Lifestyle
Awas Ketagihan! 5 Street Food Legendaris Korea yang Paling Dicari Saat Musim Gugur
Musim gugur menjadi salah satu waktu yang banyak dipilih wisatawan untuk berkunjung ke Korea Selatan. Selain bisa menikmati perubahan warna daun, suhu udara pun mulai turun dan berangin karena mendekati musim dingin. Di musim ini, banyak street food yang menjajakan makanan khas Korea yang hangat.
Buat kamu yang slagi jalan-jalan di Korea, ada banyak street food yang cocok disantap ketika musim gugur tiba. Mulai dari makanan pedas, berkuah, hingga camilan manis yang disajikan hangat seperti 5 list jajanan khas Korea berikut ini!
1. Tteokbokki

Saat musim gugur, suhu di Korea mulai terasa lebih dingin, terutama pada pagi dan malam hari. Menikmati seporsi tteokbokki hangat bisa menjadi pilihan makanan yang pas setelah seharian berjalan-jalan. Apalagi, sausnya yang pedas memberikan sensasi hangat sekaligus membuat kamu ingin terus menyantapnya.
Biasanya penjual tteokbokki tak hanya menyajikannya sendirian. Jajanan pedas ini sering kali disandingkan dengan twigim atau gorengan khas Korea dan sundae, sosis dari usus babi berisi campuran bihun dan darah. Gabungan tiga hidangan yang disajikan dalam satu set ini umumnya disebut tteok-twi-sun, tteokbokki-twigim-sundae.
2. Odeng

Kalau ingin menikmati jajanan yang hangat dan berkuah ringan saat udara mulai dingin, odeng bisa menjadi salah satu pilihan. Makanan ini berupa fish cake yang ditusuk dengan lidi dan disajikan bersama kuah kaldu hangat.
Odeng dijual dalam gerobak di pinggir jalan dan cukup mudah ditemui. Menariknya, biasanya pembeli langsung memakan odeng di depan gerobak penjualnya sambil menyeruput kuahnya yang dikemas dalam gelas plastik kecil. Setelah selesai makan, barulah mereka akan membayar dan pergi.
3. Hotteok

Buat kamu yang lebih suka jajanan manis, kamu bisa coba hotteok. Street food ini berupa pancake Korea yang dibuat dari adonan tepung dan biasanya diisi campuran gula, kayu manis, serta kacang-kacangan.
Hotteok dimasak dalam wajan datar dan ditekan hingga pipih. Ini membuat bagian luarnya sedikit crunchy dengan isian manis yang hangat dan lumer.
Kalau kamu tidak suka manis, hotteok punya versi lain dengan isian asin. Hotteok asin biasanya diisi dengan japchae, sajian sohun dengan sayuran dan daging khas Korea.
4. Hodugwaja (Kue Kacang Walnut)

Musim gugur tiba artinya waktu panen kacang walnut juga tiba. Saat kacang walnut melimpah, banyak olahan yang dibuat, salah satunya hodugwaja atau kue kacang walnut. Kue berbentuk kacang kenari ini sangat populer di musim gugur. Dengan isian pasta kacang merah dan potongan walnut, hodugwaja disajikan hangat-hangat sebagai camilan. Ukurannya yang kecil juga membuatnya praktis dimakan sambil berjalan-jalan menikmati suasana musim gugur di Korea.
5. Bungeoppang (Roti Ikan)

Meskipun bungeoppang berarti roti ikan dan berbentuk menyerupai ikan, camilan ini sama sekali tidak mengandung ikan. Jajanan ini dibuat dari adonan tepung yang dipanggang dengan panggangan seperti waffle berbentuk ikan hingga bagian luarnya berwarna kecokelatan.
Bungeoppang tradisional biasanya diisi dengan pasta kacang merah. Namun, bungeoppang versi modern memiliki lebih banyak variasi isian, seperti keju, custard, cokelat, atau ubi. Saat masih hangat, perpaduan kulit yang sedikit renyah dengan isian lembut membuat jajanan ini cocok disantap ketika udara mulai terasa dingin.
Udara musim gugur jadi waktu yang pas untuk jalan-jalan sambil menikmati jajanan street food yang menghangatkan badan. Dari tteokbokki yang pedas, odeng yang berkuah, hingga bungeoppang yang manis, setiap jajanan menawarkan pengalaman yang berbeda. Kalau berkesempatan pergi ke Korea, street food apa yang jadi incaranmu?