Ulasan

Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?

Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
Gambar Buku Cinta di Sujud Terakhir (Dokumen pribadi/ Sam)

Membahas persoalan tentang cinta memang selalu menarik dan seolah tak pernah ada habisnya. Hal ini sangat bisa dimaklumi sebab kehidupan kita di dunia ini selalu berhubungan erat dengan rasa cinta. Tanpa memiliki rasa cinta, tentu hidup yang dijalani akan tampak monoton dan membosankan. Cinta merupakan anugerah dari Allah yang semestinya selalu kita syukuri. Dengan rasa cinta inilah, akan terjalin hubungan yang harmonis antara sesama, sehingga kehidupan menjadi lebih aman, tenteram, dan damai tanpa adanya kebencian atau permusuhan.

Cinta sebagai Fitrah Manusia

Dalam buku Cinta di Sujud Terakhir, dijelaskan bahwa cinta merupakan perasaan yang menjadi fitrah manusia. Mengekspresikannya pun dapat menyebabkan berbagai macam hal, baik positif maupun negatif.

Sebuah cinta akan menghasilkan hal positif jika dilandasi oleh keimanan, sementara cinta bisa menghasilkan hal negatif apabila hanya menuruti syahwat yang tidak pada tempatnya.

Buku ini menguraikan beberapa objek yang berhak dijadikan sebagai pelabuhan cinta:

Allah SWT: Cinta kepada Allah merupakan level tertinggi bagi seorang manusia. Ia adalah puncak dari sebuah cinta, sedangkan cinta kepada manusia adalah lembahnya. Seseorang yang mengaku mencintai Allah tentu akan memiliki keimanan yang kuat yang diekspresikan dengan menjauhi larangan dan menjalankan perintah-Nya.

Rasulullah SAW: Beliau adalah sosok panutan yang membimbing kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang. Tanpa bimbingan Rasulullah, tidak mungkin kita dapat memahami Islam seperti sekarang ini.

Orang Tua: Ayah dan ibu adalah lantaran keberadaan kita di dunia. Oleh karenanya, kita harus senantiasa menghormati, mencintai, dan berbakti kepada mereka tanpa menyakiti hatinya.

Sahabat dan Pasangan Hidup: Sahabat adalah tempat mencurahkan persoalan dan meminta saran, sementara pasangan hidup (suami atau istri) adalah orang terdekat yang harus mendapat cinta tulus dari kita.

Inspirasi dari Kisah-Kisah Pilihan

Tak melulu bicara teori cinta, buku ini juga dilengkapi dengan sederet kisah yang dapat dijadikan sebagai sumber motivasi. Salah satu kisah yang patut disimak berjudul Kutemukan Kau di Sujud Panjangku karya Alida Nurlia Rifdiana. Alida mengisahkan perjalanan cintanya yang karam karena sang kekasih memilih pergi.

Selepas kepergian lelaki tersebut, hari-harinya terasa berat. Namun, ia akhirnya tersadar bahwa satu-satunya jalan untuk memulihkan diri adalah dengan kembali pada cinta Allah. Ia kembali mendekatkan diri serta menyerahkan segala kekecewaan dan harapannya hanya kepada-Nya.

Kesimpulan

Buku ini sangat bagus dijadikan bacaan bermanfaat, terutama bagi kaum muda yang sedang dilanda rasa cinta. Lewat buku ini, pembaca akan mendapatkan pencerahan tentang hakikat cinta yang sesungguhnya—cinta yang mengantarkan pada kebahagiaan hakiki, bukan cinta semu yang hanya menyisakan patah hati dan kerugian di kemudian hari.

Identitas Buku

  • Judul Buku: Cinta di Sujud Terakhir
  • Penulis: @cinta.mulia
  • Penerbit: Wahyu Qolbu, Jakarta Selatan
  • Tahun Terbit: Cetakan 1, Juli 2017
  • Tebal Buku: vi + 206 halaman
  • ISBN: 978-602-6358-26-4

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda