News

Merah Putih Berkibar di 4 Negara, WNI Ikut Doakan Korban Gempa NTT

Merah Putih Berkibar di 4 Negara, WNI Ikut Doakan Korban Gempa NTT
WNI di China memperingati HUT ke-81 RI. (Dok. KBRI Tiongkok)

Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ternyata tidak hanya terasa di Tanah Air. Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) di berbagai negara ikut memperingati 17 Agustus dengan menggelar upacara dan mengibarkan Sang Merah Putih.

Namun, perayaan tahun ini terasa berbeda. Di tengah suasana kemerdekaan, WNI di sejumlah negara juga menyampaikan doa dan simpati untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi.

Dari Beijing hingga Tokyo, Merah Putih Tetap Berkibar

Di Beijing, China, sekitar 200 WNI mengikuti upacara HUT ke-81 RI di halaman KBRI Beijing pada Senin (17/8/2026). Upacara dipimpin Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun.

Peserta tidak hanya mengenakan pakaian formal. Sejumlah WNI tampil menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah, seperti beskap Jawa, pakaian adat Betawi, kebaya Lampung, ulos Batak, hingga kain tenun dari berbagai wilayah Nusantara.

Di sela perayaan tersebut, para peserta juga mendoakan korban gempa bumi yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026.

Suasana serupa terlihat di Tokyo, Jepang. KBRI Tokyo menggelar upacara secara sederhana dan khidmat. Pengibaran Merah Putih dilakukan Paskibraka KBRI Tokyo 2026 yang berasal dari siswa Sekolah Indonesia Tokyo.

Dubes RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Nurmala Kartini Sjahrir juga mengajak WNI di Jepang untuk terus menjaga semangat kebangsaan sekaligus membangun hubungan baik dengan masyarakat setempat.

Di Swiss dan Thailand, Kemerdekaan Jadi Momentum Solidaritas

Semangat persatuan juga terasa dalam upacara di Jenewa, Swiss. Lebih dari 150 WNI dan diaspora mengikuti upacara di kantor Perutusan Tetap RI (PTRI) Jenewa.

Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, profesional yang bekerja di organisasi internasional, hingga masyarakat Indonesia lainnya. Mereka mengenakan pakaian nasional dan busana adat yang menunjukkan keberagaman budaya Indonesia.

Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, Sidharto R. Suryopuro, mengatakan perhatian masyarakat Indonesia di Jenewa juga tertuju kepada korban gempa NTT.

“Hari ini, di tengah peringatan kemerdekaan, pikiran dan kepedulian kita juga bersama saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” kata Sidharto.

Ia menilai peringatan kemerdekaan di luar negeri bukan hanya menjadi momentum mempererat rasa kebangsaan, tetapi juga mengingatkan pentingnya kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

“Kebersamaan masyarakat Indonesia di Jenewa menjadi pengingat bahwa di mana pun kita berada, kita tetap satu Indonesia yang saling peduli dan saling menguatkan,” ujarnya.

Sementara itu lebih dari 500 peserta mengikuti upacara HUT RI di KBRI Bangkok, Thailand. Mereka terdiri dari WNI dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar, guru, diaspora, hingga anggota TNI-Polri.

Duta Besar RI untuk Thailand, Hari Prabowo, mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan tahunan. Menurutnya, WNI tetap bisa berkontribusi untuk Indonesia meskipun sedang berada jauh dari Tanah Air.

Perayaan HUT ke-81 RI di berbagai negara tersebut menunjukkan bahwa jarak tidak membuat rasa cinta terhadap Indonesia ikut menjauh. Saat Merah Putih berkibar di luar negeri, semangat persatuan tetap terasa.

Di tengah perayaan kemerdekaan, perhatian kepada masyarakat NTT yang sedang menghadapi bencana juga menjadi pengingat bahwa semangat Indonesia bukan hanya tentang merayakan, tetapi juga saling peduli dan menguatkan.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda