facebook

Mahasiswa UTM Menggunakan Permainan Tradisional untuk Media Pembelajaran di SDN Kranji II

ANIS MEILATUL HIDAYAH
Mahasiswa UTM Menggunakan Permainan Tradisional untuk Media Pembelajaran di SDN Kranji II
Mengenalkan permainan tradisional sebagai media pembelajaran untuk siswa-siswi SD (DocPribadi/AnisMeilatulHidayah)

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) mengirimkan mahasiswanya untuk melaksanakan kuliah kerja nyata tematik (KKNT) di Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Kelompok 43 yang dibimbing langsung oleh Mahrus Khoirul Umami, Ph.d., selaku dosen pembimbing lapangan bersama tenaga pengajar melaksanakan kegiatan mengajar di salah satu sekolah dasar yang berada di desa tersebut, tepatnya di SDN Kranji II yang bertempat di Dusun Tepanas.

Anis, salah satu mahasiswa kelompok 43, mengatakan bahwa kegiatan mengajar ini sudah dimulai sejak Jumat (05/11/21) dan dijadwalkan berakhir pada Sabtu (18/12/21). Mahasiswa melaksanakan pembelajaran setiap hari Jumat dan Sabtu. Pada kegiatan ini, mahasiswa program KKNT 43 menersiapkan terobosan metode baru dalam mengajar agar anak didik lebih semangat dan tertarik megikuti pembelajaran, yaitu dengan menggunakan permainan tradisional yang sudah jarang atau bahkan belum pernah dimainkan oleh anak-anak siswa SD di dusun tersebut.

Permainan tradisional yang digunakan dalam pembelajaran tersebut adalah congklak, suatu permaian yang  sudah jarang sekali atau bahkan sudah tidak lagi dimainkan oleh anak-anak saat ini. Sasaran dari permainan ini adalah anak kelas 1 SDN Kranji II. Kegiatan ini diawali dengan memberikan materi pembelajaran terlebih dahulu, seperti berhitung angka dari 1 sampai dengan 20, nama-nama bulan dalam setahun, dan nama-nama hari dalam bahasa inggris.  

Bagaimana cara bermainnya? Ketika siswa meletakkan biji congklak pada wadahnya, mereka harus sambil berhitung dalam bahasa inggris. Jadi, selain bermain mereka juga dapat dengan mudah berlatih berhitung, menghapal nama-nama bulan dalam setahun, atau menghapal nama-nama hari dalam bahasa inggris.“Permainannya seru, Bu. Saya tidak pernah memainkan permainan ini sebelumnya. Permainan ini sangat mengasyikkan,” ujar Juna, salah satu siswa kelas 1 SDN Kranji II. 

Dengan menerapkan metode pembelajaran seperti itu, tentu saja membuat siswa-siswi semakin semangat belajar karena diselingi dengan bermain. Selain itu, mereka dapat mengenal permainan tradisional yang mengasyikkan, dan tidak hanya bermain dengan gadget mereka. “Selama ini saya belum pernah memberikan metode pembelajaran seperti ini, sehingga para siswa-siswi menjadi sangat bersemangat karena ini merupakan yang pertama untuk mereka. Syukurlah dengan adanya mahasiswa KKN yang membantu mengajar di sekolah ini, sedikit banyak memberikan perubahan dalam metode pembelajaran di sekolah ini,” ujar Ibu Wiwik selaku wali kelas 1 SDN Kranji II.

Selama pembelajaran dengan permainan congklak ini dilaksanakan, banyak siswa dari kelas lain yang sedang istirahat, tertarik dan melihat permainan ini. Mereka semua tampak sangat antusias dan bahkan siswa-siswi kelas 1 rela melewatkan jam istirahat mereka demi bermain congklak dan menghafal materi yang sudah diajarkan.

Dengan terlaksananya metode pembelajaran disertai permainan ini, diharapkan siswa-siswi dapat mengenal dan memainkan permainan tradisional yang sekarang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak. “Kami gembira karena kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik dari siswa-siswi kelas 1. Oleh karena itu,  kedepannya selama mahasiswa KKN mengajar di SDN Kranji II, kami akan usahakan untuk mengajak siswa-siswi memainkan permainan tradisional lainnya supaya mereka mengenal jenis-jenis permainan lainnya, dan tidak hanya mengenal permainan di gadget mereka,” ujar Anis kembali.

Disusun oleh: Anis Meilatul Hidayah, seorang mahasiswa aktif di Universitas Trunojoyo Madura, program studi Sastra Inggris. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak