Ulasan

Film Danur: The Last Chapter, Penutup Saga yang Manis tapi Kurang Epik

Film Danur: The Last Chapter, Penutup Saga yang Manis tapi Kurang Epik
Poster film Danur: The Last Chapter (IMDb)

Film Danur: The Last Chapter akhirnya hadir sebagai penutup saga horor Indonesia yang ikonik. Disutradarai Awi Suryadi dan diproduksi MD Pictures oleh Manoj Punjabi, film ini tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026, tepat di momen libur Lebaran. Tersedia dalam format IMAX, film berdurasi 98 menit ini mengusung rating 13+ dan menjadi babak terakhir perjalanan Risa Saraswati yang sudah menemani penonton selama hampir satu dekade sejak Danur: I Can See Ghosts (2017) dan Danur 2: Maddah (2018).

Loop Kematian yang Menyiksa

Salah satu adegan di film Danur: The Last Chapter (IMDb)
Salah satu adegan di film Danur: The Last Chapter (IMDb)

Berdasarkan kisah nyata penulis Risa Saraswati, franchise Danur selalu unik karena memadukan horor supranatural dengan elemen keluarga dan pertumbuhan karakter. The Last Chapter melanjutkan formula itu dengan pendekatan yang lebih dewasa.

Setelah bertahun-tahun menutup diri dari dunia gaib, Risa (Prilly Latuconsina) menjalani hidup normal sebagai pegawai negeri di Bandung. Ia sudah tak lagi berkomunikasi dengan lima hantu anak kecil kesayangannya: Peter (Lewis Robert), William (Muhammad Fauzan), Hans (Ayden Jeffrey), Jhanshen (Fillio Dheno), dan Hendrick (Darian Rizki).

Akan tetapi, ketenangan itu rusak ketika adiknya, Riri (Zee Asadel), dilamar di sebuah gedung pertunjukan tua. Riri mulai berubah sikap aneh menjelang pernikahannya dengan Dimas (Dito Darmawan). Risa pun mulai mengalami serangkaian kejadian mengerikan: ia berulang kali merasakan kematian yang menyakitkan dalam berbagai bentuk. Apakah ini pesan dari Peter Cs? Atau ada ancaman baru yang mengintai keluarga mereka?

Sinopsis ini kusajikan tanpa spoiler besar ya, Sobat Yoursay, tapi cukup menggambarkan bagaimana film ini beralih dari teror murni menjadi slow-burn horror yang kental dengan drama keluarganya, kok. Cerita tak lagi bergantung pada jumpscare berlebihan seperti di film-film sebelumnya.

Sebaliknya, ketegangan dibangun perlahan melalui pertanyaan-pertanyaan yang menggantung: mengapa Riri berubah? Apa sebenarnya yang ingin disampaikan hantu-hantu cilik itu? Elemen “mati, hidup lagi, lalu mati lagi” menjadi sensasi baru yang membuatku ikut merasakan dilema Risa.

Lokasi utama hanya rumah keluarga dan gedung tua itu, tapi justru membuat atmosfer semakin claustrophobic dan mencekam. Rumah yang seharusnya aman berubah menjadi pintu masuk bencana.

Ulasan Film Danur: The Last Chapter

Salah satu adegan di film Danur: The Last Chapter (IMDb)
Salah satu adegan di film Danur: The Last Chapter (IMDb)

Prilly Latuconsina sekali lagi membuktikan diri sebagai jantung film ini. Sudah 10 tahun memerankan Risa sejak proyek pertama ditawarkan padanya di 2016, Prilly menampilkan akting matang. Ia tak hanya menunjukkan ketakutan fisik, tapi juga konflik batin seorang perempuan dewasa yang tertinggal dalam tahap kehidupan sementara adiknya melangkah ke pernikahan. Dialognya dengan Peter Cs terasa tulus dan mengharukan, terutama di adegan perpisahan yang bakal membuat fans lama menitikkan air mata.

Zee Asadel sebagai Riri memberikan warna baru; ia berhasil menggambarkan transformasi dari gadis kecil (dulu diperankan Sandrinna Michelle) menjadi calon pengantin yang misterius. Akan tetapi, menurutku aktingnya masih kaku di bagian perubahan drastis dan pengucapan bahasa Sunda. Dito Darmawan dan Dian Nitami (sebagai ibu Elly) mendukung dengan solid, sementara Anya Zen kembali sebagai Canting dari film kedua.

Secara teknis, Awi Suryadi patut diapresiasi karena membawa Danur ke level sinematik yang lebih tinggi. Format IMAX dimanfaatkan maksimal: framing lebar, pencahayaan atmosferik, dan desain rumah yang megah membuat setiap adegan terasa epik di layar besar. Ini bukan lagi horor murahan dengan jumpscare murah; film ini lebih tenang, fokus pada emosi dan visual yang memukau.

Sound design halus, tanpa musik berlebihan, membuat sensasi kematian berulang terasa lebih nyata dan mengganggu. Produksi MD Pictures terlihat matang, meski lokasi terbatas, tapi justru memperkuat identitas franchise.

Kelebihan terbesar film ini adalah nilai nostalgia dan penutupan yang memuaskan bagi penggemar garis keras. Setelah 10 tahun, kita diajak naik mesin waktu melihat tragedi masa lalu Peter Cs, sekaligus menyaksikan Risa yang semakin dewasa. Horornya ramah untuk penonton di bawah 17 tahun karena lebih banyak empati daripada teror kasar. Bagi yang baru nonton, film ini tetap mudah diikuti tanpa harus menonton sekuel sebelumnya, kok.

Kritikku mungkin perkara naskah karya Lele Laila yang rapuh. Pacing lambat di awal terasa seperti jembatan menuju set piece, sementara klimaks terburu-buru dan kurang memuaskan. Ambisi visual IMAX kadang mengalahkan substansi cerita, membuat ending terasa seperti epilog yang dipaksakan. Hantu Peter Cs yang dulu jadi ikon malah terasa lebih sebagai elemen dekoratif daripada pemain utama. Ini membuat film terasa sendirian meski Prilly tampil tegar.

Jadi kesimpulannya, Danur: The Last Chapter adalah penutup yang layak untuk salah satu franchise horor Indonesia paling sukses. Ia tak sempurna secara naratif, tapi visualnya memukau, akting Prilly luar biasa, dan emosinya menyentuh. Bagi fans yang tumbuh bersama Risa sejak 2017, ini adalah perpisahan mengharukan yang lengkap. Bagi penonton baru, ini adalah film horor Lebaran yang solid dan berbeda dari film-film seram biasa.

Kalau kamu mencari film yang memadukan teror, drama keluarga, dan nostalgia, jangan lewatkan Danur: The Last Chapter di bioskop mulai, 18 Maret 2026. Siapkan hati untuk perpisahan terakhir dengan Peter Cs dan Risa. Danur layak mendapat akhir yang baik, dan film ini memberikannya—meski dengan sedikit kekurangan. Rating pribadi: 7/10. Penutup yang manis, meski tak sempurna. Selamat menonton di IMAX untuk pengalaman maksimal! 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda