Furin Jepang, Lonceng Angin Khas Jepang yang Dianggap Jimat Keberuntungan

aozora dee
Furin Jepang, Lonceng Angin Khas Jepang yang Dianggap Jimat Keberuntungan
Foto Furin, lonceng angin khas Jepang yang jadi jimat keberuntungan [Pixabay/morn_japan]

Apa yang akan mengingatkan kamu pada musim panas? Es krim? Pantai? Liburan? Di Jepang, musim panas identik dengan furin, yakni lonceng angin yang akan berbunyi khas saat tertiup angin. Suara furin terdengar menenangkan dan bikin hanyut perasaan.

Furin tidak hanya sebatas dekorasi atau simbol musim panas saja. Lebih dari itu, benda kecil ini merupakan bagian dari budaya dan tradisi Jepang. Yuk simak informasi mengenai furin yang dilansir dari Sugoii Japan berikut ini.

Apa Itu Furin?

Setiap negara mempunyai lonceng angin yang punya kekhasan masing-masing, furin asal Jepang pun demikian. Lonceng angin yang terbuat dari kaca ini tidak dibuat dengan cetakan, melainkan ditiup. Para pengrajin furin meniup kaca cair yang panas dengan sangat hati-hati sampai mendapatkan bentuk furin yang pas. Kawat untuk menggantung furin dimasukkan saat kaca masih meleleh.

Desain dan dekorasi di bagian dalam furin yang bermacam-macam bentuknya dilukis dengan tangan. Furin biasa digantung di daun pintu, balkon atau jendela. Dan, orang percaya bahwa furin adalah jimat yang membawa keberuntungan.

Furin mempunyai tiga bagian, yakni bagian luar furin yang berbentuk mangkuk (Gaiken), genta di dalam gaiken (Zetsu), dan kertas berwarna-warni yang melambai-lambai saat tertiup angin (Tanzaku)

Sejarah Furin di Jepang

Furin mempunyai sejarah yang panjang yang berasal dari 1200 tahun silam. Benda mungil ini terinspirasi dari alat ramalan Cina, Senfutaku, yang digunakan untuk menentukan nasib berdasarkan suara yang keluar dari alat tersebut. Senfutaku dimaksudkan untuk menginspirasi perasaan keilahian.

Di era Heian, Senfutaku menyebar ke seluruh Jepang, terutama kuil Buddha yang pada akhirnya dipercaya sebagai jimat keberuntungan oleh para bangsawan. Inilah yang menyebabkan furin di masa ini ditemukan di rumah-rumah Jepang.

Furin dulu terbuat dari perunggu. Namun, setelah teknik pembuatan kaca populer di Jepang, para pengrajin kaca membuat furin dengan material kaca. Pada abad ke-18, industri furin semakin pesat dan banyak permintaan dari seluruh Jepang.

Nah, itulah informasi mengenai furin, dekorasi khas musim panas yang disebut jimat keberuntungan. Di masa ini, furin lebih bervariasi, tidak hanya terbuat dari gelas, ada juga furin yang terbuat dari gelas plastik dan lain-lain.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak