Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah: Drama Keluarga yang Penuh Konflik

M. Reza Sulaiman | Fachry Fadillah
Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah: Drama Keluarga yang Penuh Konflik
Poster Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah (Sumber: IMDb)

Kita semua tentu sepakat bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam kehidupan manusia. Sebab, dari keluargalah seseorang belajar tentang cinta, pengorbanan, dan penerimaan. Namun, tidak semua keluarga memiliki kehidupan yang harmonis.

Berbicara tentang keluarga, pada kesempatan kali ini saya akan mengulas sebuah film Indonesia yang bercerita tentang konflik dalam keluarga. Penasaran dengan film yang akan saya ulas? Yuk, baca artikel ini sampai tuntas.

Film yang bercerita tentang konflik keluarga ini disutradarai oleh Kuntz Agus, dengan judul Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah. Film ini pertama kali dirilis pada tahun 2025 di Indonesia dan diproduksi oleh Rapi Films. Film bergenre drama keluarga ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama Indonesia, antara lain Sha Ine Febriyanti, Amanda Rawles, Eva Celia Latjuba, Nayla Purnama, Bucek Depp, dan banyak lagi. Selain itu, film yang berdurasi sekitar 119 menit ini pun mengangkat berbagai tema kehidupan, seperti cinta, pengorbanan, pilihan hidup, dan perjuangan.

Sinopsis

Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah bermula dari kisah seorang mahasiswi bernama Alin Nadhira (Amanda Rawles). Alin merupakan mahasiswi kedokteran semester akhir yang terpaksa pulang ke rumah karena beasiswa kuliahnya terancam dicabut.

Saat pulang, Alin mendapati keluarganya semakin hidup dalam kesulitan, terutama dalam urusan ekonomi. Ibunya, Wulan (Sha Ine Febriyanti), harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga di samping mengurusi pekerjaan rumah tangga. Sementara itu, ayahnya, Tio (Bucek Depp), jarang berada di rumah, tidak bekerja, dan kecanduan judi. Kakaknya, Anis (Eva Celia Latjuba), merupakan seorang janda yang sedang mencari pekerjaan, dan adiknya, Asya (Nayla Purnama), adalah seorang siswi SMA.

Hari demi hari berlalu, Alin pun semakin bingung dengan kondisi keluarganya. Di tengah kebingungannya, Alin menemukan sebuah buku catatan milik ibunya yang berisi kenangan sebelum menikah dengan ayahnya. Dalam buku tersebut, Alin menemukan fakta bahwa sebelum menikah, ibunya pernah memadu kasih dengan seorang pemuda bernama Biru. Namun, karena tidak disetujui oleh orang tua, hubungan mereka pun berakhir. Akhirnya, setelah lama putus asa, ibunya menerima lamaran menikah dari Tio. Di sisi lain, sosok Biru ternyata kini telah menjadi dokter sukses dengan nama Dokter Andri (Ario Bayu), dan ia masih memiliki hubungan dengan sang ibu.

Lanjut cerita, Alin semakin penasaran dengan hubungan antara ibunya dan Dokter Andri. Hingga suatu hari, Alin mengetahui ibunya pergi ke sebuah restoran bersama Dokter Andri. Alin tidak langsung menyampaikan hal tersebut kepada ibunya. Beberapa hari kemudian, setelah satu keluarga saling bertengkar, Alin menyinggung ibunya yang ia duga berselingkuh dengan Dokter Andri.

Ayahnya yang mengetahui hal tersebut langsung menghampiri Dokter Andri di rumah sakit dan membuat kekacauan. Alin yang merasa bertanggung jawab mencoba melerai mereka. Setelah ayahnya pergi, Dokter Andri menjelaskan kepada Alin bahwa ibunya selama ini hanya melakukan konsultasi medis karena menderita kanker stadium empat.

Singkat cerita, setelah semuanya terkuak, sang ibu mengakui bahwa ia sering bertemu Dokter Andri untuk tujuan pengobatan. Di sisi lain, Alin dan saudari-saudarinya pun semakin dekat dengan ibunya yang kondisi kesehatannya kian memburuk. Sementara itu, sang ayah yang kecanduan judi semakin jarang pulang ke rumah. Dalam kondisi tersebut, Alin mencoba berbicara empat mata dengan ibunya terkait pertanyaan, "Mengapa Ibu harus menikah dengan Ayah?" dan "Apa jadinya andai Ibu tidak menikah dengan Ayah?" Ibunya menjelaskan bahwa andai ia tidak menikah dengan Tio, mungkin ia akan memiliki karier dan kehidupan yang cemerlang. Namun, sang ibu melanjutkan bahwa itu semua tidak akan ada artinya jika ketiga anaknya tidak pernah lahir ke dunia.

Akhirnya, setelah menghabiskan malam bersama anak dan cucunya, sang ibu pun meninggal dunia dalam tidurnya. Tak lama kemudian, Alin mengetahui dari Dokter Andri bahwa selama ini ibunya telah menabung ratusan juta rupiah untuk biaya pendidikan anak-anaknya, alih-alih digunakan untuk biaya pengobatan dirinya sendiri. Mengetahui hal tersebut, Alin dan saudara-saudaranya merasa sangat sedih dan berutang budi kepada sang ibu.

Kelebihan Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah

Beberapa kelebihan film ini terletak pada kekuatan emosional ceritanya. Kita akan diajak masuk ke dalam pergulatan batin para tokoh, terutama Alin dan ibunya, dengan penggambaran yang terasa realistis dan menyentuh.

Selain itu, alur ceritanya menggunakan plot campuran (maju-mundur) sehingga penonton dapat lebih memahami sebab-akibat dari setiap konflik. Akting para pemeran juga patut diapresiasi karena mampu menyampaikan emosi terpendam seperti penyesalan, kemarahan, dan kelelahan batin tanpa dialog yang berlebihan. Menurut saya, film ini sangat cocok untuk disaksikan karena ceritanya sangat emosional dan sarat makna.

Itulah ulasan pribadi saya mengenai film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah. Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk menyaksikan film ini di bioskop?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak