Lifestyle

3 Fakta Menarik Songpyeon, Kue Beras Kukus Daun Pinus Khas Musim Gugur di Korea

3 Fakta Menarik Songpyeon, Kue Beras Kukus Daun Pinus Khas Musim Gugur di Korea
ilustrasi kue beras (freepik/topntp26)

Memasuki musim gugur, biasanya banyak negara yang merayakan hari thanksgiving. Di Korea biasanya disebut chuseok atau hari raya panen. Tahun ini, perayaan Chuseok jatuh pada tanggal 24 - 26 September.

Ngomongin Chuseok, ada yang kurang kalau belum menyebut songpyeon. Kue beras khas masa panen di Korea ini sangat erat kaitannya dengan tradisi yang sudah turun-temurun. Tak hanya makanan khas hari raya, songpyeon juga memiliki sejarah dan makna yang berkaitan dengan panen, harapan, hingga tradisi menghormati leluhur. 

Apa yang membuat songpyeon begitu spesial saat Chuseok? Yuk, simak fakta menariknya berikut ini!

Kenapa Songpyeon Berbentuk Bulan Sabit? Ternyata Ada Maknanya

ilustrasi kue beras (pixabay/allybally4b)
ilustrasi kue beras (pixabay/allybally4b)

Songpyeon merupakan salah satu jenis tteok atau kue beras. Bedanya, songpyeon dibuat khusus dari beras hasil panen (beras oryeo) untuk merayakan panen itu sendiri atau yang sering disebut oryeo songpyeon. Songpyeon memiliki isian manis yang dibuat dari biji wijen, madu, kacang merah, atau kacang hijau.

Selain bahan dan waktu pembuatannya, bentuk songpyeon juga ternyata menyimpan makna tersendiri. Kue beras ini umumnya dibuat menyerupai setengah lingkaran atau bulan sabit. Lantas, kenapa bukan berbentuk bulan purnama?

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat Korea, bentuk bulan sabit pada songpyeon melambangkan harapan akan sesuatu yang terus berkembang. Bulan purnama memang terlihat penuh, tetapi setelah mencapai fase tersebut, bulan akan kembali menyusut. Sementara itu, bulan sabit perlahan akan bertambah hingga menjadi bulan purnama.

Makna tersebut kemudian dikaitkan dengan harapan masyarakat Korea terhadap kemakmuran dan kehidupan yang semakin baik. Mereka percaya, dengan memakan songpyeon saat Chuseok, harapan-harapan mereka akan terkabul.

Membuat Songpyeon Jadi Tradisi Keluarga

ilustrasi kue beras (freepik/ jcomp)
ilustrasi kue beras (freepik/ jcomp)

Songpyeon biasanya dibuat bersama anggota keluarga menjelang perayaan Chuseok. Proses membuatnya pun bukan sekadar kegiatan untuk menyiapkan makanan, tetapi juga menjadi momen bagi keluarga untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama.

Di hari pertama Chuseok, songpyeon menjadi salah satu hidangan untuk Charye atau ritual persembahan kepada leluhur di pagi harinya. Persembahan ini menjadi lambang rasa syukur atas masa panen yang telah tiba. 

Selain itu, songpyeon juga dibagikan untuk dinikmati bersama kerabat terdekat. Tradisi ini kemudian membuat songpyeon semakin lekat dengan nilai kebersamaan dalam perayaan Chuseok. Dari generasi ke generasi, proses membuat dan menyantap songpyeon bersama menjadi salah satu cara untuk menjaga kehangatan keluarga sekaligus mempertahankan tradisi.

Dikukus dengan Daun Pinus untuk Menambah Aroma Khas Musim Gugur

ilustrasi daun pinus (unsplash/Matthew Ball)
ilustrasi daun pinus (unsplash/Matthew Ball)

Hal menarik lain dari songpyeon yang membuatnya identik dengan perayaan Chuseok dan musim gugur adalah cara memasaknya. Saat dikukus, songpyeon diletakkan di atas tumpukan daun pinus muda agar aroma khasnya ikut menempel. Selain itu, lapisan daun pinus ini mencegah songpyeon saling menempel atau lengket pada dasar kukusan. Setelah matang, daun tersebut bahkan dapat meninggalkan corak unik pada permukaan songpyeon.

Penggunaan daun pinus ini juga berkaitan dengan nama songpyeon itu sendiri. Kata 'song' dalam songpyeon berarti daun pinus, sehingga kue beras dan daun pinus memang sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi pembuatannya.

Tidak heran kalau songpyeon selalu identik dengan Chuseok. Kue beras ini bukan hanya menjadi hidangan khas saat hari raya, tetapi juga bagian dari tradisi yang menghubungkan masyarakat Korea dengan hasil panen, keluarga, dan leluhur. Ingin ikut rayakan Chuseok juga?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda