Lifestyle

Samsung Galaxy Book6: Laptop Ringkas Rp14 Jutaan Siap Tantang MacBook Neo

Samsung Galaxy Book6: Laptop Ringkas Rp14 Jutaan Siap Tantang MacBook Neo
Laptop Samsung Galaxy Book6 (Samsung Newsroom)

Selama ini, lini Galaxy Book dari Samsung identik dengan laptop tipis, desain elegan, performa tinggi, dan harga yang cukup premium. Tetapi, Samsung tampaknya mulai mengubah strategi. Perusahaan asal Korea Selatan itu kini menghadirkan Galaxy Book6 dengan harga yang jauh lebih ramah, tetapi tetap mempertahankan sejumlah ciri khas keluarga Galaxy Book.

Bagi saya, kehadiran Galaxy Book6 menarik bukan semata karena harganya yang lebih murah. Laptop ini seperti usaha Samsung untuk mengatakan bahwa pengalaman menggunakan perangkat Galaxy tidak harus selalu dimulai dari kelas premium.

Dengan membawa layar 14 inci, bobot ringan, baterai berkapasitas besar, fitur Galaxy AI, serta konektivitas antarperangkat Galaxy, Galaxy Book6 mencoba menjadi laptop yang sederhana tetapi tetap terasa modern.

Samsung secara resmi mengumumkan Galaxy Book6 terbaru pada 1 September 2026. Model ini merupakan tambahan baru dalam keluarga Galaxy Book6 yang sebelumnya sudah diperkenalkan Samsung pada CES 2026.

Harga resminya dimulai dari 799 dolar AS atau sekitar Rp14,17 juta berdasarkan konversi yang diberitakan laman Bloomberg Technoz, Selasa (1/9/2026). Samsung menyebut perangkat ini tersedia di pasar tertentu dan ketersediaan konfigurasi maupun fitur dapat berbeda menurut wilayah.

Harga tersebut membuat Galaxy Book6 terbaru sekitar 250 dolar AS lebih murah dibanding model Galaxy Book6 sebelumnya di Amerika Serikat yang memiliki harga awal 1.049,99 dolar AS. Jadi, Samsung memangkas harga masuk ke keluarga Galaxy Book6 secara cukup signifikan.

Desain Tipis yang Tetap Enak Dibawa

Dari luar, Galaxy Book6 masih mempertahankan karakter desain keluarga Galaxy Book6. Samsung menggunakan garis desain yang bersih dan sederhana dengan tampilan simetris. Logo Samsung ditempatkan di bagian tengah sehingga memberikan kesan minimalis.

Laptop ini memiliki dimensi 313 x 221 x 15,7 mm dengan bobot sekitar 1,35 kilogram. Angka tersebut membuat Galaxy Book6 cukup menarik bagi pengguna yang sering berpindah tempat. Dibawa ke kampus, kantor, perpustakaan, kafe, atau bahkan sekadar berpindah ruangan di rumah, laptop ini tidak terasa seperti perangkat yang merepotkan.

Samsung menyediakan dua pilihan warna, yaitu Gray dan Violet Silver. Warna Violet Silver menjadi salah satu daya tarik visual karena memberikan kesan yang lebih segar tanpa meninggalkan karakter elegan khas Galaxy Book.

Layar 14 Inci untuk Kerja Sehari-hari

Galaxy Book6 menggunakan layar LCD 14 inci dengan resolusi WUXGA 1.920 x 1.200 piksel. Panel tersebut mempunyai rasio 16:10 dan tingkat kecerahan hingga 350 nit. Rasio 16:10 terasa cocok untuk aktivitas produktivitas karena ruang vertikalnya lebih tinggi dibanding layar 16:9. Ketika digunakan untuk mengetik dokumen, membuka halaman web, membaca artikel, atau mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus, pengguna mendapatkan area kerja yang cukup lega.

Samsung juga memberikan lapisan anti-reflektif untuk membantu mengurangi pantulan cahaya. Ini penting bagi pengguna yang tidak selalu bekerja di ruangan dengan pencahayaan ideal.

Memang, layar Galaxy Book6 bukan panel AMOLED seperti yang digunakan pada Galaxy Book6 Pro. Namun, keputusan Samsung menggunakan LCD WUXGA pada model yang lebih murah terasa masuk akal. Target laptop ini memang bukan pengguna yang mengejar layar paling mewah, melainkan mereka yang membutuhkan perangkat praktis untuk aktivitas sehari-hari.

Intel Core 3 dan Core 5 Jadi Dapur Pacunya

Perbedaan paling jelas Galaxy Book6 versi terjangkau ini ada di sektor prosesor. Jika model Galaxy Book6 sebelumnya menggunakan Intel Core Ultra, varian terbaru ini mengandalkan Intel Core 3 dan Intel Core 5, tergantung konfigurasi dan pasar.

Samsung memasangkannya dengan Intel Graphics serta NPU Intel dengan kemampuan hingga 15 TOPS. Kombinasi tersebut memang tidak ditujukan untuk menggantikan laptop workstation atau laptop gaming kelas berat.

Sebaliknya, Galaxy Book6 lebih diarahkan untuk kebutuhan seperti mengetik, browsing, konferensi video, streaming, multitasking ringan, hingga pekerjaan produktivitas sehari-hari.

Pilihan memorinya cukup fleksibel. Samsung menyediakan RAM 8 GB dan 16 GB LPDDR5X, sedangkan penyimpanannya tersedia dalam kapasitas 256 GB, 512 GB, hingga 1 TB. Jadi, calon pembeli bisa memilih konfigurasi sesuai kebutuhan dan anggaran. Dengan konfigurasi tersebut, Galaxy Book6 terasa lebih seperti laptop kerja dan belajar yang efisien daripada mesin performa ekstrem.

Baterai 25 Jam Jadi Senjata Utama

Samsung membekali laptop ini dengan baterai berkapasitas 61,2 Wh dan mengklaim daya tahannya bisa mencapai hingga 25 jam dalam sekali pengisian, tergantung kondisi dan pola penggunaan.

Angka 25 jam tentu bukan berarti semua aktivitas bisa dilakukan selama itu. Samsung sendiri mencatat bahwa daya tahan nyata dapat berbeda berdasarkan pola penggunaan, lingkungan jaringan, serta kondisi perangkat. Namun, klaim tersebut tetap menunjukkan bahwa efisiensi daya menjadi salah satu prioritas Galaxy Book6.

Ketika baterai mulai menipis, laptop ini mendukung pengisian cepat 45W melalui USB Type-C. Samsung menyebut pengisian sekitar 30 menit dapat memberikan tambahan daya hingga kurang lebih 33 persen.

Bagi pekerja dan mahasiswa, fitur seperti ini terasa lebih berguna daripada sekadar angka benchmark. Bayangkan sedang terburu-buru berangkat tetapi baterai laptop tinggal sedikit. Mengisi selama beberapa puluh menit sebelum beraktivitas bisa memberikan tambahan daya yang cukup untuk melanjutkan pekerjaan.

Galaxy AI Tidak Sekadar Tempelan

Samsung juga membawa sejumlah fitur kecerdasan buatan ke Galaxy Book6. Ada AI Select, AI Cut Out, dan Note Assist.

AI Select memungkinkan pengguna memilih bagian tertentu yang tampil di layar untuk kemudian mendapatkan informasi atau bantuan yang relevan. Sementara AI Cut Out dapat digunakan untuk menghapus latar belakang gambar dengan lebih cepat. Fitur semacam ini bisa membantu ketika seseorang sedang membuat presentasi, materi promosi, konten media sosial, atau sekadar ingin mengedit gambar secara praktis.

Ada pula Note Assist yang dapat membantu merangkum catatan dan menampilkan informasi penting sehingga pengguna tidak harus membaca semuanya dari awal.

Namun, yang membuat Galaxy Book6 semakin menarik bukan hanya AI-nya. Samsung mencoba menghubungkan kecerdasan tersebut dengan ekosistem Galaxy.

Ekosistem Galaxy Jadi Nilai Tambah

Jika pengguna sudah mempunyai perangkat Galaxy lain, Galaxy Book6 terasa semakin masuk akal. Samsung menyediakan Quick Share untuk berbagi file, Storage Share untuk mengakses konten dari perangkat Galaxy yang kompatibel, serta Multi Control untuk mengendalikan beberapa perangkat menggunakan satu keyboard dan mouse.

Terdapat pula Second Screen yang memungkinkan Galaxy Tab digunakan sebagai layar tambahan. Fitur ini menarik bagi pengguna yang terbiasa bekerja dengan banyak jendela. Laptop dapat digunakan sebagai layar utama, sementara tablet menjadi ruang tambahan untuk membuka referensi, catatan, atau aplikasi lain.

Galaxy Book6 juga mendukung Link to Windows, sehingga pengalaman menggunakan smartphone Galaxy dapat diperluas ke PC. Dengan begitu, pengguna tidak harus selalu memindahkan file secara manual hanya untuk melanjutkan pekerjaan dari ponsel ke laptop.

Inilah salah satu kekuatan Samsung yang sulit dilihat hanya dari lembar spesifikasi. Laptop ini bukan sekadar perangkat yang berdiri sendiri, tetapi bagian dari ekosistem yang mencoba membuat aktivitas digital terasa lebih menyatu.

Port Lengkap, Tidak Terlalu Bergantung Dongle

Di tengah tren laptop tipis yang mulai mengurangi jumlah port, Galaxy Book6 masih cukup bersahabat dengan pengguna. Samsung menyediakan dua USB Type-C, satu USB Type-A, HDMI 1.4, serta jack headphone/mikrofon 3,5 mm. Laptop ini juga mendukung Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.4.

Kelengkapan tersebut terasa praktis. Pengguna masih bisa mencolokkan flash drive USB-A, menghubungkan layar eksternal melalui HDMI, memakai perangkat USB-C, sekaligus menggunakan headphone tanpa harus membawa dongle ke mana-mana.

Untuk sebuah laptop yang ketebalannya hanya 15,7 mm, kelengkapan konektivitas seperti ini menjadi nilai tambah tersendiri.

Kamera dan Audio untuk Pertemuan Online

Galaxy Book6 dilengkapi kamera 2 MP yang mampu merekam video hingga 1080p. Untuk kebutuhan rapat daring, pembelajaran online, dan video call, resolusi tersebut sudah cukup memadai di kelasnya.

Untuk audio, Samsung memasang speaker stereo 2W x 2 dengan dukungan Dolby Atmos. Kehadiran Dolby Atmos membuat laptop ini tidak hanya diposisikan sebagai perangkat kerja, tetapi juga sebagai teman menikmati film, musik, dan konten hiburan.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda