Ulasan
Teori Konspirasi dan Friendship Manis dalam Anime Mr. Love: Queen's Choice
Niat mencari wallpaper cakep di Pinterest, aku justru menemukan banyak wallpaper keren nan menawan tentang game EVOL x LOVE. Dimana ada 4 cowok 2D keren yang konon bernama: Gavin, Victor, Kiro, dan Lucien. Jadilah aku googling dan ketemulah satu anime berjudul Mr. Love: Queen’s Choice.
Melansir Otakotaku, Mr. Love: Queen’s Choice alias Koi to Producer: EVOL x LOVE adalah anime yang diadaptasi dari otome visual novel mobile game yang dikembangkan oleh Papergames dan rilis sejak 14 Desember 2017 bagi pengguna IOS dan Android.
Adaptasi animenya sendiri melibatkan Munehisa Sakai selaku sutradara dan Kiyoko Yoshimura sebagai penulis, serta menggaet studio Mappa. Anime yang mengusung genre shoujo, romance, dan science fiction ini mulai tayang pada 16 Juli 2020 hingga 1 Oktober 2020 di beberapa jaringan seperti: TOKYO MX, BS-NTV, AT-X, dan Crunchyroll. Dengan total 12 episode, penonton disuguhi tentang teori konspirasi mengenai kekuatan supranatural, dan tatanan dunia baru.
Niat Nyari Sponsor, Malah Ditargetkan Organisasi Gelap
Mr. Love: Queen’s Choice mengisahkan seorang perempuan yang disini disebut sebagai Watashi (bahasa Jepang: aku) yakni sang heroin, yang berusaha menyelamatkan perusahaan entertainment-nya yang hampir bangkrut. Dia hendak mencari sponsor, sekaligus meluncurkan program show TV yang membahas teori konspirasi mengenai Evolver–manusia berkekuatan supranatural–sebagaimana catatan buku harian sang ayah.
Hingga dia bertemu dengan empat narasumber berwajah rupawan, yang ternyata adalah entitas Evolver terkuat dan diburu oleh organisasi underground bernama Black Swan.
Keempatnya adalah:
- Kiro: seorang idol populer sekaligus hacker misterius berjuluk Key, dan merupakan Evolver dengan skill hipnotis kuat,
- Gavin: seorang detektif kepolisian sekaligus kakak kelas SMA sang heroine, dan merupakan Evolver dengan skill telekinesis,
- Victor: seorang CEO perusahaan besar yang merupakan Evolver dengan skill manipulasi waktu, dan
- Lucien: seorang profesor saraf sekaligus ‘musuh dalam selimut’.
Perjumpaan sang heroin dengan keempat Evolver tersebut justru membawa mereka pada misteri kematian sang ayah sekaligus kepingan ingatan masa lalunya. Ditambah dengan pengejaran organisasi Black Swan kepada mereka, dan keterlibatan Lucien semakin menyemarakkan plot yang bikin bertanya-tanya.
Tone Warna Berubah dari Game ke Anime
Bagiku pribadi, ada perbedaan mencolok pada tone warna antara game dan anime. Pada game, karakter Victor dan Lucien memiliki tone warna dingin, sedangkan Gavin dan Kiro memiliki tone warna lebih hangat dan kalem. Sedangkan di anime, studio Mappa menyuguhkan tone hangat khasnya.
Meski begitu, untung saja sorot mata tiap-tiap karakter dibuat se-mesmerizing mungkin, terutama mata sayu penuh muslihat Lucien.
Sedangkan dari permodelan konflik dan alur mengenai pengejaran para Evolver demi membangkitkan Queen, hal ini justru mengingatkanku pada anime Diabolik Lovers: More Blood. Namun bedanya, Yui Komoro dibuat beneran menye-menye dan nggak berdaya sama sekali, sedangkan sang heroine disini didesain memiliki keberanian dan ketangguhan bertindak.
Mr. Love: Queen’s Choice juga menampilkan beberapa sisi gelap duniawi seperti: penelitian yang melibatkan anak-anak dalam misi pembangkitan kekuatan Queen untuk tatanan dunia baru, kekerasan mental termasuk KDRT dan bullying, hingga trauma mental yang mampu menghapus memori masa kecil.
Kalau boleh jujur, anime ini mencoba menyuguhkan luka dan rasa sakit yang senantiasa dibalut dengan sinematografi keren, dan karakter cowok-cowok keren. Makin diresapi, makin terasalah kesakitan dan penderitaan para karakter, terutama disini adalah Lucien ya. Sebab, dia harus kehilangan emosinya setelah menjadi objek percobaan sekaligus penelitian Black Swan.
Haruskah Main Game Dulu Sebelum Nonton Anime?
Aku sendiri belum pernah memainkan game otome ini, dan langsung memilih menonton animenya. Dan ya, menurutku ada banyak plot hole dan scene-scene yang menimbulkan tanda tanya.
Seperti scene Gavin yang berhasil kabur dengan luka parah dari pasukan kepolisian yang hendak membunuhnya karena identitasnya sebagai Evolver. Eh ujug-ujug dia muncul dengan seragam keren dan tergabung dengan pasukan militer yang membantu heroine. Aneh kemana lukanya? Siapa yang menolongnya? Rasanya macam…mak jegagik!
Termasuk juga yang terjadi pada Kiro yang tiba-tiba muncul dengan style rambut berbeda dan sikap dingin setelah diberondong peluru oleh pasukan Black Swan. Pun pertanyaanku terhadap keterlibatan Lucien dalam Black Swan. Dia ini berpihak ke siapa sih?! Mana pergerakannya ambigu dan penuh teka-teki lagi!
Keempat Evolver-nya Sama-sama Keren. Tapi, Lucien yang Paling Menawan
Meski begitu, aku salut pada para seiyu yang mampu membawakan suara tiap-tiap karakter dengan khas. Hisako Kanemoto terdengar kuat dan berdedikasi saat membawakan suara sang heroine. Nggak terdengar menye-menye, tetapi bukan tipe galak juga.
Tetsuya Kakihara terdengar kocak dan kebocahan saat menjadi seiyu Kiro. Cocoklah dengan kepribadiannya yang supel khas idol, dan kecintaannya pada potato chips. Kakihara terdengar macam adik bontot sih ya.
Lalu Tomokazu Sugita betulan memenuhi ekspektasi terhadap karakter Victor sebagai CEO perusahaan besar. Dengan anatomi bertubuh tinggi tegap, bersifat tsundere, dan bersuara berat nan dalam. Aku curiga Sugita aslinya CEO yang menyamar.
Kemudian Yuuki Ono menurutku kurang terdengar pedas mengingat Gavin pernah jadi bad boy di SMA. Tone suaranya masih terdengar agak ceria mirip Kiro, padahal menyimpan luka batin. Tetapi, justru sesuai dengan iris mata coklatnya yang terlihat manusiawi.
Untuk Daisuke Hirakawa, aku salut sekali pada perubahan tone dan nada suaranya dalam membawakan Lucien. Yang semula hangat penuh motivasi, eh langsung bertukar jadi villain penuh ancaman. Suara Hirakawa terasa menjiwai sorot mata Lucien yang kalem, teduh, dan sayu. Seperti betul-betul menyimpan luka. Dan itulah yang membuatku lebih suka pada Lucien.
Misteri dan Kode Monokrom
Karena diadaptasi dari game bergaya futuristik, anime ini secara gamblang menyuguhkan berbagai konflik futuristik juga, disamping isu Evolver dan kekuatan supranatural. Esensi misterinya disajikan perlahan, dan menimbulkan benang merah yang bertaut. Walau ya, dalam anime ada banyak plot hole menurutku.
Sedangkan isu reverse haremnya justru sangat tipis, tetapi anime ini tetap memiliki rating 16+. Walau mengusung misteri dan kode monokrom serta dibalut friendship kuat, aku tetap mengantuk di tengah-tengah episode. Anyway, aku memberikan nilai 7/10 buat anime ini. Sekian.
Identitas Anime:
Judul: Mr. Love: Queen’s Choice
Judul alternatif: Koi to Producer: EVOL x LOVE
Adaptasi: otome game by Papergames
Sutradara: Munehisa Sakai
Genre: shoujo, science fiction, romance
Rilis: 16 Juli 2020 - 1 Oktober 2020
Jaringan: TOKYO MX, BS-NTV, AT-X, Crunchyroll
Bahasa: Bahasa Jepang
Jumlah Episode: 12