News
Connect Community: Bergerak dari Kampus, Berdampak bagi Remaja Desa
Semangat kepedulian terhadap masa depan generasi muda kembali digaungkan oleh mahasiswa Universitas Jambi. Melalui sebuah aksi nyata yang menyentuh langsung akar rumput, Connect Community yang diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi sukses menyelenggarakan kegiatan edukatif dan interaktif di Desa Bentara Kiri, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, Minggu (17/05/2026). Kegiatan ini mengusung sebuah tema besar yang sangat relevan dengan dinamika remaja masa kini, yaitu "Pilih Lingkungan, Pilih Masa Depan".
Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk respons nyata terhadap tantangan sosial yang kerap dihadapi oleh kelompok usia remaja, terutama di wilayah pedesaan yang mulai bersentuhan erat dengan derasnya arus informasi dan pergaulan masa kini.
Enam mahasiswa yang tergabung dalam Connect Community, yakni Keneth, Rafi, Marsha, Putri, Riska, dan Selli, turun langsung ke lapangan untuk mengabdi sekaligus membawa misi perubahan. Mereka hadir bukan sekadar memberikan ceramah searah, melainkan membawa metode pendekatan psikologis yang segar, hangat, dan mudah dicerna oleh masyarakat setempat.
Antusiasme Agen Perubahan di Kampus Pinang Masak
Sejak pagi hari, suasana di lokasi kegiatan sudah tampak hidup. Kehadiran para mahasiswa disambut dengan kehangatan khas warga desa, terutama oleh puluhan remaja yang menjadi target utama program ini. Peserta yang rata-rata berada di usia remaja memperlihatkan antusiasme yang luar biasa tinggi. Mereka berkumpul dengan rasa ingin tahu yang besar, siap menyerap setiap ilmu dan pandangan baru yang dibawa oleh para agen perubahan dari kampus pinang masak tersebut.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi mendalam mengenai perencanaan karier serta bagaimana membentengi diri dari pengaruh lingkungan yang negatif. Di usia remaja, fase pencarian jati diri sering kali membuat mereka rentan terhadap tekanan kelompok sebaya. Tanpa kompas yang jelas, pengaruh buruk lingkungan dapat dengan mudah mengubur cita-cita besar yang seharusnya bisa mereka capai di masa mendatang. Oleh karena itu, Connect Community hadir untuk memetakan kembali jalur masa depan tersebut bersama para remaja Desa Bentara Kiri.
Psikoedukasi dan Seni Berkata "Tidak" Pada Pengaruh Negatif
Salah satu menu utama dalam rangkaian edukasi ini adalah penyampaian materi mengenai psikoedukasi untuk membentuk perilaku asertif pada remaja. Materi ini dirancang secara khusus untuk menumbuhkan keberanian dan kemampuan dalam diri remaja agar mereka mampu menerapkan cara menolak pengaruh sosial yang negatif, terutama dalam situasi pertemanan sehari-hari.
Berperilaku asertif berarti remaja dilatih untuk bisa berkata "tidak" pada hal-hal buruk seperti pergaulan bebas, narkoba, atau kenakalan remaja lainnya, tanpa harus merasa dikucilkan oleh lingkungan pertemanan mereka. Mereka diajarkan untuk mengomunikasikan perasaan, keinginan, dan batasan diri secara jujur dan tegas, namun tetap menghargai orang lain.
Agar penyampaian materi psikologi yang terkesan berat ini tidak menjemukan, tim mahasiswa mengemasnya secara kreatif. Kegiatan ini dilengkapi dengan sesi diskusi kelompok yang interaktif, di mana para peserta bebas mencurahkan keluh kesah, tantangan pergaulan, hingga mimpi-mimpi besar mereka. Tidak hanya itu, suasana semakin mencair dan penuh tawa berkat adanya berbagai permainan penyegar suasana atau ice breaking yang menarik. Permainan-permainan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga disisipi dengan filosofi kerja sama tim, konsentrasi, dan kepercayaan diri yang kuat.
Ikatan Emosional dan Apresiasi Dunia Akademik
Keberhasilan acara ini menorehkan rasa syukur yang mendalam bagi seluruh panitia. Keneth, salah satu anggota aktif Connect Community, mengungkapkan rasa bahagianya setelah melihat respons positif yang berkelanjutan dari warga desa. Ia menjelaskan bahwa ikatan emosional antara komunitas mereka dengan Desa Bentara Kiri sudah mulai terbangun sejak program sebelumnya.
"Kami merasa sangat bersyukur dan terharu bisa kembali lagi ke sini. Ini adalah kegiatan kedua yang kami adakan di Desa Bentara Kiri, dan sejujurnya, antusiasme para remaja di sini justru semakin meningkat dibanding pertemuan pertama kami lalu. Mereka tidak canggung lagi, bahkan sangat aktif dalam sesi diskusi dan tanggap saat kami memberikan simulasi perilaku asertif. Melihat senyum dan semangat mereka dalam merencanakan masa depan membuat seluruh lelah kami selama perjalanan dan persiapan ini terbayar lunas. Kami berharap apa yang kami bawa hari ini bisa menjadi fondasi kuat bagi mereka untuk berani bermimpi besar dan berani menolak hal-hal yang bisa merusak masa depan mereka," ujar Keneth saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.
Langkah maju mahasiswa FKIK Universitas Jambi ini juga mendapatkan pengawalan dan apresiasi tertinggi dari pihak akademisi. Rion Nofrianda, selaku dosen pembimbing yang ikut turun dan mendampingi langsung mahasiswa di lapangan, menyatakan rasa bangganya terhadap kepekaan sosial yang ditunjukkan oleh anak-anak didiknya. Menurutnya, ilmu psikologi barulah benar-benar hidup ketika ia mampu memberikan dampak dan solusi bagi permasalahan nyata yang ada di tengah masyarakat.
"Saya menyambut dengan sangat baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk kegiatan yang diinisiasi oleh Connect Community ini. Sebagai dosen pembimbing, saya tentu akan selalu mendukung penuh setiap bentuk kreativitas, inovasi, dan pengabdian masyarakat yang lahir dari pemikiran kritis mahasiswa kami. Ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori di dalam ruang kuliah, tetapi juga mampu mengaplikasikannya demi kemaslahatan umat, khususnya dalam membina karakter generasi muda di tingkat desa. Pengabdian seperti inilah yang sejatinya menjadi ruh dari perguruan tinggi, dan saya berharap program ini dapat terus berkesinambungan serta menginspirasi wilayah-wilayah lain di Jambi," tegas Rion Nofrianda dengan penuh optimisme.
Sinergi Lokal Demi Benteng Generasi Muda
Keberhasilan agenda besar ini tentu tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi yang solid di tingkat lokal. Kegiatan edukasi ini mendapat dukungan penuh dan fasilitas yang luar biasa dari para pemuda desa setempat. Dukungan ini mengalir secara masif melalui wadah Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Desa Bentara Kiri.
Keterlibatan aktif PIK-R membuktikan bahwa kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan masa depan remaja bukan hanya menjadi perhatian kaum akademisi dari kota, melainkan sudah menjadi komitmen bersama bagi para penggerak kepemudaan di desa tersebut.
Melalui kolaborasi harmonis antara Connect Community Universitas Jambi dan PIK-R Desa Bentara Kiri, kegiatan ini berhasil menciptakan ruang aman bagi remaja untuk belajar, bertumbuh, dan menguatkan tekad. Ketika matahari mulai condong ke barat menandai berakhirnya acara, para remaja pulang membawa senyum, pengetahuan baru, dan benteng diri yang lebih kokoh. Mereka kini lebih siap untuk melangkah, memilih lingkungan yang sehat, dan dengan penuh percaya diri menjemput masa depan yang gemilang.