Ulasan
Ulasan Buku Imam Al-Ghazali, Pentingnya Nasihat sebagai Pengingat Diri
Menurut saya, setiap orang memerlukan nasihat. Mengapa nasihat dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting? Karena nasihat dapat membuat kita mengingat kembali atas kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu.
Nasihat bisa menjadi sarana pengingat diri, agar ke depan berusaha menjadi pribadi lebih baik lagi. Pribadi yang bisa memberikan kemanfaatan pada sesama. Pribadi yang senantiasa meningkatkan amal ibadahnya. Pribadi yang tak gemar menyakiti sesama dan pribadi yang tak suka membuat kerusakan di muka bumi ini.
Nasihat memang penting, namun tak semua orang bisa dengan seenaknya menasihati orang lain. Terlebih terhadap orang yang belum dikenalnya. Memberikan nasihat pada sembarang orang malah bisa menimbulkan mudarat, apalagi bila nasihat tersebut disampaikan di muka umum, bisa-bisa malah mempermalukan orang tersebut.
Dalam buku “Imam Al-Ghazali; Biografi Lengkap Sang Hujjatul Islam” dijelaskan, mengenai nasihat, Al-Ghazali dalam “Ayyuha al-Walad” mengatakan: “Sebuah nasihat itu mudah diberikan, tetapi yang sukar ialah perihal peberimaannya. Hal ini karena nasihat berasa pahit bagi orang-orang yang berambisi serta mengedepankan nafsu, dan hal-hal yang dilarang lebih menarik hati mereka”.
Alangkah baiknya bila setiap orang banyak melakukan introspeksi diri. Menurut saya, introspeksi diri adalah termasuk salah satu cara untuk menasihati diri sendiri. Bagaimana cara agar kita bisa melakukan introspeksi diri? Salah satunya dengan cara memperbanyak membaca buku yang berkaitan dengan hikmah kehidupan.
Berusaha mengingat bahwa umur manusia itu ada batasnya juga bisa membuat kita merenung atau introspeksi diri. Karena umur kita terbatas, maka sebaiknya kita harus berusaha meningkatkan amal ibadah sebagai bekal di akhirat nanti. Semoga dengan memperbanyak ibadah kita dapat tergolong orang-orang yang meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Perihal terbatasnya umur manusia, dalam buku “Imam Al-Ghazali; Biografi Lengkap Sang Hujjatul Islam” diterangkan bahwa usia dan waktu tidak dapat diputar ulang. Meskipun setiap minggu kita akan mengulang hari, dan tiap hari akan bertemu dengan jam yang sama, namun sadarlah bahwa Sabtu ini, misalnya, jelas berbeda dengan Sabtu yang akan datang, meskipun sama nama harinya. Di sinilah semestinya kita memaknainya, supaya kehidupan yang kita jalani ini bermakna dan tidak sia-sia.
Sangat menarik membaca buku “Imam Al-Ghazali; Biografi Lengkap Sang Hujjatul Islam” karya M. Kamalul Fikri, S. Th.I., M.A. yang diterbitkan oleh penerbit Laksana (2022) ini. Semoga buku ini dapat menjadi bacaan atau nasihat yang bijak bagi para pembaca sekalian.