facebook

Pembelajaran dari Drama Korea 'Our Blues' dalam Memperlakukan Down Syndrome

Rizqi Wahono Wahyuning Puspita
Pembelajaran dari Drama Korea 'Our Blues' dalam Memperlakukan Down Syndrome
Fakta Jung Eun Hye Our Blues (kbizoom)

Pada penayangannya di episode 14 beberapa waktu yang lalu, drama Korea Our Blues mendapatkan banyak perhatian dari para pecinta drama Korea. Dimana di tunjukkan bahwa kakak dari Lee Young Ok (Han Ji Min), Lee Young Hui (Jung Eun Hye), merupakan seorang dengan Down Syndrome.

Kisah mereka segera menjadi perbincangan hangat di media sosial Tiktok, dengan banyak komentar positif di sana. Beberapa pengguna menyebutkan bahwa drama Korea ini terasa berbeda dari drama Korea lainnya, sarat akan pelajaran hidup dan makna hidup yang dapat mereka pelajari. 

Jung Eun Hye sendiri terkenal sebagai pelukis “Your Face”. Yang pada tahun 2016 berhasil melukis 4.000 orang dalam karikatur di Pasar Sungai Munho di Yangpyeong, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan. 

Lalu apa sih, Down Syndrome itu?

Down Syndrome adalah suatu kumpulan gejala akibat dari abnormalitas kromosom, biasanya kromosom 21, yang tidak memisahkan diri selama meiosis sehingga teradi individu dengan kromosom 47 (Gunarhadi, 2005).

Down syndrome sendiri masuk ke dalam kategori ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) yang mana merupakan suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental pada anak yang disebabkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom (L. Batshwa, n.d, dalam Bandi: 1992), anak cacat mental pada umumnya mempunyai kelainan yang lebih dibandingkan cacat lainnya, terutama inteligensinya.

Hampir semua kemampuan kognitif anak cacat mental mengalami kelainan seperti lambat belajar, kemampuan mengatasi masalah, kurang dapat mengadakan hubungan sebab akibat, sehingga penampilan anak sangat berbeda dengan anak lainnya.

Anak cacat mental ditandai dengan lemahnya kontrol motorik, kurang kemampuannya untuk mengadakan koordinasi, tetapi di lain sisi sebenarnya dia masih bisa dilatih untuk mencapai kemampuan sampai ke titik normal.

Tanda-tanda lainnya seperti membaca buku ke dekat mata, mulut selalu terbuka, untuk memahami sesuatu pengertian memerlukan waktu yang lama, mempunyai kesulitan sensoris, mengalami hambatan berbicara, dan perkembangan verbal nya.

Anak berkebutuhan khusus umumnya tetap ingin diperlakukan seperti teman-teman sebayanya dan tidak mendapatkan diskriminasi dari pihak mana pun. Mereka juga ingin diajak bermain, bersenang-senang bersama, mendapatkan pendidikan yang layak, tidak mendapatkan diskriminasi di tempat umum dan juga transportasi umum.

Namun apakah kalian tahu? Bahwa dalam drama Korea Our Blues ini, kita juga mendapatkan banyak pembelajaran. Salah satu yang paling tersimpan rapat adalah ketika Byeol mengatakan bahwa, "bukan terbelakang, tetapi down syndrome" kepada ibu-ibu Pulau Jeju yang tengah mengobrol saat Lee Young Hui tiba pertama kali. Hal itu memang benar adanya, kondisi mereka memiliki nama, "down syndrom" dan coba hilangkan kalimat "terbelakang" kepada mereka.

Apakah kalian juga ingat saat scene seorang pramugari yang dengan baiknya membantu Lee Young Hui selama di dalam pesawat? Seperti itu lah yang harusnya kita lakukan. Membantu mereka bukan menyindir atau pun melontarkan perkataan yang menyakitkan.

Nah, sekarang mari kita pelajari bersama hal-hal yang harus kita lakukan kepada mereka dengan down syndrome.

1. Beri mereka bantuan di tempat umum

Ketika berpapasan dengan anak berkebutuhan khusus di tempat umum, beri mereka bantuan dalam beberapa hal, seperti memberi tahu petunjuk tempat yang mereka tuju, antar mereka, dan beri mereka sedikit perhatian hingga mereka merasa aman. Jangan tinggalkan mereka sendirian, karena sekecil apa pun bantuan yang kita berikan akan sangat berarti bagi mereka.

2. Jangan ejek mereka

Saling ejek yang berakhir pada perilaku bullying juga kerap kali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua diharuskan lebih aware terhadap hal tersebut. Jangan sampai perilaku tersebut menjadi lebih besar hingga berujung bullying. Stop menormalisasikan, "mereka masih anak-anak nanti juga baikan lagi, main lagi". Stop!

Karena jika tidak di ubah sejak dini, perilaku tersebut akan terus ia lakukan hingga ia dewasa nanti. Ajari si kecil untuk selalu berperilaku sopan kepada mereka, siapa pun orang nya mereka berhak untuk mendapatkan perlakuan yang baik.

3. Jangan memandang mereka dengan tatapan tajam atau mengintimidasi

Di tempat umum sering kali kita menemukan beberapa orang yang menatap dengan tajam dan terasa mengintimidasi, hal tersebut haruslah dihentikan sejak dini. Jika si kecil baru pertama kali bertemu anak yang berbeda dari mereka, ajari untuk menatap dengan lebih lembut dan bersuara dengan lebih lembut pula.

Para orang dewasa juga bisa melakukan dua hal ini. Meski kadang terasa tidak sengaja tetapi hal tersebut akan membawa dampak bagi mereka dengan down syndrom. Tatapan yang terasa mengintimidasi akan membuat mereka seperti diejek, padahal mereka juga ingin diperlakukan baik.

4. Tanyakan apa mereka membutuhkan bantuan lebih

Sama seperti dengan poin pertama, ketika bertemu dengan Anak Berkebutuhan khusus dengan down syndrome atau pun kepada Difabel lainnya, hal pertama yang dapat kita coba lakukan adalah bertanya apakah mereka membutuhkan pertolongan atau tidak.

Jika mereka mengatakan tidak perlu, baru lah kita bisa memastikan bahwa mereka aman, setelah itu kalian bisa berpamitan kepada mereka. Atau jika kalian dalam kondisi tidak dapat memastikan mereka aman, tulis lah sebuah note yang nantinya bisa di baca oleh orang lain yang ada disekitar sana.

Dengan melakukan hal tersebut, orang disekitar juga akan mengetahui apa yang mereka cari dan mereka butuhkan. Seperti rantai yang akan terus berlanjut, hal tersebut akan sangat efektif untuk membantu mereka.

5. Beri mereka hak yang sama seperti anak-anak lainnya dan pendidikan yang berkualitas

Hak dalam pendidikan, mendapatkan pendidikan yang layak. Atau jika orang tua ragu, daftarkan mereka ke dalam sekolah inklusi yang diberikan oleh pemerintah, atau pun sekolah umum yang membuka PPDB inklusi.

Selain itu, perbolehkan mereka bermain bersama dengan teman-teman sebaya mereka, dengan tidak memberikan larangan yang keras. Buat anak memahami kondisi lingkungan disekitarnya dan ajak mereka untuk bersosialisasi. Libatkan keluarga dan orang-orang disekitar mereka juga.

Nah, itu lah hal-hal yang dapat kita lakukan untuk membantu anak berkebutuhan khusus dalam kegiatan sehari-hari. Jangan lupa untuk diterapkan ya, teman-teman! Dan pastikan mereka mendapatkan cukup ruang untuk diri mereka sendiri dan kegiatan yang ingin mereka lakukan.

Stop diskriminasi dan memandang mereka dengan sebelah mata, karena mereka pun juga manusia, mereka warga negara yang memiliki hak yang sama dengan kita semua! Bantu mereka, uluran tangan, dan bantuan kita yang kita anggap sangat kecil atau pun sepele sebenarnya sangat membantu mereka.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak