Ulasan
Bukber di Kafe Vintage Kediri: Murah, Estetik, dan Penuh Cerita Tak Terduga
Hujan turun tepat saat saya bersiap berangkat buka bersama (bukber). Rintiknya terdengar cukup deras, seolah menahan langkah yang sejak tadi sudah siap melangkah keluar rumah. Padahal, waktu sudah menunjukkan pukul 16.30 dan semuanya sudah dipersiapkan, mulai dari outfit dengan dresscode hitam-krem hingga riasan sederhana.
Rencana buka bersama ini sebenarnya sudah disusun sejak beberapa hari sebelumnya melalui grup WhatsApp. Dari lima pilihan tempat, akhirnya kami sepakat memilih Kedai Bersahaja yang berlokasi di Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Reservasi pun segera dilakukan agar tidak kehabisan tempat.
Namun, rencana yang sudah matang tetap saja harus menyesuaikan keadaan. Hujan yang turun membuat saya memutuskan untuk menunda keberangkatan. Setelah memberi kabar di grup, saya memilih menunggu hingga hujan sedikit reda.
Waktu terus berjalan hingga akhirnya azan Magrib berkumandang. Pukul 18.05, suara hujan mulai mereda. Setelah memastikan kondisi di luar cukup aman, saya segera memesan ojek online dan berangkat. Dengan tarif Rp 11.000, saya tiba di lokasi sekitar pukul 18.20.
Dari luar, Kedai Bersahaja tampak sederhana, bahkan lebih menyerupai rumah lama dengan gaya vintage. Namun, justru di situlah daya tariknya. Begitu melangkah masuk, suasana hangat langsung terasa. Interiornya mengusung nuansa klasik yang sederhana, namun tetap estetik dan nyaman.
Pegawai di dalam kafe pun cukup sigap. Setelah menyebutkan nama reservasi, saya langsung diarahkan ke bagian belakang. Teman-teman sudah lebih dulu datang dan bahkan sebagian sudah menyelesaikan makan mereka. Meski saya datang terlambat, suasana hangat tetap terasa.
Paket Berbuka di Kedai Bersahaja

Hari itu, kami memilih paket berbuka seharga Rp 20.000 per porsi. Menu yang tersedia cukup beragam, mulai dari Chicken Katsu, Chicken BBQ, Nasi Kulit, hingga Nasi Gila. Setiap paket sudah termasuk minuman Lemon Tea.
Sebagian besar dari kami memilih menu Chicken BBQ, termasuk saya. Awalnya, saya membayangkan akan mendapatkan satu piring penuh. Namun, ternyata disajikan dalam bentuk ricebowl dengan porsi yang tidak terlalu besar. Meski begitu, porsinya tetap cukup mengenyangkan.
Salah satu hal yang menarik dari menu ini adalah lauknya yang tidak pelit. Potongan ayam dengan saus BBQ memiliki perpaduan rasa manis dan gurih yang pas. Taburan wijen di atasnya juga menambah sensasi rasa yang lebih nikmat. Sementara itu, Lemon Tea yang disajikan terasa segar dengan keseimbangan rasa teh dan lemon yang pas.
Pulang dengan Kenangan dan Cerita Tak Terduga

Meski ruangan yang kami tempati tidak terlalu luas, suasananya tetap nyaman. Bahkan, terdapat beberapa sudut estetik yang cocok dijadikan spot foto. Tidak heran jika selain makan, kami juga menghabiskan waktu dengan bercanda, berbagi cerita, dan tentu saja mengabadikan momen bersama. Beberapa di antaranya bahkan tidak lupa membuat konten yang sedang tren di media sosial.
Waktu terasa berjalan begitu cepat. Tanpa terasa, pukul sudah menunjukkan pukul 22.00. Suasana kafe mulai sepi, dan kami pun satu per satu berpamitan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Seperti biasa, saya kembali memesan ojek online. Kali ini tarifnya sedikit lebih mahal, yaitu Rp 12.000. Perjalanan awal berjalan lancar, hingga tiba-tiba, sekitar 1,5 kilometer sebelum sampai rumah, driver menepikan motornya.
Saya sempat terkejut dan bertanya apa yang terjadi. Ternyata, ban motor yang digunakan bocor. Saya pun harus turun di pinggir jalan. Dalam kondisi tersebut, driver justru menolak saat saya mencoba membayar tarif perjalanan, meskipun jarak yang ditempuh sudah cukup jauh.
Situasi itu meninggalkan kesan tersendiri. Di tengah kejadian yang tidak terduga, masih ada sikap tulus yang terasa sederhana, tetapi bermakna. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dan berharap semoga ia mendapatkan rezeki yang lebih baik setelah kejadian itu.
Akhirnya, saya menghubungi kakak untuk dijemput dan melanjutkan perjalanan pulang. Meski sempat mendapat omelan di sepanjang jalan, setidaknya malam itu berakhir dengan aman.
Buka bersama tahun ini bukan hanya soal tempat yang estetik atau makanan yang terjangkau. Lebih dari itu, ada momen tak terduga yang justru akan menjadi cerita kecil yang paling diingat.