Ulasan

Ulasan Film Na Willa: Nostalgia Hangat yang Bikin Rindu Masa Kecil

Ulasan Film Na Willa: Nostalgia Hangat yang Bikin Rindu Masa Kecil
Poster film Na Willa (IMDb)

Na Willa adalah salah satu film Indonesia paling dinanti di tahun 2026. Disutradarai Ryan Adriandhy dalam debut live-action-nya, film drama keluarga musikal ini diadaptasi dari novel populer Na Willa: Serial Catatan Kemarin karya Reda Gaudiamo yang pertama kali terbit tahun 2012.

Produksi Visinema Studios ini tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026, tepat menyambut libur Lebaran. Beberapa kota bahkan sudah menggelar screening khusus sejak 15 Maret, dan hingga kini film ini masih ramai ditonton keluarga. Dengan durasi 118 menit, Na Willa berhasil menjadi tontonan yang hangat, lucu, sekaligus menyentuh, cocok untuk semua usia.

Dunia Kecil di Gang Krembangan: Keajaiban Sehari-hari Na Willa

Salah satu adegan di film Na Willa (IMDb)
Salah satu adegan di film Na Willa (IMDb)

Cerita berlatar di Surabaya tahun 1960-an, tepatnya di Gang Krembangan, pinggiran kota yang sederhana. Na Willa, gadis kecil berusia enam tahun, menjadi pusat segalanya. Melalui sudut pandangnya yang polos dan penuh rasa ingin tahu, aku dan penonton yang lain seperti diajak menyaksikan kehidupan sehari-hari yang terasa magis.

Na Willa tinggal bersama Mak (ibunya yang berasal dari NTT) dan Pak (ayahnya keturunan Tionghoa yang bekerja sebagai pelaut). Ia punya tiga sahabat dekat: Dul, Farida, dan Bud. Hari-harinya diisi bermain di gang, pergi ke pasar bersama Mak, membaca buku sebelum masuk sekolah, dan menjalani petualangan kecil yang bagi orang dewasa biasa saja, tapi bagi anak seperti Willa menjadi dunia penuh keajaiban.

Ryan Adriandhy berhasil menangkap esensi novel asli dengan sangat baik. Cerita tidak rumit, tidak ada konflik besar atau plot twist dramatis. Justru kelebihannya ada pada penggambaran slice-of-life yang autentik.

Aku melihat bagaimana Na Willa menghadapi kekecewaan kecil, seperti kecelakaan yang menimpa sahabatnya, atau peralihan ke dunia sekolah yang penuh aturan. Semua itu disampaikan lewat imajinasi anak yang liar.

Adegan imajinasi Na Willa diwujudkan dengan efek animasi lembut yang indah, mirip gaya Wes Anderson dalam komposisi warna cerah, simetri, dan detail pernak-pernik jadul. Rumah-rumah bergaya tempo dulu, gang yang ramai, hingga pasar tradisional direkonstruksi dengan teliti, membuatku benar-benar terlempar ke era 1960-an.

Ulasan Film Na Willa

Salah satu adegan di film Na Willa (IMDb)
Salah satu adegan di film Na Willa (IMDb)

Akting para pemain menjadi pondasi utama keberhasilan film ini. Luisa Adreena sebagai Na Willa luar biasa. Debut aktris cilik ini membawa kepolosan dan keceriaan yang alami, membuat penonton yang ada di bioskop termasuk aku langsung jatuh cinta. Ekspresi matanya saat berimajinasi atau sedih terasa begitu jujur.

Irma Rihi sebagai Mak dan Junior Liem sebagai Pak menyuguhkan chemistry orang tua-anak yang hangat dan realistis. Mereka tidak mendominasi, tapi justru menjadi jangkar emosional bagi Willa. Pemain pendukung seperti Freya Mikhayla (Farida), Azamy Syauqi (Dul), Arsenio Rafisqy (Bud), Ira Wibowo, Melissa Karim, dan Mbok Tun juga memberikan warna yang pas. Akting anak-anak secara keseluruhan terasa fresh dan tidak dibuat-buat, sesuatu yang jarang ditemui di film anak Indonesia.

Unsur musikal menjadi nilai tambah yang manis. Lagu-lagu era 60-an seperti Oh Hesty dari Lilis Suryani disisipkan dengan pas, ditambah komposisi orisinal dari Laleilmanino yang mengalir lembut. Ada adegan bernyanyi di rumah sakit yang bikin aku ikut tersenyum dan terharu.

Visual dan musik ini saling mendukung untuk menghadirkan nostalgia yang kuat. Bagi generasi yang lahir setelah 90-an, film ini seperti mesin waktu. Bagi orang tua, ia mengingatkan bagaimana dulu masa kecil penuh kebebasan bermain di gang tanpa gadget.

Secara tema, Na Willa menyampaikan banyak nilai berharga tanpa terasa menggurui. Keberagaman budaya dan agama dalam keluarga serta lingkungan digambarkan lewat komedi ringan dan interaksi sehari-hari. Persahabatan, keberanian menghadapi kekecewaan, serta pentingnya keluarga disajikan dengan tulus.

Film ini juga mengajak penonton dewasa melihat dunia lagi lewat mata anak: jujur, imajinatif, dan penuh harapan. Pesan tentang pertumbuhan dan perubahan zaman terasa universal, relevan meski latarnya 60 tahun lalu.

Kelebihan terbesar Na Willa adalah kemampuannya membangkitkan emosi positif. Banyak penonton termasuk aku sendiri nih keluar bioskop dengan senyum lebar dan mata berkaca-kaca, merasa “pengen balik jadi anak lagi”.

Visual cerah, dialog anak-anak yang lucu, dan pacing yang mengalir membuat 118 menit terasa singkat. Film ini juga menjadi standar baru untuk genre film anak-keluarga di Indonesia. Jarang ada produksi lokal yang begitu peduli pada detail era, akting cilik, dan pesan inklusif tanpa paksaan.

Sedikit catatanku, ada momen dialog anak yang terasa sedikit kurang natural, tapi ini hanya goresan kecil di kanvas yang sudah sangat indah. Cerita memang sederhana, tapi justru itulah kekuatannya. Tidak semua film harus punya twist besar; kadang yang dibutuhkan hanyalah kehangatan tulus.

Secara keseluruhan, Na Willa berhasil mencetak skor tinggi di hatiku. Rating saya pribadi 9/10. Ia bukan hanya film yang bisa dilihat saat libur Lebaran tiba, tapi pengalaman yang bisa dinikmati berulang kali bersama keluarga. Bagi yang sudah membaca novelnya, adaptasi ini setia tapi tetap segar. Bagi yang baru, ini pintu masuk sempurna ke dunia Na Willa yang magis.

Kalau kamu mencari tontonan yang bikin hati penuh, senyum terus, dan sesekali terharu, segera datang ke bioskop. Na Willa tayang sejak 18 Maret 2026 dan masih ramai. Ajak anak, orang tua, atau pasangan. Karena film ini mengingatkan kita semua: dunia pernah terasa lebih indah saat kita masih kecil.

Jangan lewatkan kesempatan merasakan kembali keajaiban itu di layar lebar. Na Willa bukan sekadar film, tapi pelukan hangat dari masa lalu yang siap memeluk siapa saja yang mau masuk ke dunianya.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda