Hobi
Pengabdian Pengajar
Dalam pekat malam Pak Guru bekerja tanpa terpaksa
Tugas murid satu persatu selesai sudah diperiksa
Tersenyum senang para murid tampaknya cukup mengerti
Pada materi yang diajarkannya dengan hati- hati
Pak Guru mulai menguap dengan mata berat
Namun tak ada sedikitpun kesal yang tersirat
Baginya sungguh suatu kebanggaan
Dapat menjadi penyampai pengetahuan
Dengan senyum Pak Guru beranjak tidur
Tidur tenang tanpa sempat mendengkur
Jika mimpi indah merasuki pikiran
Pak Guru menganggapnya sebagai hiburan
Jika ada kalanya mimpi buruk menghantui
Baginya itu hanyalah kecemasan yang teruntai
Pak Guru akan menghalau segala kegelisahan
Dengan lantunan doa- doa kepada Tuhan
Hari masih gelap belum lagi pagi
Tetapi Pak Guru sudah bergegas pergi
Sebuah tas kulit imitasi disandang menyilang di bahu kanan
Tangan menggenggam erat bungkusan bekal makanan
Dimulai dengan panjatan lirih kalimat doa
Pak Guru bersemangat memulai perjalanannya
Berkilo meter menuju tempatnya mengajar
Melewati jalan setapak penuh belukar
Berusaha melangkah tenang namun waspada
Memperhatikan seksama berbagai pertanda
Sebab lintasan ini bukan wilayah aman
Bagi pejalan kaki yang pergi sendirian
Bukan tak ada rasa takut dan cemas dalam hati
Namun semua dikalahkan oleh rasa berbakti
Sebuah tekad yang kuat untuk memenuhi janji suci
Kalimat sakral bernama sumpah yang mengikat dan terkunci
Selain itu ada pula dorongan kuat tak terjelaskan
Membakar semangatnya saat kesulitan begitu menekan
Ada haru yang selalu membuat matanya berkaca-kaca
Setiap kali menatap ekspresi murid-murid yang jelas terbaca
Mata jernih anak-anak di pedalaman
Cerdas menangkap makna pengetahuan
Senyum tulus bibir kecil penuh syukur
Menghadirkan kebahagiaan tak terukur
Semoga Tuhan membalas segala jerih
Semua pengabdian Pak Guru yang tanpa pamrih
Semoga segala upaya menjadi berkah
Selamanya berpahala bernilai sedekah
Borneo, Oktober 2021