Ulasan
Review Film Cocktail 2: Racikan Ego, Kesetiaan, dan Badai Asmara di Sisilia
Cocktail 2, yang dirilis pada 19 Juni 2026, merupakan kelanjutan spiritual dari film Cocktail (2012) yang sukses secara komersial.
Disutradarai oleh Homi Adajania, film ini dibintangi Shahid Kapoor sebagai Kunal, Kriti Sanon sebagai Ally, dan Rashmika Mandanna sebagai Diya.
Dengan durasi sekitar 148 menit, film bergenre romansa drama komedi ini mengusung tema hubungan modern, uji kesetiaan, dan komplikasi cinta segitiga dalam latar yang memukau.
Pelajaran Cinta dari Pantai Italia yang Indah

Cerita berpusat pada pasangan Kunal dan Diya yang telah menjalani hubungan hidup bersama selama lebih dari satu dekade. Mereka bahagia tanpa tekanan pernikahan, meski sering mendapat cibiran dari lingkungan sekitar. Untuk merayakan hubungan mereka, pasangan ini berlibur ke Sisilia, Italia.
Akan tetapi, kedatangan Ally, teman lama Diya yang penuh semangat dan bebas, mengubah segalanya. Diya, yang merasa insecure setelah sebuah komentar ringan, meminta Ally untuk menggoda Kunal sebagai uji kesetiaan.
Apa yang dimulai sebagai lelucon berubah menjadi kekacauan emosional yang mendalam, melibatkan persahabatan, hasrat, dan pilihan sulit.
Review Film Cocktail 2

Kurasa film ini unggul dalam aspek visual dan produksi. Lokasi syuting di Sisilia menghadirkan pemandangan pantai, matahari terbenam, dan arsitektur indah yang menjadi latar sempurna untuk romansa.
Sinematografi memanjakan mata, didukung kostum glamor, tata rias yang stylish, dan musik Pritam yang catchy, termasuk remake lagu-lagu klasik seperti Tum Hi Ho Bandhu.
Penampilan aktor utama juga kuat: Shahid Kapoor membawa kedalaman emosional pada karakter Kunal yang terjebak di tengah konflik, sementara Kriti Sanon mencuri perhatian dengan energi vivacious dan chemistry yang kuat. Rashmika Mandanna memberikan dukungan solid meski aksesnya terhadap dialog Hindi terkadang terasa kurang alami.
Overall, Cocktail 2 menawarkan hiburan ringan di paruh pertama dengan humor, lagu, dan chemistry antar karakter yang menyenangkan. Akan tetapi, paruh kedua bergeser ke drama yang lebih intens, kadang juga bertele-tele dan melodramatis.
Premis uji kesetiaan kuanggap kurang meyakinkan dan berulang, sehingga mengurangi kedalaman emosional. Kupuji karena estetika dan penampilan tapi kekurangannya ada pada plot yang tipis serta pacing yang lambat di bagian akhir.
Meski demikian, film ini berhasil sebagai hiburan teatrikal, terutama bagi penggemar rom-com Bollywood yang menyukai visual mewah dan konflik hubungan.
Film ini tayang serentak di Indonesia mulai 19 Juni 2026, sama dengan jadwal rilis di India. Penayangan tersedia di jaringan bioskop besar seperti XXI, CGV, dan Cinepolis di kota-kota utama termasuk Jakarta misalnya di Kelapa Gading XXI, Grand Indonesia CGV, Tangerang, Medan, dan lainnya.
Tiket advance sudah tersedia sebelum tanggal rilis, menandakan antusiasme penonton terhadap film Bollywood bergenre romansa.
Salah satu adegan paling dramatis dan berkesan adalah monolog Kunal di klimaks film. Dalam adegan ini, Shahid Kapoor menyampaikan penjelasan mendalam tentang cinta sejati dengan metafor lemari tua yang berantakan. Ia menggambarkan bagaimana hubungan jangka panjang mungkin tampak kacau dari luar, tetapi di dalamnya terdapat keteraturan dan pemahaman mendalam yang tak tergantikan. Adegan ini penuh emosi, dengan pencahayaan intim dan dialog yang menyentuh, menjadi puncak resolusi konflik segitiga. Kurasa ini sebagai momen yang membuat film ini terlihat masuk akal meski premis awalnya lemah, meninggalkan kesan mendalam tentang komitmen versus gairah sesaat.
Adegan lain yang tak kalah memorable adalah ketegangan emosional antara Diya dan Ally di Sisilia, di mana persahabatan mereka diuji oleh perasaan yang muncul. Suasana liburan yang semula ceria berubah tegang dengan dialog tajam, air mata, dan pilihan sulit, diiringi scoring musik yang dramatis.
Adegan-adegan bold Kriti Sanon, termasuk momen di pantai atau interaksi intim, juga sering dibahas karena keberaniannya dan kontribusinya pada dinamika karakter. Setelah menonton film ini, kamu akan membawa pulang refleksi tentang kepercayaan dalam hubungan, meski dibungkus hiburan yang glamor.
Jadi kesimpulannya, Cocktail 2 adalah tontonan yang memuaskan secara visual dan menghibur, meski tidak sepenuhnya inovatif. Ia mengingatkan bahwa cinta sering kali rumit, tetapi pilihan bijak dapat membawa kedamaian.
Sangat aku rekomendasikan buat kamu yang mencari escapism romantis di bioskop, terutama dengan sajian musik dan lokasi eksotis. Film ini berhasil mempertahankan semangat Cocktail asli sambil menyesuaikan dengan generasi baru penonton. Rating pribadi: 7/10.