Lifestyle

Dari Buku Diary Sampai Notes HP: Cara Kita Bicara Pada Diri Sendiri

Dari Buku Diary Sampai Notes HP: Cara Kita Bicara Pada Diri Sendiri
Ilustrasi Buku Diary (Pexels/Michaela)

Dulu, menulis catatan harian identik dengan buku bersampul cantik, pulpen warna-warni, dan halaman yang dipenuhi cerita tentang kejadian sehari-hari. Ada yang menyimpan diary di dalam laci, menuliskan rahasia sebelum tidur, atau menghias setiap halaman dengan stiker dan foto. Sekarang, kebiasaan tersebut perlahan mendapat alternatif baru, yaitu menulis di aplikasi notes pada HP.

Mulai dari mencatat perasaan setelah menjalani hari yang melelahkan, menyimpan ide yang tiba-tiba muncul, hingga menuliskan hal-hal yang tidak berani disampaikan kepada orang lain, semuanya bisa dilakukan melalui layar ponsel. Praktis, cepat, dan tidak membutuhkan banyak persiapan.

Namun, di antara buku diary dan notes HP, mana yang sebenarnya lebih menyenangkan untuk menuangkan isi pikiran? Apakah keduanya sekadar berbeda media, atau menawarkan pengalaman yang sama sekali berbeda?

Buku Diary: Menulis dengan Ritme yang Lebih Pelan

Ada sesuatu yang khas dari menulis menggunakan kertas. Kita perlu membuka buku, mengambil pulpen, mencari halaman kosong, lalu mulai merangkai kata satu demi satu. Prosesnya memang tidak sepraktis mengetik di ponsel, tetapi justru di situlah daya tariknya.

Menulis di buku diary terasa seperti menyediakan waktu khusus untuk diri sendiri. Tidak ada notifikasi yang tiba-tiba muncul, pesan masuk yang mengalihkan perhatian, atau godaan untuk membuka media sosial di tengah cerita. Kita bisa duduk, memikirkan apa yang ingin ditulis, dan membiarkan tangan mengikuti alur pikiran.

Selain itu, buku harian memiliki sentuhan personal. Tulisan tangan yang berubah-ubah mengikuti suasana hati, halaman yang penuh coretan, hingga kalimat yang dicoret karena terasa terlalu jujur menjadi bagian dari pengalaman menulis itu sendiri.

Buku diary juga bisa menjadi kapsul waktu. Ketika dibuka kembali beberapa tahun kemudian, kita tidak hanya membaca cerita masa lalu, tetapi juga melihat tulisan tangan, pilihan kata, dan cara berpikir kita pada masa tersebut.

Notes HP: Praktis, Cepat, dan Selalu Ada

Berbeda dengan buku diary, aplikasi notes menawarkan kemudahan yang sulit ditandingi. Ponsel hampir selalu berada dalam jangkauan, sehingga kita bisa menulis kapan saja dan di mana saja. Ketika tiba-tiba teringat sesuatu saat perjalanan pulang, kita tinggal membuka aplikasi dan mengetiknya.

Saat sedang kesal, kita bisa menumpahkan isi pikiran tanpa perlu memikirkan tulisan tangan yang berantakan. Bahkan, satu catatan dapat berisi campuran curhatan, daftar belanja, ide artikel, dan kalimat yang baru terpikirkan beberapa detik sebelumnya.

Notes HP juga memungkinkan kita mengedit, menghapus, mencari kata tertentu, hingga mengelompokkan catatan sesuai kebutuhan. Bagi orang yang lebih terbiasa mengetik daripada menulis tangan, media ini terasa jauh lebih nyaman.

Namun, ada satu tantangan yang cukup akrab, distraksi. Niat awalnya hanya ingin menulis beberapa kalimat, tetapi berakhir membuka WhatsApp, memeriksa Instagram, atau menonton video pendek. Ponsel yang seharusnya menjadi tempat menuangkan pikiran justru menjadi sumber gangguan.

Selain itu, catatan digital terkadang terasa mudah dilupakan. Kita bisa memiliki puluhan catatan yang tersimpan, tetapi jarang membukanya kembali. Berbeda dengan buku yang bisa diletakkan di meja dan terlihat setiap hari, catatan di HP sering kali tenggelam di antara berbagai aplikasi lainnya.

Bukan Soal Mana yang Lebih Baik

Pada akhirnya, menulis diary dan menulis di notes HP sama-sama menawarkan cara untuk menyimpan pikiran, kenangan, dan cerita pribadi. Perbedaannya lebih banyak terletak pada pengalaman dan kebiasaan masing-masing orang.

Jika kamu menikmati proses menulis yang pelan dan personal, buku diary mungkin terasa lebih menyenangkan. Namun, jika kamu membutuhkan media yang praktis untuk mencatat pikiran kapan saja, notes HP bisa menjadi pilihan yang tepat.

Keduanya bahkan tidak harus dipertentangkan. Buku diary bisa digunakan untuk menulis refleksi harian, sementara notes HP menjadi tempat menyimpan ide spontan atau kejadian yang tidak ingin terlupakan.

Sebab, pada akhirnya, hal terpenting bukanlah media yang digunakan, melainkan apakah kita benar-benar menyediakan ruang untuk mendengarkan pikiran sendiri. Tidak semua cerita harus ditulis dengan tinta di atas kertas, dan tidak semua perasaan harus disimpan dalam layar ponsel.

Kalau kamu lebih sering menulis di media mana?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda