Ulasan

Setiap Proses Harus Kita Nikmati: Membaca Remember Me & I Will Remember You

Setiap Proses Harus Kita Nikmati: Membaca Remember Me & I Will Remember You
Remember Me & I Will Remember You (Dok. Pribadi/Oktavia)

Remember Me & I Will Remember You karya Wirda Mansur adalah buku yang masuk wishlist aku sejak SMA. Dan baru bisa kubaca beberapa waktu yang lalu. Alasanku tertarik dengan buku ini juga tak lain karena penulisnya.

Sosok Wirda memang tangguh tapi sekaligus mudah disalahpahami karena kehidupan sosialnya. Tapi tak dipungkiri jika prinsip-prinsip yang ia pegang memang memotivasi. 

Diterbitkan oleh KataDepan pada 2019, buku ini membawa pesan sederhana tentang harapan tidak pernah benar-benar hilang selama seseorang masih melibatkan Allah dalam setiap aspek hidupnya.

Dengan ketebalan sekitar 286 halaman, buku ini tampil sebagai bacaan yang dekat dengan keseharian pembaca, terutama generasi muda. Dari segi visual pun, tampilannya lebih universal dibanding karya-karya Wirda sebelumnya, membuatnya terasa lebih inklusif untuk berbagai kalangan.

Isi Buku

Judul buku ini diambil dari ayat Al-Qur’an yang sangat populer, yakni Surah Al-Baqarah ayat 152: “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu.” Ayat ini menjadi fondasi utama dari seluruh isi buku. Wirda menjadikannya bukan sekadar kutipan, tetapi sebagai prinsip hidup yang terus diulang dalam berbagai konteks.

Tidak ada kondisi dalam hidup yang benar-benar buntu. Tidak ada masa depan yang sepenuhnya tertutup. Bahkan dalam situasi paling sulit sekalipun, selalu ada ruang untuk berharap, selama manusia tidak memutus hubungan dengan Tuhan.

Buku ini banyak berbicara tentang pentingnya mengingat Allah dalam segala keadaan. Bukan hanya saat sedih atau terpuruk, tetapi juga saat bahagia, sibuk, bahkan ketika segala sesuatu terasa baik-baik saja. Di sinilah letak kekuatan pendekatannya: spiritualitas tidak ditempatkan sebagai “jalan terakhir”, melainkan sebagai fondasi utama sejak awal.

Konsep ini sebenarnya sederhana, tetapi sering terabaikan. Banyak orang baru mendekat ketika berada di titik terendah, lalu perlahan menjauh saat keadaan membaik. Wirda mengajak pembaca untuk memutus pola itu, menjadikan ingat kepada Allah sebagai kebiasaan, bukan reaksi sesaat.

Selain soal spiritualitas, buku ini juga menyinggung mimpi dan harapan. Dalam narasinya, mimpi bukan sesuatu yang berdiri sendiri, tetapi harus selalu melibatkan Tuhan. Usaha dan doa diposisikan sebagai dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Menariknya, Wirda menekankan bahwa manusia tidak pernah tahu mana yang lebih dulu dikabulkan antara usaha atau doa. Karena itu, keduanya harus dijalankan secara bersamaan dan konsisten.

Pendekatan ini terasa relevan, terutama bagi anak muda yang sering berada di persimpangan antara idealisme dan realitas. Buku ini tidak menafikan adanya masalah, justru mengakui bahwa kesulitan adalah bagian dari proses. Namun kesulitan itu dipandang sebagai sarana pembentukan diri. Sesuatu yang justru menguatkan, bukan melemahkan.

Kelebihan dan Kekurangan

Di sisi lain, gaya penulisan buku ini sangat khas: penuh kalimat motivasi yang langsung dan mudah diingat. Ini menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Bagi pembaca yang mencari dorongan semangat, gaya ini terasa efektif.

Namun bagi yang menginginkan analisis mendalam atau pendekatan yang lebih kritis, buku ini mungkin terasa terlalu normatif.

Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa buku ini berhasil menyasar segmen pembaca tertentu dengan cukup tepat. Ia tidak berpretensi menjadi karya filosofis yang kompleks, melainkan ingin menjadi teman perjalanan. 

Hal menarik lainnya adalah bagaimana buku ini menekankan bahwa melibatkan Allah tidak harus menunggu momen besar. Bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun tugas harian, pekerjaan, atau aktivitas sederhana, kehadiran spiritual tetap penting.

Ini memberikan perspektif bahwa ibadah tidak selalu identik dengan ritual formal, tetapi juga bisa hadir dalam kesadaran sehari-hari.

Pada akhirnya, Remember Me & I Will Remember You adalah buku tentang optimisme yang berakar pada iman. Ia mengajak pembaca untuk tidak mudah menyerah, untuk terus memperbaiki diri, dan untuk tetap percaya bahwa setiap proses memiliki makna.

Buku ini mengingatkan bahwa perjalanan hidup tidak selalu harus cepat, tetapi harus tetap terarah. Dan arah itu, menurut Wirda, akan lebih jelas ketika manusia tidak berjalan sendirian.

Karena dalam keyakinan yang ia tawarkan, selama seseorang terus mengingat Tuhan, ia tidak pernah benar-benar sendiri.

Identitas Buku

  • Judul: Remember Me & I Will Remember You 
  • Penulis: Wirda Mansur
  • Penerbit: Kata Depan 
  • Tahun Terbit: 2019 
  • ISBN: 978-602-5713-87-3
  • Tebal: vi + 286 halaman
  • Genre: Motivasi Islam/Pengembangan Diri

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda