Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Sahat Tua Simanjuntak terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (14/12/2022) malam.
Sahat Tua Simanjuntak merupakan anggota Partai Golkar diamankan bersama beberapa pihak di Surabaya. Berita penangkapan wakil ketua DPRD Jatim ini pun sukses menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Sahat Tua Simanjuntak sendiri menjadi Wakil Ketua DPRD Jatim sejak tahun 2019. Bernama lengkap Sahat Tua Parlindungan Simanjuntak, ia tercatat sebagai anggota fraksi dari Partai Golongan Karya (Golkar).
BACA JUGA: Tok! Crazy Rich Bandung Doni Salmanan Resmi Dihukum 4 Tahun Penjara
Pria berdarah batak yang lahir di Surabaya ini tengah menekuni karier di dunia politik sejak tahun 1990. Selain menjadi Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak juga tercatat sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim.
Pada Oktober 2022 lalu, Sahat Tua Simanjuntak juga diangkat menjadi pengurus DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Provinsi Jawa Timur.
Periode kepemimpinannya sebagai Ketua LPM Jatim harusnya berlangsung selama tahun 2022-2027 mendatang. Tetapi tentunya, saat ini semua menunggu hasil penyelidikan KPK terhadap Sahat Tua Simanjuntak.
Dalam lembaga DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak telah menjadi fraksi Golkar pada periode 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2022.
KPK sendiri melakukan OTT terhadap Sahat Tua Simanjuntak karena adanya dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat. Sahat diduga terlibat dalam kasus suap pengurusan alokasi dana hibah yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur.
Sahat Tua Simanjuntak diketahui mulai tertarik di dunia politik saat tengah menjalani pendidikan tingginya. Sahat merupakan lulusan hukum Universitas Ubaya.
BACA JUGA: Iis Dahlia Nangis Ceritakan Kondisi Nadya Mantan Istri Rizki DA: Anak Sekecil Ini, Cobaannya Besar
Pada saat kuliah, Sahat menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT) Universitas Ubaya. Nah, ketika menjabat Ketua Senat inilah Sahat juga mulai menapaki karier politiknya bergabung dengan Partai Golkar.
Karier politik Sahat sendiri tidak berjalan dengan mudah, ia sempat gagal dalam tiga pemilu legislatif. Pada tahun 1997 dan 1999, ia gagal menjadi anggota DPRD Jatim. Serta tahun 2004, ia juga gagal mendapatkan posisi di DPR RI.
Namun, akhirnya pada 2009 ia berhasil masuk sebagai ketua faksi saat mendapatkan posisi di DPRD Jatim. Sahat kemudian terpilih lagi dalam periode selanjutnya yaitu, 2014 dan 2019.
Nah, itulah tadi profil dari Sahat Tua Simanjuntak, Wakil Ketua DPRD Jatim yang terjaring dalam OTT KPK. Saat ini KPK tengah melakukan intensif untuk mengusut kasus suap yang melibatkan Sahat.