Ulasan
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
Buku Fobia Cewek, Sebuah Memoar Humor ini asyik dibaca. Berisi kumpulan 50 kisah nyata dan lucu yang bersumber dari pengalaman pribadi penulisnya, Ari Z. Nanto, sejak ia duduk di bangku TK nol besar sampai lulus pesantren di daerah Jawa Timur. Kisah-kisahnya yang diwarnai komedi patut disimak di waktu senggang Anda, sekaligus mengambil hikmah atau pelajaran berharga darinya.
Fobia Cewek adalah salah satu judul tulisan karya Ari Z. Nanto sekaligus terpilih menjadi judul buku ini. Dalam tulisan ini, ia mengisahkan pengalaman hidupnya yang mungkin terdengar aneh tapi unik. Ia memiliki fobia pada cewek atau gadis. Jadi, ketika ada cewek yang mendekatinya, ia malah merasa risih dan takut. Istilah kerennya, partenofobia.
Selain takut dengan cewek yang membuatnya jadi menempuh perjalanan panjang dalam mencari cinta sejati, ia juga takut dengan binatang bernama soang (angsa). Alasannya, beberapa kali ia kena sosor soang miliknya Pak Kiai. Meski fobia yang ia alami termasuk akut, namun ia tetap harus bersyukur. Setidaknya fobia cewek masih jauh lebih baik ketimbang rhypophobia alias takut buang air besar hehehe.
Tulisan menarik lainnya yang bisa disimak dalam buku ini berjudul Faktor Niat. Dalam tulisan ini, Ari Z. Nanto mengisahkan niat atau cita-citanya ingin jadi penulis. Meski dulu ia sempat bercita-cita menjadi presiden, tapi karena cita-citanya ketinggian, akhirnya ia membatalkannya, hehehe.
Sejak masih di bangku SD, Ari memang senang menulis. Ia bahkan pernah membuat majalah sendiri dengan hanya bermodalkan majalah anak-anak yang difotokopi dan dijilid. Beberapa rubrik ia tulis sendiri.
Dalam perjalanan menulisnya, ada sederet penulis ternama yang menjadi inspirasi bagi Ari. Misalnya, Gola Gong, penulis ternama yang menulis dengan menggunakan tangan kanannya karena tangan kiri telah diamputasi. Ada juga Ratna Indraswari Ibrahim (almarhumah), penulis terkenal yang mendiktekan ceritanya kepada seorang asisten karena kedua tangan dan kakinya tidak berfungsi.
Singkat cerita, niat dan cita-cita Ari menjadi penulis pun akhirnya terkabul. Buku ini misalnya, adalah salah satu bukti karyanya yang telah diterbitkan di penerbit ternama, Gramedia Pustaka Utama (Jakarta).
Masih banyak tulisan karya Ari Z. Nanto yang bisa disimak dalam buku ini. Mulai dari kisahnya saat main film bareng Vivi Samudro, ketemu hantu Gajah Mada, menjadi spesialis pembawa kompor, dihukum gara-gara pingpong, duel di tempat angker, hingga menulis lomba surat cinta di radio.
Buku kumpulan memoar yang dikemas dengan bahasa sederhana ini unik dan asyik dibaca. Membaca buku ini juga dapat menumbuhkan inspirasi bagi para pembaca untuk menuliskan kisah atau pengalaman keseharian, lalu membukukannya sebagaimana sudah dilakukan oleh Ari Z. Nanto. Selamat membaca.