Ulasan

Ulasan Film Hokum: Teror Supernatural di Penginapan Irlandia yang Mencekam!

Ulasan Film Hokum: Teror Supernatural di Penginapan Irlandia yang Mencekam!
Salah satu adegan di film Hokum (IMDb)

Hokum merupakan film horor supernatural yang disutradarai dan ditulis oleh Damian McCarthy, sutradara yang sebelumnya dikenal melalui karya-karyanya seperti Caveat dan Oddity. Film ini dibintangi oleh Adam Scott dalam peran utama sebagai Ohm Bauman, seorang novelis horor yang sukses namun penuh masalah pribadi. Hokum hadir sebagai perpaduan klasik antara haunted house story, folk horror Irlandia, dan elemen psikologis yang mendalam, dengan durasi sekitar 107 menit.

Novelis Horor yang Terjebak dalam Kutukan Masa Lalu

Salah satu adegan di film Hokum (IMDb)
Salah satu adegan di film Hokum (IMDb)

Sinopsis utama mengisahkan Ohm Bauman yang pergi ke sebuah penginapan terpencil di pedesaan Irlandia untuk menyebarkan abu orang tuanya, khususnya di lokasi bulan madu mereka dulu. Ia tidak menyadari bahwa penginapan tersebut dikabarkan dihantui oleh seorang penyihir yang mendiami kamar honeymoon suite. Kehadirannya memicu visi-visi mengganggu, hilangnya seorang tamu, serta konfrontasi dengan masa lalu gelapnya sendiri. Cerita berkembang dari misteri hilangnya seseorang menjadi perjalanan horor yang melibatkan folklore, trauma, dan kekuatan supranatural.

Secara keseluruhan, Hokum berhasil menjadi salah satu film horor terbaik awal tahun 2026. Bisa di bilang film ini sangat bagus karena atmosfernya yang mencekam, jump scares yang tepat waktu, serta pengembangan karakter yang kuat. Adam Scott memberikan penampilan terbaiknya hingga saat ini sebagai tokoh utama yang tidak sepenuhnya simpatik—seorang pria pemarah, alkoholik, dan egois—yang justru membuat cerita terasa lebih realistis dan relatable. Pendukung seperti Florence Ordesh, David Wilmot, dan Peter Coonan juga tampil memukau dalam membangun ketegangan antar karakter.

Ulasan Film Hokum

Salah satu adegan di film Hokum (IMDb)
Salah satu adegan di film Hokum (IMDb)

Sutradara Damian McCarthy sekali lagi membuktikan keahliannya dalam membangun ketegangan melalui sinematografi yang memanfaatkan ruang negatif, bayangan, dan POV karakter secara brilian. Penggunaan suara (sound design) menjadi salah satu kekuatan terbesar, dengan desain audio yang membuat penonton merasa terus diawasi. Visual hotel yang pengap, koridor gelap, dan elemen folklore Irlandia menciptakan suasana claustrophobic yang efektif, mengingatkan pada The Shining tapi dengan identitasnya sendiri yang kental akan cerita rakyat. Film ini tidak hanya mengandalkan jump scares murahan; ia membangun dread secara perlahan sebelum meledak menjadi momen-momen teror yang intens.

Film Hokum tayang perdana di bioskop Amerika Serikat pada 1 Mei 2026 melalui NEON. Di Indonesia, film ini resmi dirilis di berbagai jaringan bioskop seperti XXI, CGV, Cinema 21, Cinepolis, dan lainnya mulai Jumat, 22 Mei 2026. Saat ini, kamu dapat menyaksikannya di layar lebar dengan format 2D. Kusarankan untuk mengecek jadwal terkini melalui aplikasi atau situs resmi bioskop karena film horor seperti ini sering kali mendapat respon antusias di kalangan penonton lokal kita.

Salah satu adegan paling menyeramkan dalam Hokum adalah momen yang melibatkan dumbwaiter (lift makanan). Ohm berada di dalam ruang sempit tersebut sambil menghitung mundur, sementara kamera bergantian fokus pada wajahnya dan koridor gelap di depan. Ketegangan dibangun melalui suara desain yang mencekam—suara erangan dan tangisan samar yang semakin mendekat. Adegan ini memanfaatkan claustrophobia dan antisipasi dengan sempurna, membuatku sering kali memegang kursi atau menahan napas. Dan scene ini berhasil membuat penonton yang ada di bioskop berteriak atau meloncat di kursi bioskop.

Adegan lain yang tak kalah mengerikan adalah penampakan sosok ibu Ohm yang muncul secara tiba-tiba di belakangnya saat ia melintasi kamar honeymoon suite. Momen ini membuat Adam Scott sendiri berteriak saat syuting, dan di bioskop memicu reaksi kuat karena timing-nya yang presisi serta elemen emosional yang menyertainya—menggabungkan trauma pribadi dengan horor supranatural.

Sementara itu, adegan paling kuingat setelah nonton film ini adalah melibatkan bunny atau elemen visual aneh di tempat tidur, serta klimaks yang mengungkap hubungan antara masa lalu Ohm, hilangnya tamu, dan legenda penyihir. Adegan-adegan ini melekat karena tidak hanya mengejutkan secara visual dan auditori, tetapi juga memberikan payoff emosional yang kuat. Bisa dibilang film ini menyuguhkan efek nightmare fuel karena kemampuannya meninggalkan rasa tidak nyaman lama setelah kredit bergulir, terutama buat kamu yang sensitif terhadap tema grief, guilt, dan isolation.

Hokum bukan sekadar film horor biasa yang mengandalkan gimmick. Ia mengeksplorasi tema kesedihan, penebusan dosa, dan bahaya mengabaikan cerita rakyat. Kelemahan kecilnya terletak pada pacing di beberapa bagian tengah yang terasa sedikit lambat buat kamu yang mencari aksi nonstop, serta karakter utama yang sengaja dibuat tidak simpatik, sehingga aku pun kesulitan berempati. Akan tetapi, hal ini justru menjadi kekuatan naratif pada filmnya.

Overall, Hokum adalah rekomendasi wajib buat kamu pencinta horor yang mencari pengalaman teatrikal autentik—gelap, mencekam, dan memuaskan. Damian McCarthy semakin kokoh sebagai salah satu sutradara horor paling menjanjikan saat ini. Kalau kamu menyukai kombinasi atmosfer folk horror, jump scares berkualitas, dan cerita karakter yang mendalam, film ini akan memberikan kepuasan penuh. Tonton di bioskop untuk pengalaman maksimal ya, karena efek suara dan suasana gelap ruangan bioskop akan memperkuat terornya. Rating pribadi: 8.5/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda