Review Anime Tokyo Ravens, Bangkitnya Sihir Kuno di Jaman Modern

Hikmawan Firdaus | Sandy Hermawan
Review Anime Tokyo Ravens, Bangkitnya Sihir Kuno di Jaman Modern
Tokyo Ravens (Crunchyroll)

Anime Tokyo Ravens diadaptasi dari seri novel karya Kouhei Azano. Anime ini membawa penonton ke dunia di mana sihir kuno masih eksis dan berinteraksi dengan kehidupan modern. Dengan latar belakang kota Tokyo yang futuristik, anime ini menyajikan kisah fantasi yang menarik dengan sentuhan aksi, misteri, dan romansa.  

Mengisahkan Harutora Tsuchimikado, seorang remaja dari keluarga Onmyouji yang tidak memiliki bakat sihir. Meskipun begitu, takdirnya berubah ketika teman masa kecilnya, Natsume, pewaris keluarga Tsuchimikado utama, muncul kembali dalam hidupnya. Harutora kemudian terlibat dalam serangkaian peristiwa yang mengungkap rahasia sihir kuno dan ancaman yang mengintai dunia mereka.  

Anime ini tidak membatasi sihir pada ritual kuno. Beberapa karakter menggunakan teknologi modern seperti komputer dan perangkat elektronik untuk membantu praktik sihir mereka. Hal ini menciptakan kesan bahwa sihir telah beradaptasi dengan zaman. Perpaduan ini juga menciptakan konflik yang menarik. Ada ketegangan antara mereka yang ingin melestarikan tradisi sihir kuno dan mereka yang ingin mengintegrasikannya dengan teknologi modern. Beberapa karakter menggunakan komputer dan perangkat elektronik untuk membantu mereka dalam melakukan ritual sihir. Misalnya, penggunaan perangkat lunak khusus untuk menganalisis pola energi spiritual atau untuk memproyeksikan mantra sihir. 

Teknologi memungkinkan para Onmyouji untuk mengumpulkan dan menganalisis data spiritual secara lebih efisien. Informasi ini dapat digunakan untuk memprediksi kejadian magis, melacak keberadaan entitas spiritual, atau bahkan untuk mengembangkan teknik sihir baru. 

Anime ini juga menggunakan komunikasi modern, seperti ponsel dan jaringan komputer, memungkinkan para Onmyouji untuk berkoordinasi dan berkomunikasi secara cepat dan efisien. Hal ini sangat penting dalam situasi darurat atau dalam operasi skala besar.

Anime ini juga menyajikan konflik antara generasi tua yang ingin melestarikan tradisi dan generasi muda yang lebih terbuka terhadap perubahan. Generasi tua dalam anime ini, seperti para tetua keluarga Tsuchimikado, sangat menjunjung tinggi tradisi dan ritual sihir kuno. Mereka percaya bahwa sihir harus dipraktikkan sesuai dengan ajaran leluhur, tanpa kompromi. Mereka cenderung takut terhadap perubahan dan inovasi, terutama yang berkaitan dengan penggunaan teknologi modern dalam sihir. Mereka khawatir bahwa perubahan tersebut dapat merusak esensi sihir dan mengancam keseimbangan dunia. Generasi tua memegang otoritas yang kuat dan mempertahankan hierarki tradisional dalam dunia sihir. Mereka mengharapkan generasi muda untuk patuh dan menghormati tradisi yang telah mereka wariskan.

Konflik ini juga menjadi pendorong bagi pertumbuhan karakter. Generasi muda belajar untuk menghargai tradisi sambil tetap mempertahankan identitas dan keyakinan mereka. Generasi tua belajar untuk lebih terbuka terhadap perubahan dan mengakui potensi generasi muda.

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak