Ulasan Film Unbroken: Perjuangan Atlet Olimpiade Bertahan Hidup dalam Perang Dunia II

M. Reza Sulaiman | Fachry Fadillah
Ulasan Film Unbroken: Perjuangan Atlet Olimpiade Bertahan Hidup dalam Perang Dunia II
Poster Film Unbroken (Sumber: IMDb)

Kita semua tahu bahwa perang selalu menyisakan duka bagi siapa pun yang terlibat. Sebab dalam perang, selalu terdapat kehancuran yang sangat signifikan, baik dari segi infrastruktur maupun dari segi sumber daya manusia. Berbicara tentang perang, pada kesempatan kali ini saya akan mengulas sebuah film yang bercerita tentang seorang atlet lari jarak jauh asal Amerika Serikat yang menjadi tawanan perang pada Perang Dunia II. Penasaran dengan film yang akan saya ulas? Mari simak ulasan ini sampai tuntas.

Film yang bercerita tentang seorang atlet lari jarak jauh asal Amerika Serikat yang menjadi tawanan perang pada Perang Dunia II yang akan saya ulas kali ini adalah sebuah film yang disutradarai dan diproduseri oleh Angelina Jolie yang berjudul Unbroken. Adapun film ini pertama kali dirilis pada tahun 2014 di Amerika Serikat dan didistribusikan oleh Universal Pictures.

Sementara itu, film bergenre drama perang dan olahraga ini diangkat berdasarkan kisah nyata seorang atlet lari Olimpiade asal Amerika Serikat, yaitu Louis "Louie" Zamperini, yang menjadi tawanan perang oleh bala tentara Jepang pada masa Perang Dunia II. Film yang berdasarkan kisah nyata ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama mancanegara, antara lain Jack O'Connell, Domhnall Gleeson, Miyavi, Finn Wittrock, Alex Russell, dan lain sebagainya.

Sinopsis

Film Unbroken ini bercerita tentang Louis "Louie" Zamperini (Jack O'Connell) yang merupakan seorang atlet lari jarak jauh asal Amerika Serikat. Pada masa kecilnya, Louie yang merupakan seorang anak dari keluarga imigran Italia memiliki sifat yang suka membangkang.

Pada suatu hari, ketika terdapat pertandingan atletik di sekitar rumahnya, Louie tertangkap basah sedang menyelinap menyaksikan pertandingan tersebut sembari meminum minuman keras. Karena takut dilaporkan kepada orang tuanya, Louie melarikan diri melintasi lapangan pertandingan tersebut dan ia pun disaksikan oleh seluruh penonton, termasuk kakaknya, yaitu Pete Zamperini (Alex Russell). Sejak saat itu, Pete terus mendorong Louie agar ia dapat menjadi pelari profesional, meskipun Louie pada awalnya tidak yakin dengan kemampuannya.

Seiring berjalannya waktu, Louie tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan gagah. Di sisi lain, ia pun berhasil menjadi seorang atlet lari jarak jauh ternama di Amerika Serikat berkat kerja kerasnya dan bimbingan dari kakaknya. Pada satu kesempatan, ia bersama beberapa atlet lainnya dipilih oleh Pemerintah Amerika Serikat untuk mengikuti ajang Olimpiade Berlin pada tahun 1936, meskipun saat itu Jerman sudah dikuasai oleh Partai Nazi.

Namun, sebagai seorang atlet profesional, Louie tidak masalah dengan hal tersebut; malah ambisinya untuk memenangkan cabang olahraga lari jarak jauh di ajang Olimpiade Berlin semakin besar. Akhirnya, Louie berhasil memenangkan cabang olahraga lari jarak jauh di ajang Olimpiade Berlin dan seluruh anggota keluarganya menjadi bangga terhadapnya.

Setelah keberhasilannya di Olimpiade Berlin, Louie kembali ke Amerika Serikat. Namun, ketika Perang Dunia II pecah pada tahun 1939, Louie bergabung dengan pasukan Angkatan Udara Amerika Serikat dan bertugas sebagai juru ledak bom di pesawat pengebom United States Air. Saat tengah menjalankan misinya di Samudra Pasifik, pesawat pengebom yang dinaikinya ditembak oleh musuh sehingga ia beserta rekan-rekannya yang lain terpaksa melakukan pendaratan darurat di tengah lautan.

Alhasil, Louie dan rekan-rekannya terombang-ambing di tengah Samudra Pasifik selama empat puluh tujuh hari tanpa persediaan makanan yang cukup. Barulah setelah itu, ia dan seorang rekannya yang selamat, Phil (Domhnall Gleeson), ditemukan oleh bala tentara Jepang dan kemudian ditawan di sebuah kamp tawanan di Tokyo.

Singkat cerita, sebagai seorang tawanan, Louie disiksa bersama tawanan asal Amerika Serikat lainnya. Selain itu, sebagai tawanan berprofesi atlet profesional, ia pun dimanfaatkan oleh Pemerintah Jepang dengan cara diharuskan menyebarkan citra baik Jepang kepada dunia melalui siaran radio dengan jaminan bahwa ia akan dibebaskan dari kamp tawanan. Namun, Louie memilih untuk tidak menyebarkan berita bohong tersebut dan dengan demikian ia kembali dibawa serta disiksa di kamp tawanan perang. Lalu, akankah Louie bertahan dari segala bentuk penyiksaan di kamp tawanan tersebut dan kembali melanjutkan karier sebagai atlet profesional?

Kelebihan Film Unbroken

Beberapa kelebihan yang terdapat dalam film Unbroken ini, menurut saya, antara lain adalah skenarionya yang berdasarkan kisah nyata. Sebab dengan mengangkat kisah nyata Louis "Louie" Zamperini yang merupakan penyintas kamp tawanan perang, film ini sangat berguna bagi kita yang ingin mendalami sejarah, khususnya sejarah yang berkaitan dengan kehidupan para penyintas kamp tawanan perang pada masa Perang Dunia II.

Selain itu, kelebihan lain yang terdapat dalam film ini, menurut saya, adalah isi ceritanya yang sangat inspiratif. Sebab dengan menampilkan adegan-adegan Louis "Louie" Zamperini di kamp tawanan perang, film ini tidak hanya menampilkan kengerian perang, tetapi juga menampilkan sosok heroik yang mampu bertahan di tengah ganasnya Perang Dunia II. Menurut saya, film Unbroken ini sangat cocok untuk kalian saksikan karena skenarionya yang berdasarkan kisah nyata serta isi ceritanya yang sangat inspiratif.

Nah, itu tadi merupakan ulasan mengenai sebuah film yang bercerita tentang seorang atlet lari jarak jauh asal Amerika Serikat yang menjadi tawanan perang pada Perang Dunia II, yang berjudul Unbroken. Ulasan ini merupakan ulasan pribadi saya berdasarkan film tersebut. Lalu, bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk menyaksikan film tersebut?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak