Mengubah Dunia dengan Jembatan Ilmu

Tri Apriyani | Aini
Mengubah Dunia dengan Jembatan Ilmu
Ilustrasi perpustakaan (pexels)

Kesuksesan bukanlah hal yang mudah ditempuh oleh semua orang di seluruh dunia. Bahkan, banyak orang yang telah menggunakan segala cara untuk mencapai kesuksesan tersebut. Dalam konteks seperti ini, orang yang melakukan segala cara untuk mencapai kesuksesan tidaklah menggunakan prosedur yang benar. Oleh karenanya, banyak di antara mereka yang gagal dalam melakukannya. Tidak perlu susah-susah melakukan suatu hal yang berat untuk mencapai kesuksesan. Melalui membaca merupakan cara termudah untuk meraih kesuksesan tersebut.

Pepatah mengatakan bahwa membaca merupakan jembatan ilmu. Dikatakan seperti itu memang benar kalau dengan membaca seseorang dapat membuka mata dunia yang memang sebelumnya tidak ia ketahui. Dilansir melalui kompas pada tanggal 29 Agustus 2017, studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, menunjukkan Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara dalam hal minat membaca. Indonesia berada di bawah Thailand (59) dan di atas Botswana (61). Sungguh sangat disayangkan negara Indonesia yang indah memiliki kekurangan dalam minat membaca masyarakatnya.

Meningkatkan minat membaca seseorang tidak semudah meningkatkan suhu dalam panggangan. Karakteristik seseorang yang tidak suka membaca menjadi tantangan tersendiri dalam hal ini. Untuk seseorang yang memiliki karakteristik seperti itu terlebih dahulu harus diberi tahu hal apa saja yang akan ia dapat dari membaca. Misalnya seperti kesuksesan yang akan ia dapat dari membaca. Tidak hanya sampai di situ, pertanyaan mengapa membaca merupakan kunci dari sebuah kesuksesan akan muncul dari pikiran orang tersebut. Mau tidak mau, jawabannya harus dipikirkan dengan matang agar bisa mempersuasifkan orang tersbeut ke dalam budaya membaca.

Membaca menjadi kunci kesuksesan karena apapun yang dibaca seperti artikel di internet, buku-buku tentang pengetahuan umum, berita, koran, majalah dan sebagainya terkandung sebuah informasi yang akan menjadikan seseorang yang membaca tulisan tersebut menjadi kaya akan informasi. Informasi yang tertahan dalam otak seseorang akan masuk ke dalam pikiran dan mulai memikirkan apa hubungan dari informasi tersebut dengan kehidupan masa depan seseorang itu.

Tidak hanya sampai di situ, orang tersebut akan merasakan dengan sendirinya bahwa ia kekurangan informasi untuk mencapai masa depannya. Oleh karena itu, ia mulai membaca lagi dan mencari informasi yang lain untuk melengkapi informasi yang sebelumnya telah ia dapatkan.

Manfaat membaca yang lainnya adalah dapat meningkatkan kualitas seseorang dalam menulis dan berbicara. Seseorang yang menjadikan membaca sebagai budaya tentunya akan menambah perbendaharaan kata yang ia miliki dan kata itu dituangkan dalam tulisannya dan ketika ia berbicara menjadi lebih bijaksana. Tulisan dan teknik berbicara yang berkualitas tentunya akan sangat berpengaruh pada perubahan dunia. Itu lah mengapa membaca dapat berdampak sedemikian besar bagi perubahan dunia.

Merugilah bagi orang-orang yang tidak menjadikan membaca sebagai budaya. Selain ia tidak mendapatkan cukup informasi, ia juga menjadi kesulitan mungkin dalam hal mengerjakan tugas atau mengobrol dengan obrolan yang berbobot dan lain sebagainya. Membaca tidak selalu harus yang berhubungan dengan non fiksi atau hal-hal yang membuat pening kepala. Cukup dengan membaca hal-hal yang menurut kita menarik dan kita senangi sehingga secara tidak langsung minat baca itu akan timbul dalam diri kita dan menjadikan kita tidak lepas dari membaca entah itu membaca apapun.

Rujukan:

www.goodnewsfromindonesia.id/pentingnya-membaca-bagi-masyarakat-indonesia

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak