Film Sentimental Value (2025), disutradarai oleh Joachim Trier, adalah drama keluarga yang mendalam, mengeksplorasi tema rekonsiliasi, trauma warisan, dan kekuatan seni dalam menyembuhkan luka lama.
Sebagai sekuel spiritual dari trilogi Oslo Trier (Reprise, Oslo, August 31st, The Worst Person in the World), film ini menggabungkan elemen komedi gelap dengan introspeksi emosional, menciptakan narasi yang resonan bagi penonton dewasa.
Dengan durasi 133 menit, Sentimental Value menampilkan sinematografi indah oleh Kasper Tuxen, yang menangkap keindahan Oslo dan rumah keluarga penuh memorabilia, serta skor musik oleh Ola Fløttum yang memperkuat nuansa melankolis
Trauma Masa Lalu dan Rekonsiliasi Saudari

Cerita berpusat pada saudari Nora (Renate Reinsve) dan Agnes (Inga Ibsdotter Lilleaas), yang menghadapi kematian ibu mereka, Sissel (Ida Marianne Vassbotn Klasson).
Ayah mereka, Gustav Borg (Stellan Skarsgård), seorang sutradara legendaris yang telah lama absen karena perceraian dan masalah alkohol, kembali untuk merebut rumah keluarga.
Gustav berencana membuat film semi-otobiografis tentang trauma nenek mereka selama pendudukan Nazi, menggunakan rumah itu sebagai set. Nora, seorang aktris yang berjuang dengan serangan panik dan perselingkuhan dengan rekan teater Jakob (Anders Danielsen Lie), awalnya menolak peran utama karena luka masa kecilnya.
Gustav kemudian merekrut aktris Hollywood Rachel Kemp (Elle Fanning), tapi produksi terganggu oleh konflik keluarga dan kegagalan Gustav menghadapi penyesalan pribadinya. Agnes, yang lebih tenang, meneliti sejarah keluarga dan mendorong Nora untuk bergabung, mengubah film menjadi katalisator pemahaman bersama.
Tema utama film adalah nilai sentimental dari benda-benda dan kenangan, yang menjadi metafor untuk trauma yang tak terselesaikan.
Trier dengan cerdik mengintegrasikan elemen meta-sinema, di mana proses pembuatan film Gustav mencerminkan dinamika keluarga nyata.
Trauma politik dari masa lalu—kekerasan selama perang—diwariskan ke generasi berikutnya, menyebabkan estrangement dan tema bunuh diri yang sensitif.
Akan tetapi, Trier menghindari melodrama berlebih, memilih pendekatan lembut yang memberi ruang bagiku dan penonton yang lain untuk menafsirkan. Sentuhan komedi datang dari inside jokes sinefil, seperti referensi ke film klasik, dan adegan absurd seperti Rachel beradaptasi dengan budaya Norwegia, yang memecah ketegangan emosional.
Review Film Sentimental Value

Akting menjadi sorotan utama. Renate Reinsve, yang memenangkan Best Actress di Cannes untuk The Worst Person in the World, kembali dengan performa luar biasa sebagai Nora, menangkap kerapuhan dan ketahanan seorang wanita yang terjebak antara karir dan luka pribadi.
Stellan Skarsgård memberikan kedalaman pada Gustav, menggambarkan seorang pria egois yang perlahan menyadari kegagalannya sebagai ayah, meraih nominasi Oscar Best Supporting Actor.
Elle Fanning sebagai Rachel menambahkan lapisan humor dan perspektif luar, sementara Inga Ibsdotter Lilleaas sebagai Agnes menyediakan keseimbangan emosional. Pendukung seperti Jesper Christensen sebagai produser dan Cory Michael Smith sebagai kolega Rachel memperkaya ensemble.
Dari segi teknis, editing oleh Olivier Bugge Coutté menciptakan alur non-linear yang halus, beralih antara masa kini dan flashback tanpa membingungkan.
Desain produksi menekankan benda-benda sentimental—seperti foto lama dan furnitur rusak—yang menjadi simbol emosi terpendam. Film ini berbahasa Norwegia, Inggris, dan Swedia, mencerminkan latar internasional produksinya oleh Mer Film dan BBC Film.
Ini karya matang Joachim Trier yang dieksekusi apik dengan akting luar biasa. Film meraih Grand Prix Cannes 2025, standing ovation 19 menit, serta sembilan nominasi Oscar termasuk Best Picture dan Best Director. Di Golden Globes, Stellan Skarsgård menang Best Supporting Actor.
IndieWire menempatkannya sebagai film ke-21 terbaik dekade 2020-an sejauh ini. Secara keseluruhan, film ini menangani trauma secara halus, menyisipkan komedi yang mengundang tawa, serta menampilkan akting Renate Reinsve yang sangat kuat. Kelemahannya terletak pada kurangnya fokus cerita, tapi tetap menjadi karya penting tentang pertumbuhan pribadi dan ikatan keluarga.
Mengenai tayang di bioskop Indonesia, Sentimental Value melakukan premiere Indonesia di Jakarta World Cinema (JWC) 2025 sebagai film pembuka festival. Tanggal spesifik untuk JWC adalah 30 September 2025, meskipun release internasional dimulai 12 September 2025 di Norwegia.
Festival ini memungkinkan penonton Indonesia menyaksikannya di bioskop terpilih, seperti di Jakarta, dengan kemungkinan ekspansi ke bioskop umum setelah festival, mengingat popularitasnya di festival internasional. Di luar festival, belum ada konfirmasi tanggal tayang luas di bioskop Indonesia hingga Januari 2026, tapi streaming digital tersedia sejak Desember 2025.
Jadi kesimpulannya, Sentimental Value adalah film yang menyentuh hati, ideal untuk penggemar drama introspektif. Meski berat secara emosional, ia menawarkan harapan melalui seni dan koneksi manusia. Direkomendasikan untuk ditonton di bioskop besar guna menghargai visualnya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS