Ulasan

Ulasan Drama Hometown Cha Cha Cha, Romansa Manis di Pesisir Desa Gongjin

Ulasan Drama Hometown Cha Cha Cha, Romansa Manis di Pesisir Desa Gongjin
Drama Korea Hometown Cha Cha Cha (mydramalist.com)

Di tengah dominasi drama Korea bertema metropolitan dengan konflik intensitas tinggi, kemunculan serial yang menyuguhkan kesederhanaan hidup pedesaan menjadi alternatif yang sangat dinantikan oleh khalayak penonton drama. Hometown Cha Cha Cha tayang di tvN dan Netflix pada paruh kedua tahun 2021 hadir sebagai representasi sempurna dari genre drama penyembuhan (healing drama).

Disutradarai oleh Yoo Je-won, yang dikenal lewat karya-karya populer seperti Oh My Ghost dan Hi Bye, Mama!, drama sepanjang 16 episode ini menyajikan kehangatan visual dan naratif yang sangat solid. Ditulis oleh Shin Ha-eun, proyek ini merupakan adaptasi modern dari film layar lebar tahun 2004 bertajuk Mr. Handy, Mr. Hong karya Kang Seok-beom dan Shin Jung-goo. 

Sinopsis Drama Hometown Cha Cha Cha

Alur cerita dimulai dengan potret kehidupan Yoon Hye-jin (Shin Min-a), seorang dokter gigi idealis yang bekerja di klinik terkemuka di kota metropolitan Seoul. Ketika mengetahui bahwa kepala klinik tempatnya bekerja sengaja memanipulasi rencana perawatan medis demi meraup profit berlebih dari pasien, Hye-jin memilih mengundurkan diri sebagai bentuk protes moral.

Namun, kemarahannya yang diluapkan di media sosial justru berujung pada pemboikotan karirnya oleh asosiasi klinik gigi di Seoul. Dalam kondisi batin yang tertekan, ia melakukan perjalanan impulsif ke Gongjin, sebuah kota pelabuhan kecil yang indah tempat ia pernah menghabiskan waktu bersama mendiang ibunya saat masih kanak-kanak. 

Setibanya di Gongjin, Hye-jin menghadapi serangkaian kemalangan beruntun, mulai dari ban mobil yang bocor, hilangnya koneksi telekomunikasi, hingga terseretnya sandal mahal kesayangannya oleh ombak pantai. Rentetan peristiwa buruk ini mempertemukannya dengan Hong Du-sik (Kim Seon-ho), pemuda lokal serabutan yang akrab disapa Kepala Hong oleh warga sekitar.

Du-sik adalah seorang pemuda cerdas, berpendidikan tinggi, namun memilih hidup minimalis dengan bekerja serabutan di bawah upah minimum harian demi melayani kebutuhan praktis komunitasnya. Menyadari tidak adanya fasilitas pelayanan medis gigi di Gongjin, Hye-jin melihat peluang bisnis dan memutuskan untuk menetap sementara guna mendirikan kliniknya sendiri. 

Interaksi awal antara Hye-jin dan warga Gongjin diwarnai oleh benturan budaya yang tajam. Kebiasaan Hye-jin yang kaku, pragmatis, sangat protektif terhadap privasi, serta mengutamakan standar higienitas perkotaan dianggap sombong oleh penduduk setempat yang terbiasa hidup komunal tanpa sekat privasi yang ketat. Ketika salah satu pidato keluhan Hye-jin tentang standar pelayanan desa tanpa sengaja disiarkan melalui mikrofon desa, seluruh warga mulai memboikot kliniknya.

Di titik kritis ini, Du-sik tampil sebagai mediator sosial yang membantu Hye-jin beradaptasi secara bertahap, membantunya memahami karakter unik masing-masing warga, hingga perlahan memenangkan kembali simpati masyarakat Gongjin. Dinamika hubungan ini semakin berkembang dengan kehadiran Ji Seong-hyun (Lee Sang-yi), seorang sutradara acara varietas sukses yang juga merupakan senior masa kuliah Hye-jin, yang datang ke Gongjin untuk mencari lokasi syuting baru. 

Kelebihan 

Keberhasilan narasi Hometown Cha Cha Cha bertumpu pada polaritas karakter utama yang saling bertolak belakang namun mampu beresonansi satu sama lain. Yoon Hye-jin tidak digambarkan sebagai pahlawan wanita komedi romantis yang sempurna tanpa cela.

Pada awal penayangan, ia menampilkan kecenderungan defensif yang wajar bagi seorang perempuan mandiri di kota besar, ia enggan berbasa-basi dengan orang asing, menjaga jarak fisik, dan merasa tidak nyaman ketika privasinya terusik oleh warga desa yang terlalu akrab. Kritik sosiologis menunjukkan bahwa sikap dingin Hye-jin bukanlah cerminan dari kesombongan, melainkan mekanisme perlindungan diri yang lumrah terbentuk di lingkungan urban yang kompetitif.

Sebaliknya, Hong Du-sik digambarkan hampir tanpa cela pada permukaan karakternya, seorang pelindung komunitas yang serba bisa dan menolak kapitalisme modern. Namun, di balik senyum lesung pipinya yang hangat, terdapat luka emosional masa lalu yang sangat berat, menjadikannya figur yang rapuh di balik topeng ketangguhannya. 

Salah satu aspek paling mengesankan yang membedakan Hometown Cha Cha Cha dari drama romansa sejenis adalah penulisan karakter pendukungnya yang sangat humanis. Komunitas Gongjin bukan sekadar dekorasi latar belakang, melainkan elemen esensial yang memicu perubahan internal pada diri Hye-jin. 

Di tengah tuntutan hidup yang serba cepat, suasana pesisir pantai Gongjin memberikan kesegaran visual melalui pencahayaan hangat, pemandangan laut yang tenang, serta tata artistik yang membangkitkan rasa rindu akan ketenangan.

Sinergi antara Shin Min-a dan Kim Seon-ho yang dijuluki sebagai "Duo Dimples" berhasil menghidupkan romansa dewasa yang matang, penuh komunikasi terbuka, dan jauh dari kesalahpahaman kekanak-kanakan yang biasa ditemui pada drama komedi romantis konvensional. 

Kekurangan

Kelemahan paling mencolok terletak pada penempatan iklan (PPL) yang sangat agresif dan tidak menyatu dengan lingkungan cerita. Di beberapa adegan, atmosfer pedesaan yang alami seketika rusak oleh transisi percakapan karakter yang mempromosikan spesifikasi fungsional mobil baru atau khasiat produk permen kesehatan tertentu secara verbal.

Setelah menyuguhkan atmosfer komedi romantis yang ringan dan jenaka selama belasan episode, pengungkapan trauma masa lalu Hong Du-sik terkait hilangnya sang sahabat, Park Jung-woo (Oh Eui-shik), dan rasa bersalahnya terhadap sang istri, Seon-ah (Kim Ji-hyun), dihadirkan secara mendadak layaknya hantaman keras. Pergeseran atmosfer yang terlampau cepat ini dinilai kurang matang dalam masa transisinya.

Kesimpulan 

Hometown Cha Cha Cha bukan sekadar tontonan yang biasa, melainkan sebuah pelukan hangat yang mengingatkan manusia modern untuk kembali memijak Bumi. Drama ini sukses membuktikan bahwa kebahagiaan sejati sering kali tersembunyi di balik hal-hal sederhana seperti, semangkuk sup hangat dari tetangga, obrolan ringan di pinggir pelabuhan, hingga keberanian untuk melepaskan beban ekspektasi sosial perkotaan yang melelahkan.

Melalui tawa, air mata, dan kebersamaan warga pesisir yang begitu menyentuh hati, drama ini patut menjadi salah satu rekomendasi drama untuk menemani akhir pekanmu.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda