Ulasan

Kebenaran yang Dikubur dan Bungkamnya Masyarakat dalam Film Tanah Sengketa

Kebenaran yang Dikubur dan Bungkamnya Masyarakat dalam Film Tanah Sengketa
Poster Film Tanah Sengketa (Cinema21)

Melupakan sering dianggap sebagai jalan tercepat untuk berdamai. Perkataan, "Sudah, ikhlaskan saja," atau “nggak usah diungkit lagi’ terdengar bijak. Namun, benarkah semua luka bisa selesai hanya karena waktu berlalu?

Hal itulah yang terus mengganggu selepas menyaksikan Film Tanah Sengketa, horor-misteri produksi Ocean Production yang resmi tayang di bioskop Indonesia pada 25 Juni 2026. 

Disutradarai sekaligus diproduseri Muda Saleh dengan naskah yang ditulis bersama Sadly Fafa Rachman. Film ini dibintangi Dara Rizki Ruhiana (Dara The Virgin), Awan Reyhan, Marlene Sheryl, Boy Crosby, Dewi Sartika, hingga Mita The Virgin.

Tanah Sengketa mengikuti kisah Yuni yang diperankan Dara Rizki Ruhiana (Dara The Virgin), mahasiswi yang datang ke Kampung Degong untuk melakukan penelitian sekaligus mendirikan Taman Belajar Gratis bagi anak-anak desa. Niat baiknya mendapat penolakan dari warga yang tertutup dan curiga terhadap orang luar. Penentangan paling keras datang dari Pak Kades (Boy Crosby) dan Bu Inem (Dewi Sartika) yang melarang Yuni mendekati sebidang tanah lapang yang selama ini dipercaya angker.

Merasa ada sesuatu yang disembunyikan, Yuni tetap melanjutkan misinya. Bersama Raka (Awan Reyhan), pemuda desa yang perlahan memilih membantunya, Yuni mulai menyelidiki misteri di balik tanah tersebut. Sejak itu, berbagai kejadian supranatural terus menghantui mereka. 

Tulisan-tulisan misterius bermunculan, gangguan gaib semakin sering terjadi, hingga sosok Sulastri (Marlene Sheryl) berulang kali menampakkan diri seolah-olah ingin mengungkap sebuah pesan yang belum tersampaikan.

Penyelidikan Yuni dan Raka membawa mereka menemukan dokumen lama serta sebuah liontin tua yang menjadi petunjuk penting. Dari situlah, perlahan terungkap, tanah yang selama ini diketahui sebagai lokasi angker ternyata menyimpan sejarah kelam berupa kejahatan besar yang sengaja ditutupi selama bertahun-tahun.

Sejak saat itu, perjuangan Yuni bukan hanya menghadapi teror supranatural, tapi juga membongkar rahasia yang selama ini dipendam warga Kampung Degong, meski setiap langkahnya dihujami ancaman dan risiko yang semakin besar.

Misteri dan kejahatan macam apa yang menyelimuti Tanah Sengketa? Sobat Yoursay lebih baik nonton sendiri untuk merasakan impresi paling jujur dari film ini. 

Pembungkaman dan Kebenaran yang Dikubur

Poster Film Tanah Sengketa (Cinema21)
Poster Film Tanah Sengketa (Cinema21)

Bagiku, inti cerita film ini bukan sekadar tentang keberadaan makhluk gaib. Yang lebih menarik adalah bagaimana rasa takut bisa membuat sekelompok orang memilih diam, bahkan ketika mereka tahu ada sesuatu yang nggak beres.

Kebiasaan bungkam bukanlah hal yang asing dalam kehidupan nyata. Di banyak tempat, menjaga nama baik kelompok, keluarga, atau lingkungan sering dianggap lebih penting ketimbang mengungkap fakta yang sebenarnya. Orang-orang percaya, selama nggak ada yang membicarakannya, masalah akan hilang dengan sendirinya. Padahal, kenyataannya nggak sesederhana itu.

Kebenaran yang dikubur nggak lenyap begitu saja. Kebenaran hanya menunggu waktu untuk muncul kembali dalam bentuk yang berbeda.

Film Tanah Sengketa memperlihatkan bagaimana mitos tentang ‘tanah angker’ perlahan menjadi pagar yang menghalangi siapa pun untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tanpa disadari, rasa takut terhadap hal-hal mistis berubah menjadi alat yang menjaga rahasia tetap terkubur. Mitos akhirnya bukan sebatas cerita turun-temurun, melainkan benteng yang membuat masyarakat enggan mempertanyakan masa lalu.

Fenomena seperti ini sebenarnya nggak jauh dari kehidupan sehari-hari. Nggak sedikit kasus yang berhenti di tengah jalan karena orang-orang memilih diam. Alasannya bermacam-macam, mulai dari takut memicu konflik, khawatir merusak nama baik, hingga merasa persoalan lama nggak perlu lagi dibahas. Padahal, keheningan bukan berarti keadilan telah tercapai.

Justru ketika masyarakat memilih bungkam, ruang bagi kebenaran menjadi semakin sempit.

Film Tanah Sengketa juga mengingatkan pada kita, orang yang berusaha mencari fakta seringkali dipandang sebagai pembuat masalah. Yuni datang dengan niat membantu, lebih lanjut pun mencari jawaban, tapi mendapat penolakan. Situasi seperti ini sangat relevan dengan kehidupan nyata. Seringkali seseorang yang mengajukan pertanyaan dianggap mengusik ketenangan, padahal yang dia lakukan hanyalah berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Menurutku, menjaga kedamaian dengan menyembunyikan kenyataan bukanlah solusi. Kedamaian yang dibangun di atas rahasia hanya akan bertahan selama nggak ada yang berani membuka pintunya. Ketika pintu itu akhirnya terbuka, persoalan yang muncul bisa menjadi lebih besar karena dibiarkan menumpuk selama bertahun-tahun.

Inilah mengapa horor dalam Film Tanah Sengketa terasa berbeda. Film ini memang menghadirkan sosok gaib dan suasana mencekam, tapi ketakutan yang paling membekas berasal dari pilihan manusia untuk memelihara kebungkaman. Teror supranatural mungkin hanya berlangsung selama film diputar, tapi budaya diam dapat meninggalkan dampak yang jauh lebih panjang.

Menghadapi kebenaran memang nggak pernah mudah. Akan selalu ada risiko, penolakan, bahkan rasa takut. Meski begitu, membiarkan rahasia terus terkubur juga bukan pilihan yang benar. Sebab, selama masyarakat lebih memilih bungkam daripada jujur, yang menghantui bukan hanya masa lalu, melainkan juga masa depan. Dan mungkin, itulah horor yang sesungguhnya.

Sobat Yoursay sudah nonton Film Tanah Sengketa?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda