Hobi
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
Menjelang MotoGP Misano 2026, nasib Jorge Martin sedang dipertaruhkan. Pembalap asal Spanyol ini datang ke Italia sebagai pemimpin klasemen, tapi dengan selisih poin 19 angka saja dari penantang terdekatnya, Marc Marquez.
Itu artinya, jika Martin kembali kehilangan setidaknya 21 poin seperti yang terjadi di Aragon lalu, dia bisa kehilangan posisi. Alih-alih panik dengan situasi ini, Martin justru menyikapinya dengan sangat santai.
Menurutnya, klasemen saat ini tidak menjadi prioritas karena faktanya Marc Marquez dan Marco Bezzecchi memang sudah dekat.
“Memimpin klasemen penting bagi seluruh tim Aprilia, tetapi kita sudah melihat bahwa selisih poin yang tipis, hal itu bukanlah prioritas maupun faktor penentu," ujar Martin, dilansir dari laman Crash.
Menurut Martin lebih penting untuk menampilkan yang terbaik di GP Misano 2026 yang akan dilaksanakan akhir pekan ini.
Selain karena Misano adalah kampung halaman Aprilia, dengan performa yang baik maka dia juga bisa finis di barisan depan dan mengumpulkan banyak poin.
Jadi, fokusnya bukan ke 'klasemen' melainkan 'hasil' di setiap balapan. Karena sejak awal musim pun siapa yang menyangka bahwa Jorge Martin bisa memimpin klasemen lagi setelah sekian lama? Dia bahkan baru memenangkan 1 kali balapan grand prix musim ini, jauh lebih sedikit dibandingkan dua lawannya (Marquez 4, Bezzecchi 4).
Bukan jumlah kemenangan atau podium, melainkan konsistenlah yang membawa Martin kembali menjadi kontender juara dunia MotoGP dan sekarang dia berusaha mempertahankan kunci tersebut.
“Kita perlu terus fokus pada pekerjaan kita. Saya tidak sabar untuk mengendarai RS-GP26 dan memberikan yang terbaik di balapan kandang Aprilia," tambahnya.
Perlu diakui, setelah mengalami masa sulit di musim 2025 kemarin, Jorge Martin banyak berubah karena mendapatkan banyak sekali pelajaran, mulai dari gaya hingga mindset saat balapan.
Martin masih menjadi pembalap yang haus kemenangan, tapi dia lebih bijaksana sekarang. Saat ditanya tentang bagaimana jika dia akan tertinggal dan gagal menjadi juara dunia tahun ini, Martin memberi jawaban yang sangat dewasa.
Menurutnya, dia akan memberikan yang terbaik di setiap balapan, tapi jika usahanya tersebut belum membuahkan hasil seperti yang dia dan tim Aprilia inginkan, dia akan menangis sentar, lalu kembali berlatih.
“Pada akhirnya, menang dan kalah bagi saya, apa yang terjadi selanjutnya tetap sama. Anda menangis sedikit, entah karena gembira atau sedih, dan Anda terus berjuang, kan? Saya akan memberikan yang terbaik untuk kejuaraan dunia ini, tetapi jika saya tidak berhasil, saya akan menutup pelindung wajah saya, merasa sedih selama seminggu, lalu saya akan kembali berlatih dan mulai memikirkan musim depan," ungkap Martin, dilansir dari laman MotoGP News.
Perlu diingat bahwa Jorge Martin pernah kehilangan gelar juara dunia yang saat itu sudah ada di depan mata. Tahun 2023 lalu dia bertarung dengan Pecco Bagnaia sampai di seri terakhir untuk memperebutkan gelar.
Sayangnya, kecelakaan yang dia hadapi membuatnya harus merelakan gelar yang sudah dia perjuangkan sepanjang musim tersebut. Pengalaman-pengalaman seperti inilah yang membentuk pribadi Jorge Martin yang sekarang.
Kalau dulu dia sangat keras dan berambisi untuk selalu menang, kali ini dia terlihat lebih santai dan legowo terkait dengan hasil apa saja yang dia dapatkan di akhir.
Jorge Martin akan pindah ke tim Yamaha musim depan seiring habisnya kontrak dengan Aprilia. Di sisa balapan musim ini, juara dunia 2024 tersebut pasti ingin memberikan yang terbaik bagi timnya sebelum mengucapkan salam perpisahan di akhir tahun.