Ulasan

Kimi Ni Todoke: Pentingnya Dukungan dan Lingkungan Sehat bagi Introvert

Kimi Ni Todoke: Pentingnya Dukungan dan Lingkungan Sehat bagi Introvert
Anime Kimi No Todoke (IMDb)

Selesai menonton web series To Two, aku lalu teringat pada sosok Sawako Kuronuma dari anime Kimi ni Todoke yang visualnya persis Seo Bo Rin. Bahkan gerak-gerik dan awkward-nya mirip!

Melansir laman Otakotaku, Kimi ni Todoke semula adalah manga karya Karuho Shiina yang tayang di majalah Bessatsu Margaret terbitan Shueisha pada tahun 2005-2017. Ceritanya mengusung genre romance, shoujo, dan friendship ala siswa SMA yang manis.

Kemudian mendapatkan kesempatan adaptasi jadi anime, dibawah arahan Hiro Kaburagi, yang melibatkan Yuka Shibata sebagai desain karakter dan studio Production I.G. Anime ini lantas ditayangkan di saluran Nippon Television Network pada musim gugur 2009, atau tepatnya pada 7 Oktober 2009 - 31 Maret 2010 dengan total 25 episode.

Jurig ‘Sadako’ Berjumpa Pangeran Kazehaya

Kimi ni Todoke sendiri mengisahkan siswi SMA bernama Sawako Kuronuma yang pendiam, kikuk, dan selalu dijauhi oleh teman-teman. Hal ini dikarenakan penampilannya yang aneh dan suram, dengan rambut hitam panjang dan poni lurus. Sawako sendiri termasuk introvert, dan sulit mengekspresikan dirinya, sehingga sulit berinteraksi dengan murid lain.

Hal inilah yang membuatnya dijuluki Sadako, yakni tokoh hantu dari film The Ring. Pun, banyak rumor yang beredar bahwa dia mampu melihat hantu betulan.

Hingga, perkenalannya dengan siswa populer bernama Shouta Kazehaya pun sukses memutarbalikkan kehidupannya. Dunia Sawako yang semula suram, perlahan menemui cahaya. Kesan ngeri yang dilekatkan oleh teman-temannya pun, perlahan mengelupas bak poster-poster tua.

Murid Pendiam Kadang Memiliki ‘Keistimewaan’

Dari awal, aku sudah kepincut pada sosok Sawako sebetulnya. Bukan karena dia adalah tokoh utama, melainkan karena visualnya yang menurutku keren. Tipe siswi pendiam yang memiliki rambut panjang, kikuk dan sulit mengekspresikan diri, tetapi menyimpan banyak topik pembicaraan yang seru. Visual inilah yang kemungkinan diadaptasi oleh Seo Borin dari web series To Two asal Korea Selatan.

Selain itu, chemistry Sawako dengan Shouta sukses mengingatkanku terhadap kawan-kawan di masa SMA. Aku ingat betul ada salah satu teman yang merupakan siswi pendiam, dan memiliki rambut panjang. Yang pernah dekat dengan seorang siswa yang juga sebelas dua belas dengan Shouta. Topik pembicaraan mereka selalu unik dan ekspresif, tanpa menyinggung pihak-pihak tertentu.

Hal inilah yang membuatku percaya bahwasanya seseorang yang pendiam pasti memiliki suatu keistimewaan tersendiri. Entah sudut pandang lain, jalan berpikir yang unik, hingga topik bahasan yang menawan. Namun, mereka perlu didukung dan diyakinkan bahwa situasinya aman lebih dahulu. Sebab, sifat defensif mereka pastilah tinggi sekali.

Anime yang Mengemas Konflik Batin Jadi Menawan

Kimi ni Todoke bagiku nggak hanya mempopulerkan romansa tipis ala murid SMA semata, melainkan skema sosialisme yang kadang kejam. Dari sikap suka menjudge orang lain, pengucilan tanpa sebab, hingga kehadiran sosok lain yang sangat berjasa.

Di satu sisi, aku menikmati plot karya Karuho Shiina yang hangat, tetapi di sisi lain juga terpukau dengan desain karakter ala Yuka Shibata dan studio Production I.G yang warm dan juga colorful yang bikin ingat Yubisaki to Renren.

Pun Mamiko Noto berhasil membawakan tone nada kikuk khas Sawako, yang dipenuhi keraguan. Termasuk pada ekspresi kaget Sawako, ataupun wajah meme-nya yang lumayan menyembunyikan kecantikan alaminya. Sementara Daisuke Namikawa dalam peran seiyu terhadap Shouta, di telingaku terdengar mirip Kensho Ono sebagai seiyu Kuroko Tetsuya dari anime Kuroko no Basket. Walau disini, Daisuke jauh lebih ekspresif karena karakter yang dia bawakan memang nggak sependiam Kuroko.

Baper di Bawah Langit Berbintang

Kimi ni Todoke sebetulnya fokus pada friendship dan kepercayaan terhadap orang lain yang mulai dipertanyakan semenjak bangku SMA. Walau dalam real life, hal ini betulan susah mengingat manusia itu kompleks sekali. Namun, demikianlah anime ini mencoba memberikan solusi praktis.

Terlepas dari itu, terdapat goresan romansa antara Sawako dengan Shouta yang dijelma sebagai momentum sahabat jadi cinta. Suatu plot khas, yang selalu sukses bikin penonton berdebar-debar. Jujurly, yang paling berkesan buatku adalah momen ketika mereka berdua berdiri di bawah langit malam berbintang. Dengan Shouta yang mengungkapkan rasa.

Anime ini sebaiknya ditonton oleh usia 15 tahun ke atas, mengingat adanya perbedaan budaya di negara kita dengan negara asal anime. Meski begitu, alurnya yang warm, minus konflik berat, dan beberapa scene memeable maupun scene ala wallpaper ciamik, patutlah mendapatkan nilai 8/10. So, kamu berminat nonton?

Identitas Anime

Judul: Kimi ni Todoke

Adaptasi: manga karya Karuho Shiina dari majalah Bessatsu Margaret terbitan Shueisha 2005-2017

Sutradara: Hiro Kaburagi

Desain Karakter: Yuka Shibata

Studio: Production I.G

Rilis: 7 Oktober 2009 - 31 Maret 2010

Saluran: Nippon Television Network

Negara Asal: Jepang

Bahasa: Bahasa Jepang

Jumlah Episode: 25

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda