Hobi
Antara Bocah, Bulan, dan Bintang
Seorang bocah bertanya kepada bulan
Mengapa dia bergerak begitu pelan
Tentu saja bocah tak mendapat jawaban
Karena bulan tak mendengar pertanyaan
Bocah memandang lekat bulan yang bulat
Lukisan misteri pada bulan membuatnya tersesat
Lalu si bocah mendapat bisikan dari ayahnya
Bahwa bulan tak memiliki sendiri asal cahaya
Ayahnya berkata bahwa bulan hanya memantulkan
Sinar matahari yang panas menyilaukan
Menyebarkan ke bumi dengan aura terang yang lembut
Menjadikannya cahaya penerang dalam gulita yang menyambut
Bocah menatap bulan dengan takjub dan heran
Betapa hebat bulan memainkan peran
Pancarannya dipuji dan dikagumi oleh banyak insan
Dipandang indah bagai kemilau perhiasan
Bocah berpaling kepada bintang- bintang
Tidakkah mereka pernah merasa tertantang
Pada kilau sinar bulan yang begitu benderang
Membuat bintang tampak tak seberapa terang
Bintang-bintang pun tak memberi tanggapan
Diam dan tak ada apapun pengganti ungkapan
Langit malam yang menghampar hitam pekat
Bagi bintang-bintang ia adalah sejatinya sahabat
Sebab tanpa kegelapan malam di langit
Bintang-bintang seolah tak pernah terbit
Begitulah adanya suatu kegelapan
Di sisi lain tersimpan sebuah harapan
Bocah masih menatap bulan dan bintang
Ia berteriak dengan suara lantang
Wahai bulan dan bintang- bintang nun jauh di sana
Kau adalah benda indah ciptaan yang maha bijaksana
Bocah masih terus memandangi cahaya
Dan memaksa dirinya untuk percaya
Bahwa bulan memang tak memiliki sinar
Tapi kekagumannya tak akan menjadi pudar
Bocah juga tersenyum gembira
Pada bintang yang senang tak terkira
Bocah masuk rumah dan menutup pintu sejenak
Menyimpan gambaran bulan dan bintang dalam benak
Borneo, Oktober 2021