Ulasan

Review Him: Hadirkan Body Horror Psikologis di Dunia Olahraga Profesional

Review Him: Hadirkan Body Horror Psikologis di Dunia Olahraga Profesional
Poster film Him (IMDb)

Film Him, disutradarai oleh Justin Tipping dan diproduksi oleh Jordan Peele melalui Monkeypaw Productions, merupakan sebuah thriller horror olahraga yang unik yang dirilis di bioskop pada 19 September 2025. Dengan durasi sekitar 96 menit dan rating R, film ini menggabungkan elemen horor psikologis, body horror, serta satire tajam terhadap budaya idolatrie dalam dunia American football. Dibintangi Tyriq Withers sebagai Cameron Cam Cade, Marlon Wayans sebagai Isaiah White, serta Julia Fox, film ini mengeksplorasi ambisi, pengorbanan, dan sisi gelap ketenaran di dunia olahraga profesional.

Ambisi Gelap di Balik Lapangan American Football yang Penuh Pengorbanan

Salah satu adegan di film Him (IMDb)
Salah satu adegan di film Him (IMDb)

Sinopsis cerita berfokus pada Cameron Cade, seorang quarterback muda berbakat yang telah mengabdikan seluruh hidupnya pada football. Menjelang NFL Combine, Cam diserang oleh penggemar fanatik yang tampak seperti maskot demonis, menyebabkan cedera otak serius yang mengancam kariernya.

Saat harapan pupus, ia menerima undangan pelatihan eksklusif dari idolanya, Isaiah White—quarterback legendaris delapan kali juara yang kini mendekati pensiun. Pelatihan berlangsung di kompleks terpencil di gurun Texas, sebuah tempat yang semakin terasa seperti penjara mewah.

Seiring berjalannya pelatihan intensif, ketenangan Isaiah berubah menjadi sesuatu yang lebih gelap. Cam mengalami halusinasi, suntikan misterius, dan tekanan psikologis yang ekstrem. Film ini secara bertahap mengungkap bahwa dunia football di sini bukan sekadar olahraga, melainkan ritual kuno yang melibatkan darah, kekuasaan, dan pengorbanan manusiawi demi menciptakan GOAT (Greatest of All Time) berikutnya. Elemen horor muncul melalui visualisasi cedera kepala, transformasi fisik, dan simbolisme pagan yang disisipkan dalam ikonografi football seperti maskot, helm, dan lapangan.

Review Film Him

Salah satu adegan di film Him (IMDb)
Salah satu adegan di film Him (IMDb)

Secara teknis, Him patut dipuji. Sinematografi Justin Tipping memanfaatkan pencahayaan dramatis, gurun yang luas, dan close-up intens pada tubuh serta ekspresi wajah, menciptakan atmosfer klaustrofobik meski latar terbuka. Score musik yang mencekam mendukung ketegangan, sementara akting Marlon Wayans menjadi sorotan utama—ia berhasil menyampaikan karisma yang berubah menjadi kegilaan dengan nuansa kompleks.

Tyriq Withers juga meyakinkan sebagai pemuda yang terjebak antara mimpi dan kenyataan mengerikan. Akan tetapi, kritikku mungkin perkara naskah yang terkadang membingungkan dan kurang mendalami beberapa tema, membuat film terasa seperti elevated horror yang ambisius namun tidak sepenuhnya koheren. Meskipun visually stunning tapi naratifnya agak goyah, dengan akhir yang berubah menjadi slasher penuh darah.

Film Him tersedia untuk dibeli atau disewa di Prime Video sejak 7 Oktober 2025. Saat ini, kamu bisa menyewa atau membeli versi digital melalui platform tersebut. Untuk streaming gratis dengan langganan Prime, kamu bisa langsung streaming karena sudah tersedia sejak April 2026 atau setelah periode eksklusif di platform lain seperti Peacock (Desember 2025/Januari 2026), sesuai pola distribusi Universal Pictures. Pastikan memeriksa update terkini di aplikasi Prime Video, karena ketersediaan regional dapat berbeda, termasuk di Indonesia sendiri.

Salah satu adegan paling dramatis adalah saat Cam mengalami serangan awal oleh maskot demonis di lapangan. Adegan ini menggabungkan jump scare efektif dengan visual cedera kepala yang grafis—darah, tulang, dan disorientasi yang disajikan melalui heat signature dan X-ray-like shots.

Ketegangan mencapai puncak ketika Cam sadar serangan itu mungkin bagian dari konspirasi lebih besar, memicu spiral halusinasi dan keraguan diri yang mendalam. Adegan ini tidak hanya mengejutkan secara visual, tapi juga menjadi metafor kuat tentang kerapuhan tubuh atlet di bawah tekanan ekstrem.

Untuk adegan yang paling kuingat saat nonton film ini adalah klimaks akhir yang brutal. Setelah duel mematikan dengan Isaiah, di mana Cam menggunakan helm sebagai senjata mematikan, film berubah menjadi revenge sequence penuh aksi horor. Cam menolak kontrak dari pemilik tim Saviors, lalu membantai mereka satu per satu dengan senjata improvisasi dari dunia football. Adegan ini penuh darah, simbolisme, dan katarsis—Cam berjalan keluar kompleks yang hancur, melewati cheerleader, menuju gurun dengan penampilan berdarah. Aku sendiri mengingatnya karena transisi dari horor psikologis ke slasher murni, sekaligus pesan akhir tentang penolakan terhadap sistem yang merusak. Adegan ini meninggalkan kesan kuat tentang harga ketenaran dan pilihan moral.

Secara keseluruhan, Him adalah film yang provokatif dan stylish, meski bukan tanpa kekurangan. Ia berhasil mengkritik budaya olahraga Amerika yang memuja pahlawan sambil mengorbankan manusia di baliknya. Buat kamu penggemar horor elevated seperti karya Peele atau film olahraga dengan twist gelap, film ini layak ditonton. Rating pribadi: 6.5/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda