Lifestyle
Nonton Sambil Istigfar, 4 Drakor Ini Bikin Kamu Bingung Harus Dukung Siapa!
Karakter utama seperti apa yang biasanya lebih Sobat Yoursay sukai di drama Korea?
Secara umum, tokoh utama dalam cerita, baik itu novel, film, maupun drama Korea diposisikan sebagai pihak yang didukung penonton. Ada karakter yang dipastikan baik dan ada pula yang sebaliknya. Namun, tidak semua tontonan dan bacaan punya tokoh yang jelas hitam dan putih semacam itu. Empat drakor di bawah ini tokoh utamanya memiliki karakter yang terasa abu-abu. Di satu sisi, mereka bisa menjadi orang baik, tapi di sisi lain mereka juga melakukan hal-hal yang tak bisa dibenarkan secara hukum. Kalau menurut Sobat Yoursay, orang dengan karakter seperti itu, sebaiknya didukung atau dikecam?
Sambil merenungkan jawabannya, berikut ini rekomendasi empat drama Korea dengan karakter utama yang sukses bikin penonton dilema harus mendukungnya atau tidak.
1. Kill It: Pembunuh Bayaran dengan Masa Kecil yang Tragis dan Traumatis

Drama yang tayang perdana di tahun 2019 ini bercerita tentang Kim Soo-hyun (Jang Ki-yong), dokter hewan sekaligus pembunuh bayaran yang membunuh orang demi mencari jawaban kejadian traumatis di masa kecilnya yang telah ia lupakan. Sepanjang perjalanan menelusuri jejak masa lalu tersebut, ia dipertemukan dengan orang-orang yang terlibat dalam tragedi yang dia dan anak-anak Panti Asuhan Hansol alami bertahun-tahun lalu. Melalui penelusuran itu, ia juga menemukan fakta menyakitkan tentang sosok ayah kandung yang dulu hampir membunuhnya.
Karakter Kim Soo-hyun di sini saya sebut abu-abu karena meskipun ia adalah pembunuh bayaran, tapi sebagai seorang dokter Soo-hyun memiliki jiwa yang terlihat sangat penyayang terhadap binatang. Ia juga sosok yang menjadi pelindung bagi orang terdekatnya. Di sisi lain, selama mengikuti perjalanannya mengungkap masa lalu, penonton seolah dibuat memahami setiap tindakan yang ia lakukan. Sebab pembunuhan itu ia lakukan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga agar tak ada lagi anak-anak yang menjadi korban keserakahan orang dewasa yang dilindungi oleh hukum dan penguasa.
2. Taxi Driver: Aksi Balas Dendam Ketika Hukum Tak Berpihak pada Korban

Siapa yang tak tahu drama Taxi Driver? Series 3 musim yang populer pada masanya. Ceritanya tentang perusahaan transportasi bernama Rainbow Taxi yang diam-diam menerima permintaan balas dendam dari para kilen yang merupakan korban kejahatan yang tidak dilindungi oleh hukum. Dengan adegan aksi Kim Do-gi (Lee Je-hoon) dan timnya yang darderdor, drama ini menyimpan kritik yang cukup tajam soal keadilan dan sistem hukum yang dianggap gagal melindungi korban pelaku kriminal.
Bagi para klien ataupun korban yang dendamnya dibalaskan oleh Tim Rainbow Taxi mungkin mereka adalah sosok pahlawan yang berhasil memberikan perlindungan dan menghukum pelaku kriminal dengan setimpal. Namun, tentu saja hal itu tidak lantas bisa membuat tindakan mereka dapat dibenarkan secara hukum.
3. Vigilante: Ketika Kekerasan Dijadikan Cara untuk Menegakkan Keadilan

Melihat ibunya dipukuli sampai meninggal dunia di usia yang masih sangat belia meninggalkan trauma yang sangat mendalam pada Kim Ji-yong (Nam Joo-hyuk). Apalagi setelah menyaksikan fakta bahwa pelaku yang membunuh sang ibu hanya dihukum beberapa tahun penjara lalu dibebaskan begitu saja. Kenyataan pahit itu melahirkan ketidakpercayaan Ji-yong terhadap sistem hukum yang berlaku.
Ketika sudah dewasa dan menjadi mahasiswa di akademi kepolisian, Ji-yong bertekad menghukum pelaku kriminal seberat-beratnya. Sayangnya, ia memilih jalan yang tidak bisa dibenarkan secara hukum dengan membunuh pelaku kriminal yang terlihat tidak menyesali perbuatan jahat mereka sama sekali. Melalui aksinya tersebut, ia kemudian mendapat julukan Vigilante yang juga disebut-sebut sebagai "pahlawan" oleh masyarakat.
4. A Bona Fide Killer: Hukuman untuk Penjahat yang Tak Dihukum Setimpal

Terakhir ada A Bona Fide Killer. Drama thriller dengan kisah keluarga menyentuh hati yang ramai dibicarakan baru-baru ini. Kisah drama ini berpusat pada perempuan bernama Yoo Bo-na (Gong Hyo-jin), pegawai Tim Penjualan 3 di Durumi Electronics sekaligus seorang ibu dengan kehidupan harmonis bersama suami dan putrinya yang diam-diam menyimpan identitas lain sebagai sniper legendaris dengan julukan Kingfisher yang jadi buronan polisi karena membunuh banyak orang. Sebagai pembunuh, Bo-na tidak bergerak sendirian. Ia dibantu oleh teman-temannya di Tim Penjualan 3 yang menjalankan peran sesuai keahlian masing-masing, mulai dari pemalsuan dokumen hingga penghilangan jejak.
Namun, korban pembunuhan Kingfisher di sini bukan orang random, mereka semuanya adalah pelaku kriminal yang dibebaskan dari penjara, meski telah melakukan kejahatan yang terbilang berat dan kejam. Karena itulah, Kingfisher bahkan memiliki banyak penggemar yang menganggapnya sebagai pahlawan dan tidak seharusnya dihukum. Meskipun begitu, membunuh tetaplah hal yang tidak seharusnya dilakukan apapun alasannya.
Kalau menurut Sobat Yoursay apakah cara yang dilakukan tokoh-tokoh di empat drama di atas untuk menegakkan keadilan ini dapat dibenarkan dan membuat mereka layak disebut sebagai pahlawan?
Mungkin kita bisa bersama-sama merenungkan jawabannya. Sebab ketika hukum yang ada terasa tumpul dan masyarakat hidup dalam ketakutan karena penjahat yang tidak menerima hukuman setimpal atas kejahatannya, perasaan amarah dan dendam bisa saja lahir dari para korban. Meskipun demikian, memilih jalan menegakkan keadilan dengan kejahatan tentu tetap bukanlah cara yang bisa dibenarkan.
Terlepas dari semua itu, di antara keempat drama di atas, mana yang paling menarik menurut Sobat Yoursay? Jangan lupa masukin ke watchlist, ya!