan Menjadi Brand Makanan Sehat

Ilustrasi Aneka Makanan Sehat (freepik/pvproductions)
Ilustrasi Aneka Makanan Sehat (freepik/pvproductions)

Jika kamu sudah menjalankan bisnis kukusan ini dan mendapat keuntungan yang bagus, usaha makanan kukusanmu tidak harus berhenti pada menu seperti ubi, singkong, atau jagung rebus saja. Seiring bertambahnya pelanggan, kamu bisa mengembangkan konsep bisnis menjadi brand makanan sehat dengan menambah variasi menu lain, seperti minuman herbal atau buah potong. Kamu juga bisa membuat varian dalam bentuk paket untuk memudahkan customer memilih menu. 

Usaha makanan kukusan memang terlihat sederhana. Tapi jangan salah, justru itu yang jadi poinnya. Dengan bahan dan peralatan lokal yang sederhana, ternyata malah bisa jadi peluang untuk mendatangkan cuan. Apalagi kalau dipasarkan dan dikemas secara menarik, akan membuat daganganmu terlihat berbeda. Jadi, kapan mau mulai jualan?  

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda