Film Lift, produksi Trois Films, merupakan sebuah drama psikologis thriller yang menyuguhkan ketegangan unik melalui setting utama di dalam lift. Disutradarai oleh Randy Chans, film ini tayang perdana di bioskop Indonesia pada 26 Februari 2026.
Sebagai film misteri dengan durasi 98 menit, Lift mengeksplorasi dinamika hubungan antarkarakter yang terjebak dalam ruang sempit, di mana rahasia pribadi mulai terungkap dan menciptakan konflik emosional yang intens. Genre thriller-mystery ini membuatku terus menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya, dengan elemen psikologis yang mendalam.
Sinopsis: Ancaman terhadap Anak dan Rahasia Tersembunyi

Cerita Lift berfokus pada sekelompok orang yang terjebak di dalam lift sebuah gedung tinggi. Sekitar 60 persen adegan berlangsung di dalam lift itu sendiri, yang menjadi metafora untuk tekanan hidup dan rahasia tersembunyi. Plot dimulai dengan situasi biasa: lift macet karena pemadaman listrik atau kerusakan teknis. Akan tetapi, seiring waktu, interaksi antarkarakter mengungkap latar belakang mereka yang kompleks.
Ada tokoh utama yang tampak sebagai penguasa atau pemimpin, tapi ternyata memiliki sisi rentan seperti tukang kayu—sebuah frasa ikonik dari trailer yang menyiratkan bahwa kekuasaan hanyalah ilusi. Konflik muncul dari rahasia masa lalu, seperti pengkhianatan, trauma, dan ambisi tersembunyi, yang membuat situasi semakin tegang. Elemen misteri hadir melalui petunjuk-petunjuk kecil, seperti suara aneh dari luar lift atau pesan misterius di ponsel, yang menambah lapisan ketidakpastian.
Review Film Lift

Pemeran film ini cukup solid, dengan Randy Chans tidak hanya sebagai sutradara, tapi juga terlibat dalam penulisan skenario. Aktor-aktor seperti Verdi Solaiman dan lainnya membawa nuansa emosional yang kuat. Verdi Solaiman memerankan karakter yang ambigu, campuran antara korban dan antagonis, yang membuat penonton bersimpati sekaligus curiga. Penampilan para aktor pendukung juga patut diacungi jempol karena mereka berhasil menyampaikan ketegangan melalui ekspresi wajah dan dialog minim, sesuai dengan keterbatasan ruang lift. Chemistry antarkarakter terasa alami, meski terkadang dialog terasa sedikit klise, seperti pembahasan tentang hidup dan mati yang berulang.
Dari segi sinematografi, Lift unggul dalam memanfaatkan ruang terbatas. Kamera sering menggunakan close-up untuk menangkap keringat, napas pendek, dan tatapan mata yang penuh makna, menciptakan rasa klaustrofobia yang autentik. Pencahayaan redup di dalam lift kontras dengan flashback cerah di luar, yang membantu membangun backstory tanpa mengganggu ritme. Musik latar, yang minimalis tapi efektif, menggunakan suara detak jam dan embusan angin untuk meningkatkan suspense. Efek suara lift yang berderit menjadi elemen horor psikologis yang subtil, mirip dengan film seperti Buried atau Devil, tapi dengan sentuhan lokal Indonesia.
Sebagai film Indonesia, Lift menandai peningkatan kualitas produksi. Trailer resminya, dirilis oleh Cinema 21, menunjukkan visual yang cakep dan profesional, dengan harapan bisa laris di bioskop dalam dan luar negeri. Press screening pada 25 Februari 2026 dihadiri banyak media, dan respons awal positif, seperti komentar, "Cakep, cakep, cakep. Lha gini film Indonesia naik level." Film ini tayang di berbagai jaringan bioskop seperti Cinema 21, XXI, Cinepolis, CGV, dan Platinum Cineplex, dengan jadwal harian yang bisa dicek melalui situs seperti jadwalnonton.com. Di Jakarta, misalnya, tersedia di Ciplaz Cengkareng XXI dan lainnya, meski jadwal bisa berubah.
Secara keseluruhan, Lift berhasil menyajikan cerita yang relatable bagi penonton Indonesia, terutama yang tinggal di kota besar dengan gedung tinggi. Tema tentang kekuasaan, rahasia, dan survival dalam keterbatasan ruang mencerminkan isu sosial seperti tekanan kerja atau hubungan interpersonal di masyarakat urban. Akan tetapi, kelemahannya ada pada pacing yang kadang lambat di pertengahan, di mana ketegangan terasa dipaksakan. Twist akhir cukup mengejutkan, tapi bisa ditebak bagi penggemar genre thriller. Rating dariku: 7.5/10. Film ini layak ditonton di bioskop untuk pengalaman imersif, terutama bagi pencinta drama psikologis. Jangan lewatkan kalau kamu suka film yang membuat adrenalin naik tanpa aksi fisik berlebih.
Dari sisi produksi, Trois Films menunjukkan komitmen dengan meluncurkan trailer yang menarik perhatian di media sosial seperti Instagram dan YouTube. Kampanye promosi, termasuk reel dan post tentang "Terjebak Hidup Mati", berhasil membangun hype. Di Sam's Studios dan Platinum Cineplex, film ini disebut-sebut sebagai pilihan utama untuk akhir pekan. Bagi yang di Surabaya, cek jadwal lokal di Cinepolis atau CGV terdekat.
Lifted dari ekspektasi rendah film lokal, Lift membuktikan bahwa sineas Indonesia bisa bersaing dengan narasi cerdas. Dengan budget yang tampak efisien, film ini menghindari CGI berlebih dan fokus pada akting serta cerita. Rekomendasi: Tonton bersama teman untuk diskusi pascafilm tentang rahasia karakter. Kalau kamu mencari hiburan ringan tapi mendalam, Lift adalah pilihan tepat di musim ini.