Ulasan

Ulasan Buku 49 Teladan dalam Al-Quran: Pentingnya Membiasakan Diri Berbuat Baik Terhadap Sesama

Ulasan Buku 49 Teladan dalam Al-Quran: Pentingnya Membiasakan Diri Berbuat Baik Terhadap Sesama
Buku "49 Teladan dalam Al-Quran" (DocPribadi/SamEdy)

Membiasakan diri untuk selalu berbuat kebaikan mestinya menjadi amalan rutin kita semua. Pada hakikatnya berbuat baik pada orang lain sama artinya dengan berbuat kebaikan untuk diri kita sendiri. Semakin banyak berbuat baik, insya Allah akan datang kebaikan-kebaikan yang lebih banyak dalam kehidupan kita. Berbuat baik misalnya kita berusaha menyisihkan harta untuk berbagi dengan sesama. Dalam buku 49 Teladan dalam Al-Quran dijelaskan, disadari atau tidak, dengan banyak berbagi, pergaulan kita akan semakin luas. Dan jaringan pergaulan itu tidak terpaku pada satu sosial, tapi dari berbagai lapisan sosial.

Janganlah kita terlalu kikir dengan apa yang kita miliki. Karena sejatinya semua harta yang kita miliki adalah milik Allah, dan sewaktu-waktu Allah bisa mengambilnya dengan cepat. Ditambah lagi roda kehidupan itu selalu berputar. Mungkin saat ini kita di atas, siapa tahu tak lama kemudian kita terhempas. Jadi selagi bisa lebih baik kita memanfaatkan waktu yang ada (49 Teladan dalam Al-Quran, halaman 48).

Dengan sering berbagi, justru kita akan meraih banyak keuntungan. Dalam Al-Quran, Surat Al-Baqarah 261 dijelaskan, “Perumpamaan orang yang infak hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui” (49 Teladan dalam Al-Quran, halaman 51).

Bergaul dengan sesama adalah suatu keniscayaan bagi kita. Hal yang tak boleh diabaikan, dalam bergaul kita harus mematuhi etika yang ada di tengah masyarakat. Kita juga harus membekali diri sopan santun dan attitude yang baik. Terhadap yang muda kita menghormati dan menyayangi, apalagi terhadap mereka yang lebih tua. Setiap perbedaan pandangan harus berusaha kita sikapi dengan bijaksana.

Dalam buku 49 Teladan dalam Al-Quran dijelaskan, dalam bermasyarakat, sudah pasti kita akan dipertemukan dengan banyak orang. Di antaranya adalah orang-orang dari golongan tua, sejawat, dan lebih kecil. Dalam hal ini jika kita dipertemukan dengan tetangga yang lebih tua, sudah pasti kita harus menghormati mereka. Dalam Al-Quran, Surat Al-Isra’ 23-24 dijelaskan:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sudah sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepadanya keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik, dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan” (49 Teladan dalam Al-Quran, halaman 43).

Sekian ulasan singkat tentang buku 49 Teladan dalam Al-Quran yang wajib kamu baca di waktu senggang. Saya mengapresiasi dengan baik terbitnya buku 49 Teladan dalam Al-Quran yang disusun secara duet oleh Ririn Astutiningrum dan Kazuhana El-Ratna Mida ini. Semoga buku ini dapat menjadi teman duduk yang baik, teman yang membuat kita selalu merenungi ayat-ayat-Nya. Selamat membaca.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda