News
Pemuda Trash Ranger Indonesia sebagai Delegasi Puncak IGYLS 2026
Perhelatan akbar bertaraf internasional, International Green Youth Leaders Summit (IGYLS) 2026, sukses digelar oleh Green Democracy Institute. Berlangsung selama dua hari penuh inspirasi di Ruang Pustaloka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, forum bergengsi ini mengusung tema besar "Act Today, Shape Tomorrow."
Ratusan delegasi muda berbakat dari berbagai belahan dunia seperti Indonesia, Timor Leste, Kenya, hingga Thailand berkumpul membawa satu energi positif yang sama: bergerak nyata menyelamatkan bumi dari krisis iklim global.
Di antara barisan peserta, tampak kehadiran aktif perwakilan komunitas Trash Ranger Indonesia seperti Dimas Dwi Pangestu, Putri Melta Sari, Dimas Rahmat Naufal Wardhana, Dhimas Nugroho Wicaksono, dan Khalif Pandan Wangi yang siap menyerap ilmu ekologi dunia.
Hari pertama dibuka penuh semangat oleh Nunung Nurhayati selaku Executive Director Green Democracy Institute, yang menegaskan pentingnya wadah kolaboratif dunia demi mencapai target SDGs. Kemudian dari Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan pesan filosofis bahwa masa depan pilar demokrasi dan kelangsungan hidup manusia tidak bisa dipisahkan demi kelestarian alam.
Sesi simposium hari pertama langsung memanas lewat paparan edukatif dari konten kreator Jerhemy Owen, yang membagikan tips mengubah isu lingkungan rumit menjadi konten digital sederhana penarik aksi nyata publik.
Tak kalah berbobot, Nizhar Marizi, ST, M.Si, Ph.D dari Bappenas mengupas potensi besar ekonomi hijau (green economy) bagi generasi muda melalui program inovatif seperti green zakat, disusul oleh Dr. Engin Koncagul dari UNESCO yang memotivasi peserta untuk berani menjadi pemimpin hari demi hari (leader day by day).
Kemudian pemaparan dari Nadia Sofla Habibie selaku Executive Director, Habibie & Ainun Foundation and Secretary of the Executive Board, The Habibie Center, selanjutnya symposium sesi 2 di hari pertama ada Dr. Joko Tri Haryanto, S.E., M.S.E. selaku President Director, Environmental Fund Management Agency (BPDLH), terdapat Wenny Ipmawan - selaku SVP Business Sustainability PT Pertamina (Persero), ada narasumber Widyatri Pusparini selaku ESG Specialist PT PLN (Persero) dan terakhir ada Sylvie Tan selaku Senior Vice President, Investments. Canopus Advisors Venture Capital and Advisory.
Pesan Inspiratif Victoria Kosasih dan Inovasi Subak
Memasuki hari kedua, panggung IGYLS 2026 semakin atraktif dengan kehadiran Victoria Kosasih Putri, Putri Lingkungan Indonesia 2026 sekaligus calon delegasi tangguh di ajang Miss International 2026.
Dalam sesi talkshow interaktif yang dikemas santai, Victoria menceritakan pengalamannya memanfaatkan media digital populer seperti Instagram Reels dan TikTok untuk menyebarkan kesadaran ekologi secara emosional berdasarkan pengalaman pribadinya sehari-hari.
Menghadapi arus informasi era digital yang bergerak super cepat, Victoria mengingatkan para calon pemimpin masa depan untuk selalu menerapkan pemikiran kritis sebelum mengunggah sesuatu (critical thinking before posting). Hal ini penting guna meminimalisasi penyebaran informasi keliru serta komentar negatif di media sosial.
Victoria juga dengan bangga membagikan keindahan kearifan lokal Indonesia, salah satunya sistem irigasi tradisional Subak di Bali. Baginya, kolaborasi cerdas para petani lokal dalam memperhitungkan gaya gravitasi bumi tersebut adalah bukti nyata inovasi ramah lingkungan yang patut digaungkan ke panggung pidato internasional untuk meredam dominasi pengaruh barat.
Sinergi Konektivitas Global dan Aksi Menanam Tabebuya
Inspirasi hari kedua diperkaya oleh sudut pandang mendalam dari Nico Barito, Special Envoy Presiden Seychelles untuk ASEAN. Nico menekankan bahwa konsep "green democracy" sejatinya harus ditanamkan sejak dini dari lingkungan terkecil seperti keluarga sendiri. Beliau mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati laut (blue economy) melampaui sekadar aturan tertulis di atas kertas.
Nico mengapresiasi program edukasi kreatif Ecopretation yang melatih anak-anak memahami mitigasi bencana alam tsunami lewat lukisan alam. Menurutnya, forum IGYLS berhasil menciptakan konektivitas global yang mendorong solusi inovatif berbasis digital, salah satunya melalui ide kompetisi game bertema karbon yang sangat produktif bagi anak muda masa kini.
Usai diskusi mendalam yang penuh motivasi, seluruh delegasi langsung terjun ke lapangan untuk melakukan aksi ekologi nyata dengan menanam total 25 bibit pohon Tabebuya. Dibagi ke dalam 10 kelompok kerja, tiap tim menanam dua bibit pohon dengan penuh antusias sembari bertukar wawasan baru.
Tak hanya peduli lingkungan, forum ini juga merayakan indahnya keberagaman budaya lewat pelatihan instrumen musik tradisional Angklung. Dipandu secara interaktif, para peserta dibagi ke dalam 8 tangga nada melodi (do-re-mi-fa-sol-la-si-do) dan sukses memainkan tiga lagu berbeda secara harmonis.
Keseruan berlanjut pada sesi hiburan unjuk bakat, di mana perwakilan delegasi menampilkan seni bela diri Pencak Silat, tarian tradisional yang anggun, hingga menyanyikan lagu ikonik "Laskar Pelangi" bersama.
Apresiasi Tinggi bagi Katalisator Hijau Masa Depan
Puncak dari seluruh rangkaian acara dua hari ini ditutup dengan sesi Awarding yang prestisius sebagai bentuk apresiasi bagi para penggerak hijau. Penghargaan kategori Best Group Collaboration sukses diraih oleh kelompok Hive. Sementara itu, mahkota Best SDGs Project jatuh kepada Kelompok Tiga berkat inovasi presentasi proyek berkelanjutan mereka yang dinilai sangat luar biasa.
Kemeriahan bertambah saat Ega Faizal dinobatkan sebagai Best Bestie karena energinya yang dinilai paling ceria dan seru sepanjang acara. Puncaknya, kategori individu paling bergengsi, Best Delegates IGYLS 2026, berturut-turut diraih oleh Muhammad Aran Syahrir di peringkat ketiga, Merliana Chandra di peringkat kedua, dan posisi juara pertama berhasil disabet oleh Raffly Nur Andika.
Melalui sinergi hebat selama dua hari ini, IGYLS 2026 resmi menuntaskan misinya untuk membentuk generasi katalisator muda yang siap membawa perubahan hijau nyata demi masa depan bumi yang berkelanjutan.