Terjebak Algoritma: Mengapa Internet Hanya Menampilkan yang Kita Suka?

M. Reza Sulaiman | Anugrah Ibrani
Terjebak Algoritma: Mengapa Internet Hanya Menampilkan yang Kita Suka?
ilustrasi anak muda mengakses sosial media.(unsplas/Getty Images)

Apakah kamu pernah merasa bahwa internet hanya menampilkan konten yang kamu sukai? Atau mungkin kamu pernah merasa bahwa kamu hanya melihat apa yang ingin kamu lihat? Jika ya, maka kamu tidak sendirian! Internet telah mengubah cara kita mengonsumsi informasi, dan tidak semua perubahan itu baik. Mari kita bahas mengapa internet membuat kita hanya melihat apa yang kita sukai.

1. Algoritma Media Sosial

Algoritma media sosial adalah salah satu alasan utama mengapa internet membuat kita hanya melihat apa yang kita sukai. Algoritma ini dirancang untuk menampilkan konten yang paling relevan dengan minat dan preferensi kita. Namun, hal ini juga berarti bahwa kita hanya melihat apa yang sudah kita tahu dan sukai, bukan apa yang perlu kita ketahui.

Algoritma media sosial juga dapat membuat kita terjebak dalam filter bubble (gelembung filter), yaitu situasi di mana kita hanya melihat konten yang mendukung pandangan kita dan tidak pernah melihat konten yang berbeda. Hal ini dapat membuat kita menjadi kurang toleran dan kurang terbuka terhadap pandangan lain.

2. Personalisasi Konten

Personalisasi konten adalah alasan lain mengapa internet membuat kita hanya melihat apa yang kita sukai. Situs web dan aplikasi menggunakan data kita untuk menampilkan konten yang paling relevan dengan minat dan preferensi kita. Namun, hal ini juga berarti bahwa kita hanya melihat apa yang sudah kita tahu dan sukai, bukan apa yang perlu kita ketahui.

Personalisasi konten juga dapat membuat kita menjadi kurang sadar akan isu-isu yang lebih luas dan penting. Kita mungkin tidak pernah melihat berita tentang isu-isu global atau politik karena algoritma media sosial kita tidak menampilkannya.

3. Efek Echo Chamber

Efek echo chamber adalah situasi di mana kita hanya mendengar dan melihat apa yang sudah kita tahu dan sukai. Hal ini dapat membuat kita menjadi kurang toleran dan kurang terbuka terhadap pandangan lain. Efek echo chamber dapat terjadi karena algoritma media sosial dan personalisasi konten.

Efek echo chamber dapat memiliki konsekuensi yang serius, seperti polarisasi dan intoleransi. Kita perlu waspada terhadap efek echo chamber dan berusaha untuk melihat konten yang berbeda serta mendengar pandangan lain.

4. Kehilangan Kontrol

Kehilangan kontrol adalah salah satu konsekuensi dari internet yang membuat kita hanya melihat apa yang kita sukai. Kita mungkin merasa memiliki kontrol atas apa yang kita lihat dan baca, namun sebenarnya kita hanya melihat apa yang algoritma media sosial dan personalisasi konten ingin kita lihat.

Kehilangan kontrol dapat membuat kita merasa tidak berdaya dan tidak mampu membuat keputusan yang tepat. Kita perlu waspada terhadap kehilangan kontrol dan berusaha untuk mengambil kembali kendali atas apa yang kita lihat dan baca.

Kesimpulan

Dalam era digital yang semakin maju, kita perlu waspada terhadap efek internet yang membuat kita hanya melihat apa yang kita sukai. Kita perlu berusaha untuk melihat konten yang berbeda, mendengar pandangan lain, dan mengambil kembali kontrol atas apa yang kita lihat dan baca.

Internet telah mengubah cara kita mengonsumsi informasi, dan tidak semua perubahan itu baik. Kita perlu waspada terhadap efek internet yang membuat kita hanya melihat apa yang kita sukai dan berusaha untuk melihat konten yang berbeda, mendengar pandangan lain, dan mengambil kembali kontrol atas apa yang kita lihat dan baca. Mari kita mulai mengambil kembali kendali atas informasi yang kita terima!

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak