Ulasan

Tommy Shelby Kembali! Film Peaky Blinders: The Immortal Man Sajikan Fan Service yang Tajam

Tommy Shelby Kembali! Film Peaky Blinders: The Immortal Man Sajikan Fan Service yang Tajam
Poster film Peaky Blinders: The Immortal Man (IMDb)

Peaky Blinders: The Immortal Man (2026) adalah kelanjutan sinematik yang dinanti-nanti dari serial televisi ikonik Peaky Blinders (2013–2022) karya Steven Knight. Disutradarai oleh Tom Harper (Wild Rose) dan ditulis kembali oleh Knight, film berdurasi 112 menit ini membawa Thomas Shelby kembali ke Birmingham di tengah kekacauan Perang Dunia II.

Dengan Cillian Murphy yang kembali memerankan peran legendarisnya, film ini bukan sekadar episode panjang serial, melainkan penutup epik yang penuh grit, swagger, dan nuansa sejarah nyata. Bagi penggemar setia, ini adalah by order of the Peaky Blinders yang terakhir—sebuah perpisahan yang memuaskan sekaligus bittersweet.

Birmingham di Bawah Serangan Blitz dan Ancaman Tersembunyi

Salah satu adegan di film Peaky Blinders: The Immortal Man (IMDb)
Salah satu adegan di film Peaky Blinders: The Immortal Man (IMDb)

Sinopsis tanpa spoiler besar: Tahun 1940, Birmingham yang dibombardir Luftwaffe menjadi latar belakang utama. Tommy Shelby, kini mengasingkan diri di pedesaan dan menulis novel sambil dihantui hantu putrinya, Ruby, terpaksa kembali ke kota kelahirannya. Anaknya yang terasing terlibat dalam plot Nazi yang mengancam fondasi ekonomi Inggris.

Melibatkan pemalsuan uang pound sterling menggunakan tenaga kerja kamp konsentrasi, agen Nazi licik, dan misi rahasia berbasis peristiwa nyata, Tommy harus memilih antara masa lalunya yang kelam dan tugas menyelamatkan keluarga serta bangsa. Cerita mengeksplorasi tema warisan, trauma perang, dan keabadian seorang gangster yang tidak pernah bisa mati biasa.

Review Film Peaky Blinders: The Immortal Man

Salah satu adegan di film Peaky Blinders: The Immortal Man (IMDb)
Salah satu adegan di film Peaky Blinders: The Immortal Man (IMDb)

Cillian Murphy sekali lagi membuktikan mengapa ia adalah salah satu aktor terbaik era ini. Penampilan Tommy Shelby di sini lebih introspektif—penuh luka, opium, dan dialog-dialek Birmingham yang khas—namun tetap tajam seperti pisau silet. Murphy menghadirkan kedalaman emosional yang membuatku merasakan setiap hembusan rokok dan tatapan dinginnya. Barry Keoghan sebagai Duke Shelby (putra Tommy) memberikan energi baru yang gelisah dan ambisius, menciptakan ketegangan generasi yang menarik. Tim Roth sebagai agen Nazi, John Beckett, menjadi villain yang mengerikan dan karismatik, sementara Rebecca Ferguson memerankan dua karakter kembar (Kaulo dan Zelda) dengan misteri yang memukau. Para pemeran pendukung seperti Sophie Rundle (Ada Thorne), Stephen Graham, Ned Dennehy, dan Packy Lee tetap setia pada karakter asli, memberikan rasa nostalgia yang kuat. Ensemble cast ini berhasil membuat film terasa hidup dan penuh dinamika.

Secara visual, sinematografi George Steel mempertahankan estetika gelap dan stylish khas serial: jalanan berasap, pub Garrison yang ikonik, kanal Birmingham, dan gudang-gudang kumuh. Musik Antony Genn dan Martin Slattery, ditambah needle-drop lagu Nick Cave, semakin memperkuat atmosfer mencekam dan epik. Tom Harper sebagai sutradara berhasil menjaga ritme cepat meski durasi hanya 112 menit, kurasa ini terasa seperti episode ekstra panjang karena tidak banyak mengeksplorasi skala sinematik baru. Adegan aksi dengan granat, negosiasi tegang, dan konfrontasi keluarga tetap memukau, meski tidak se-eksplosif blockbuster Hollywood.

Tema utama film ini adalah keabadian Tommy Shelby—bukan secara harfiah, melainkan bagaimana legenda seorang gangster bertahan melampaui kematian, trauma, dan perang. Knight dengan cerdas mengaitkan cerita dengan sejarah nyata Operasi Bernhard Nazi, menjadikan film ini bukan sekadar gangster drama, tetapi juga refleksi tentang nasionalisme, pengkhianatan, dan harga ambisi. Bagi yang baru menonton tanpa serial asli, film ini cukup berdiri sendiri (self-contained), meski pengetahuan dasar tentang Shelby family akan membuat pengalaman jauh lebih kaya.

Kalau menurutku, sih, ini adalah penutup kisah Tommy Shelby dengan penuh grit dan karisma, The Immortal Man menjadi penutup yang memuaskan bagi Peaky Blinders, sekaligus mampu berdiri kuat sebagai cerita mandiri yang solid. Dan jujur, bisa dibilang penampilan Cillian Murphy memang luar biasa dan fan service-nya terasa pas serta menghibur, meskipun aku punya kritik lain yaitu kurang adanya elemen inovatif baru serta nuansa yang terasa seperti episode serial yang hanya diperpanjang menjadi format film. Secara keseluruhan, film ini tetap menjadi penutup yang pantas dan layak untuk sebuah saga yang telah begitu memengaruhi budaya pop selama lebih dari sepuluh tahun terakhir.

Kelebihan film ini jelas: ada pada akting kelas dunia, loyalitas terhadap DNA serial, dan ending yang memberikan closure tanpa terasa dipaksakan. Kekurangannya adalah kurangnya ambisi sinematik—tidak ada perubahan perspektif besar atau skala yang benar-benar film dibandingkan serial. Bagi penggemar hardcore, ini justru menjadi kelebihan; bagi penonton biasa, mungkin terasa repetitif.

Film ini tayang perdana terbatas di bioskop Inggris pada 6 Maret 2026 (setelah premiere di Symphony Hall, Birmingham pada 3 Maret 2026). Secara global, Peaky Blinders: The Immortal Man sudah bisa ditonton di Netflix mulai 20 Maret 2026. Nah, kamu bisa langsung streaming di Netflix Indonesia dengan subtitle dan dubbing yang tersedia. Hanya perlu langganan Netflix standar—tidak ada tambahan biaya, kok. Untuk penggemar di Surabaya atau seluruh Indonesia, ini adalah cara termudah menikmati film tanpa harus ke bioskop.

Jadi bisa kusimpulkan, Peaky Blinders: The Immortal Man adalah hadiah manis bagi penggemar yang telah menunggu empat tahun sejak akhir Season 6. Dengan Cillian Murphy di puncak performanya, cerita yang mengharukan, dan nuansa sejarah yang kuat, film ini berhasil menutup bab Tommy Shelby dengan gagah. Meski bukan masterpiece sinematik murni, ia tetap immortal dalam hati para Blinders. Dengan salam khas ala Peaky Blinders: tonton segera di Netflix, dan buktikan sendiri mengapa legenda Tommy Shelby tetap hidup abadi. Sláinte!

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda