Ulasan
Ulasan The Family Plan 2: Sisi Jenaka Mark Wahlberg yang Mengocok Perut!
The Family Plan 2 merupakan sekuel dari film aksi-komedi Apple TV+ tahun 2023 yang dibintangi Mark Wahlberg. Dirilis pada 21 November 2025, film ini disutradarai oleh Simon Cellan Jones dan ditulis oleh David Coggeshall.
Dengan durasi sekitar 105 menit, film ini melanjutkan petualangan keluarga Morgan yang penuh kekacauan, menggabungkan elemen komedi keluarga, aksi, dan sentuhan liburan Natal.
Film ini menawarkan hiburan ringan yang cocok untuk penonton yang menyukai formula Wahlberg: ayah suburban dengan masa lalu gelap yang kembali terungkap.
Babak Baru Mantan Pembunuh Bayaran yang Mencoba Hidup Normal Lagi

Plot berlangsung beberapa tahun setelah film pertama. Dan Morgan (Mark Wahlberg), mantan pembunuh bayaran yang kini menjalani kehidupan normal sebagai ayah keluarga dan pemilik perusahaan keamanan swasta, berusaha menciptakan momen berkualitas bersama istri Jessica (Michelle Monaghan), anak remaja Kyle (Van Crosby), anak kecil Max, dan putri sulung Nina (Zoe Colletti) yang sedang kuliah di London.
Ketika ayah kriminal Dan meninggal di penjara, Dan berharap bisa menikmati Natal bersama keluarga. Akan tetapi, rencana liburan ke London berubah menjadi mimpi buruk saat musuh tak terduga muncul: saudara tiri Dan, Finn Clarke (Kit Harington), yang haus kekuasaan atas warisan kejahatan ayah mereka.
Finn, yang digambarkan sebagai antagonis licik dan karismatik, memanfaatkan kunci digital untuk mengakses jaringan pembunuh bayaran serta aset keuangan keluarga.
Keluarga Morgan yang semula ingin menikmati liburan di London (dan kemudian Paris) terpaksa kembali berlari, bertarung, dan bekerja sama. Omar (Reda Elazouar), pacar baru Nina yang ahli parkour, ikut terlibat, menambah dinamika komedi.
Tema utama film ini adalah kekuatan ikatan keluarga di tengah krisis, di mana setiap anggota keluarga—dari hacker Kyle hingga Jessica yang tangguh—berkontribusi dengan keterampilan unik mereka. Elemen Natal memberikan latar yang hangat, kontras dengan kekerasan aksi, meski kadang terasa dipaksakan.
Ulasan Film The Family Plan 2

Secara keseluruhan, The Family Plan 2 mempertahankan nada ringan pendahulunya. Kekuatan terbesarnya terletak pada chemistry para pemeran utama.
Wahlberg kembali nyaman dalam peran ayah protektif yang sarkastik, sementara Monaghan memberikan keseimbangan emosional sebagai ibu yang tangguh. Harington menghadirkan ancaman segar sebagai saudara tiri yang penuh dendam, meski karakternya kurang mendalam.
Komedi keluarga sering mengandalkan trope klasik—remaja pemberontak, anak kecil lucu, dan momen awkward ayah dengan pacar anak—yang berhasil menghibur meski tidak inovatif. Sayangnya, plot terasa predictable, dengan twist yang mudah ditebak dan aksi yang kurang ambisius dibandingkan film pertama.
Yap! Aku menyebutnya forgettable dan terlalu aman, dengan durasi yang terasa panjang akibat pacing lambat di bagian tengah.
Film ini tersedia untuk streaming di Apple TV+ sejak tanggal rilis globalnya, 21 November 2025. Di Indonesia, penonton dapat mengaksesnya melalui aplikasi Apple TV+ dengan langganan aktif.
Film mendukung subtitle Bahasa Indonesia (SDH), sehingga sangat mudah dinikmati oleh penonton lokal. Tidak ada informasi penundaan rilis khusus untuk wilayah Asia Tenggara; konten Apple Original biasanya dirilis secara simultan. Saat ini, film sudah dapat ditonton kapan saja dengan langganan.
Ketegangan memuncak ketika Dan dan Finn terlibat baku hantam di atap bus tingkat yang membelah ramainya jalanan London. Di saat yang sama, fokus beralih ke keluarga Morgan yang sedang berjuang keras untuk melarikan diri.
Adegan ini penuh ketegangan karena melibatkan risiko tinggi terhadap warga sipil, tembakan sporadis, dan manuver parkour Omar yang memadukan aksi fisik dengan elemen komedi.
Kamera wide shot menangkap kekacauan kota, membuatku merasa was-was akan kecelakaan atau korban tak bersalah. Suara mesin bus dan teriakan penumpang menambah intensitas, sementara Dan harus melindungi keluarganya di tengah pertarungan brutal dengan saudara tirinya. Adegan ini menonjol karena menggabungkan aksi fisik mentah dengan taruhan emosional keluarga.
Bagian yang paling melekat di ingatanku dari film ini adalah momen klimaksnya, di mana terjadi aksi kejar-kejaran dan konfrontasi final di sebuah tempat terisolasi, seperti area urban Paris atau hotel yang sudah lama ditinggalkan.
Di sini, seluruh keluarga bersatu: Kyle menggunakan keahlian hacking untuk mengganggu sistem pengawasan Finn, Jessica dan Nina menunjukkan ketangguhan fisik, serta Max memberikan momen lucu yang meringankan suasana.
Pertarungan satu lawan satu antara Dan dan Finn diakhiri dengan elemen emosional tentang persaudaraan yang rusak, diikuti ledakan dan pelarian dramatis.
Adegan ini berkesan karena bukan hanya soal aksi, melainkan kulminasi tema keluarga—bagaimana orang biasa menjadi pahlawan saat melindungi satu sama lain. Visual Natal yang kontras dengan kekerasan membuatnya memorable, meski menurutku agak berlebihan sih.
The Family Plan 2 bukan film revolusioner, melainkan hiburan escapism yang menyenangkan untuk akhir pekan. Dengan rating PG-13 untuk aksi/kekerasan, bahasa, dan sedikit konten dewasa, film ini cocok untuk penonton remaja ke atas yang mencari tawa dan adrenalin ringan.
Skor IMDb sekitar 5.6 mencerminkan penerimaan rata-rata, tapi nilai hiburannya lebih tinggi bagi penggemar genre ini. Kalau kamu menyukai film pertama, sekuel ini memberikan kelanjutan yang solid, meski tidak melampaui ekspektasinya. Rating pribadi: 8/10.