News
Curhat Sender Empang Sebelah Rumah Keluarkan Bau Gegara Jadi Tempat Sampah, Warganet Ikut Geram
Melihat sampah berserakan di dekat rumah tentu sangat mengganggu pemandangan mata. Belum lagi kalau sampah di sana mengeluarkan bau menyengat yang cukup mengganggu.
Hal itulah yang dialami oleh sender yang mengirimkan ceritanya di akun media sosial Twitter Seputar Tetangga, Rabu (4/5/2022). Sender bercerita apabila di samping rumahnya ada sebuah empang.
Empang tersebut dulunya digunakan sebagaimana fungsinya oleh warga. Namun, keadaan berbeda ketika empang sudah ditutup tanah oleh pemiliknya.
Semenjak empang ditutup tanah ada satu orang yang resek. Orang ini mulai membuang sampah sembarangan di tanah bekas empang.
Sender memarahi orang ini yang membuang sampah sembarangan di sana. Ketika sender merantau kondisi tanah bekas empang itu semakin menjadi-jadi.
Bukan hanya satu orang saja yang membuang sampah di sana. Namun, banyak orang yang ikutan membuang sampah di tanah bekas empang.
"Awalnya aku marahin tapi karena saat itu aku merantau jadi kurang pengawasan. Balik-balik sudah dipakai banyak warga buat buang di situ," ungkap sender.
Sampah yang dibuang ke bekas empang tersebut tidak main-main seperti kotoran sapi sampai bangkai. Hingga sekarang, sampah di bekas empang ini menggunung.
Empang Jadi Tempat Sampah

Padahal, sender mengatakan jika ibunya sering membakar tumpukan sampah di bekas empang itu. Sender mengeluh apabila musim hujan baunya sangat menyengat sampai nyamuk ke mana-mana.
Meskipun begitu, orangtua sender tidak pernah marah dan hanya membiarkan warga membuang sampah di sana. Sender bingung ingin melaporkan sampah di bekas empang samping rumahnya supaya bisa ditangani.
Sender menginformasikan apabila kakaknya pernah ingin menutupi sampah itu dengan tanah. Namun, sang bapak tidak mengizinkan sebab bukan tanah dia.
Warganet yang membaca curhatan sender memberikan berbagai tanggapan. Ada warganet yang geram sendiri jika berada diposisi sender.
Sedangkan, beberapa warganet lain memberikan saran supaya sender melaporkan soal empang ini kepada pihak berwenang.
"Eh gue kalau jadi lu udah ngamuk-ngamuk memang rumah gue pembuangan sampah apa. Tutup saja empangnya, tembok pager yang tinggi terus empangnya urug saja pakai tanah kalau memang enggak berfungsi, daripada jadi penyakit begitu," cuit seorang warganet.
"Nder sudah coba lapor DLH? Dinas Lingkungan Hidup di kabupaten atau kota mu," tanggapan yang lain.
"Waduh, ini minimal mesti lapor RT, atau lapor yang berwajib saja sekalian, sarang penyakit sih ini," imbuh lainnya.
"Coba lapor ke kelurahan atau kantor desa setempat nder, biasanya nanti diangkat masalahnya ke musrenbang. Coba saja dulu ya," timpal warganet yang lain.