Ulasan

Review Serial Song of the Samurai: Aksi Pedang Brutal di Akhir Era Edo!

Review Serial Song of the Samurai: Aksi Pedang Brutal di Akhir Era Edo!
Salah satu adegan di serial Song of the Samurai (IMDb)

Song of the Samurai, yang dikenal dengan judul asli Chiruran: Shinsengumi Requiem, merupakan adaptasi live-action dari manga populer Jepang. Serial ini menghadirkan kisah dramatis dan penuh aksi tentang kelompok samurai Shinsengumi pada akhir periode Edo di Kyoto. Diproduksi oleh studio The Seven bekerja sama dengan TBS dan U-NEXT, serial ini tayang perdana secara internasional di HBO Max pada 9 Mei 2026.

Perjalanan Heroik Menuju Restorasi Meiji

Salah satu adegan di serial Song of the Samurai (IMDb)
Salah satu adegan di serial Song of the Samurai (IMDb)

Dengan latar belakang sejarah yang kaya, serial ini berfokus pada Hijikata Toshizo, seorang petarung jalanan yang direkrut ke dalam Shinsengumi—pasukan polisi rahasia yang setia kepada shogun. Ia membentuk ikatan persaudaraan mendalam dengan Kondo Isami dan Okita Soji.

Cerita mengeksplorasi tema kesetiaan, pengkhianatan, kehilangan, serta konflik internal dan eksternal di tengah perubahan era yang dramatis menuju Restorasi Meiji. Pendekatan berani dalam mereinterpretasikan sejarah samurai membuatnya menonjol sebagai drama periode yang stylish dan visceral.

Serial ini tersedia untuk ditonton di HBO Max mulai 9 Mei 2026, dengan 8 episode yang dirilis secara bertahap. Saat ini, beberapa episode awal sudah dapat diakses, termasuk dua episode pembuka. Tersedia subtitle dan dubbing dalam bahasa lokal di pasar tertentu. Rating usia 16+ atau TV-MA mencerminkan konten kekerasan intens dan tema dewasa.

Untuk penonton di Indonesia, pastikan langganan HBO Max aktif, karena ketersediaan regional mungkin berbeda. Serial ini diposisikan sebagai pengganti yang kuat untuk kamu penggemar Shgun, menawarkan aksi samurai autentik dengan produksi berkualitas tinggi.

Review Serial Song of the Samurai

Salah satu adegan di serial Song of the Samurai (IMDb)
Salah satu adegan di serial Song of the Samurai (IMDb)

Kurasa, serial ini berhasil menyeimbangkan elemen historis dengan fiksi dramatis. Hijikata, yang diperankan oleh Yuki Yamada, digambarkan sebagai sosok kasar namun penuh integritas, berbeda dari rekan-rekannya yang berlatar belakang dojo tradisional. Persahabatan dengan Kondo dan Okita menjadi inti emosional cerita, diuji oleh intrik politik, penyakit, dan perang saudara.

Dialog-dialog tajam dan chemistry antar aktor memperkuat kedalaman karakter, membuat penonton terikat secara emosional di tengah kekerasan yang brutal. Pendekatan ini menghindari romantisasi berlebihan terhadap kode bushido, sebaliknya menampilkan sisi manusiawi—keraguan, ambisi, dan pengorbanan—dengan nuansa yang matang.

Kekuatan utama Song of the Samurai terletak pada koreografi aksi yang luar biasa. Adegan pertarungan dirancang dengan presisi tinggi, menggabungkan keindahan gerakan samurai klasik dengan kekasaran gaya street fighting Hijikata. Pertarungan close-quarters sering kali brutal dan realistis: pedang bertemu daging, darah menyembur, dan gerakan cepat yang disertai suara dentingan logam serta napas berat. 

Salah satu adegan ikonik terjadi di episode awal, di mana Hijikata menghadapi musuh dalam ruang sempit, memanfaatkan lingkungan sekitar—meja, dinding, dan benda sehari-hari—untuk mendominasi lawan. Choreography-nya mengingatkan pada film-film klasik Akira Kurosawa, tapi dengan editing modern yang dinamis dan sinematografi yang imersif.

Adegan massal Shinsengumi dalam pertempuran jalanan Kyoto juga tak kalah epik, menampilkan formasi kelompok, serangan terkoordinasi, dan kekacauan perang yang mendebarkan. Kekerasan digambarkan secara grafis tapi artistik, menekankan bobot emosional setiap tebasan.

Ketika menonton serial ini, momen yang paling membekas dibenakku adalah konfrontasi Hijikata dengan Serizawa, yang penuh ketegangan emosional dan aksi mematikan. Adegan tersebut tidak hanya memamerkan skill bertarung, tetapi juga mengungkap lapisan pengkhianatan dan loyalitas yang rapuh.

Suasana Kyoto yang gelap, diiringi skor musik dramatis, menciptakan ketegangan yang luar biasa. Momen lain yang tak terlupakan adalah ikatan persaudaraan di dojo, di mana tawa ringan antar karakter kontras dengan ancaman kematian yang selalu mengintai. Flashforward ke masa depan juga menambah lapisan emosional, mengingatkanku akan warisan abadi Shinsengumi. Adegan-adegan ini meninggalkan kesan mendalam tentang harga dari kehormatan dan persahabatan di tengah gejolak sejarah.

Jadi bisa kusimpulkan, Song of the Samurai adalah pencapaian gemilang dalam genre jidaigeki. Dengan rating IMDb sekitar 8.1 serial ini wajib ditonton bagi penggemar sejarah Jepang, aksi samurai, dan drama berkualitas. Meski masih dalam season pertama, potensinya untuk menjadi klasik modern sangat tinggi. Panjang episode dan pacing yang solid membuatnya mudah untuk dibinge, meski adegan kekerasan mungkin kurang cocok untuk kamu yang sensitif. 

Serial ini tidak hanya menghibur melalui aksi spektakuler, tetapi juga mengajak refleksi tentang nilai-nilai universal seperti kesetiaan di era yang berubah. Sangat aku rekomendasikan untuk streaming di HBO Max. Yuk, segerakan nonton!

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda