Ulasan

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya
Novel Game Over (Gramedia)

"Kamu tahu? Jadi dewasa, pintar, dikagumi banyak orang, hebat, sukses... itu semua gampang. Yang susah itu bangkit dari keterpurukan, tetap maju meskipun pilihan kamu salah. Dan tetap hidup meskipun kamu tidak punya alasan untuk hidup lagi." (Game Over, halaman 235).

Game Over merupakan salah satu novel romansa karya Valerie Patkar yang diterbitkan oleh penerbit Bhuana Ilmu Populer. Seperti novel-novel karya Valerie Patkar pada umumnya, novel kali ini juga menyajikan kisah dengan konflik emosional yang relate dengan kehidupan sehari-hari maupun hal-hal yang ada di sekitar kita.

Novel yang memiliki tebal halaman kurang dari 300 halaman ini banyak mengajarkan tentang bagaimana merasa cukup, menikmati hidup, dan menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Meskipun memiliki genre utama romansa, ada banyak hal yang bisa diambil pelajaran dari kisah Glendy yang seadanya dan Jeara yang penuh akan ekspektasi dengan kata seandainya. 

Sinopsis Novel Game Over

Game Over mengisahkan tentang Glendy Adijunior yang memiliki sikap ramah ke siapa aja, lucu, dan selalu bikin orang di sekitarnya terhibur dan tertawa. Glendy ini juga suka main game Dota, tapi nggak suka sama sekolah, apalagi belajar. Suatu hari di bangku SMP, Glendy bertemu dengan Jeara, seseorang yang kepribadiannya sangat berbanding terbalik dengannya.

Jeara anak yang sangat berprestasi, komunikasinya bagus, dan sangat berprinsip tentang tujuan hidupnya. Jeara bahkan sudah membuat rencana yang detail untuk masa depannya, berbanding terbalik dengan Glendy yang hanya menjalani hidup untuk hari ini tanpa perlu memikirkan hari esok. Anehnya, ada sesuatu yang ada di diri Jeara yang membuat Glendy memutuskan untuk terus mendekatinya. Ia bahkan rela untuk belajar mati-matian agar bisa sekelas dengan Jeara di kelas sembilan yang saat itu diatur berdasarkan rangking.

Tanpa terasa, waktu kian berlalu dan Glendy berhasil dekat dengan Jeara dan menjadi kekasih dari gadis itu. Meskipun ia tidak suka belajar, tapi kalau soal membahagiakan orang lain, Glendy adalah orang yang jago dalam hal itu. Hubungan Glendy dan Jeara telah berjalan selama 8 tahun lamanya, dari mereka masih berada di bangku sekolah hingga berada di bangku kuliah. Glendy masih sama seperti yang Jeara kenal, suka main ke rumahnya, antar jemput gadis itu ke mana pun ia pergi, dan masih suka membuat orang-orang di sekitarnya tertawa. 

Namun, semakin lama waktu yang dihabiskan, Jeara mulai merasa lelah dengan hubungan yang mereka jalani. Glendy masih sama seperti dulu, masih suka main-main tanpa memikirkan nilai-nilai kuliahnya yang anjlok, masih suka main game sampai lupa waktu, hingga lelaki itu tidak mengingat anniversary hubungan mereka seperti yang dialkukan oleh pasangan lain, bahkan Jeara juga berpikir bahwa selama ini mungkin hanya dirinya saja yang berjuang dalam hubungan mereka. Semakin lama menjalani hubungan dengan Glendy, tanpa sadar Jeara memiliki ekspektasi yang lebih terhadap lelaki itu, dan kata seandainya sering kali muncul di benak gadis itu. 

Sampai akhirnya, titik balik menimpa kehidupan Glendy yang apa adanya. Cobaan datang berkali-kali dari pihak keluarganya, mulai dari adik hingga orang tuanya, membuat Glendy akhirnya sadar bahwa ia tidak bisa lagi membahagiakan Jeara seperti yang dilakukannya kepada gadis itu dulu. Ia pun akhirnya tidak mempunyai pilihan untuk melepaskan Jeara, salah satu orang yang paling berharga di hidupnya.

Kelebihan dan Kekurangan Novel

Selain konflik emosional yang relate dengan kehidupan sehari-hari, salah satu ciri khas Valerie Patkar dalam menuliskan sebuah novel adalah gaya narasi yang dituliskan sangat puitis sekaligus ringan membuat para pembaca cepat mudah terhanyut oleh diksi yang digunakan oleh penulis itu. Dalam novel ini, sudut pandang yang dituliskan merupakan sudut pandang orang pertama dan di setiap babnya diselingi dengan sudut pandang Glendy dan Jeara. 

Novel ini memiliki genre romansa fiction yang tidak hanya membahas kisah percintaan dua orang tokoh utama saja, di dalamnya juga membahas tentang persahabatan dan kekeluargaan di dalamnya. Novel ini juga banyak mengandung pesan moral yang diceritakan dari berbagai kisah antara kehidupan Glendy, Jeara, dan keluarga Glendy dengan menampilkan sudut pandang yang lebih mendalam, membuat para pembaca ikut merasakan perasaan yang dimiliki oleh setiap karakternya.

Meskipun memiliki alur dan kisah yang begitu epik, di bagian akhir novelnya seperti terkesan buru-buru untuk diselesaikan. Ada berbagai plot hole dan adegan menggantung di dalam novel ini, seperti percakapan terakhir antara Glendy dan mama Jeara yang terkesan menggantung di akhir, serta kehidupan Jeara di Yogyakarta dalam mengurus Yayasan Biru akan lebih baik dijabarkan lebih detail tentang kesedihan yang dialami gadis itu setelah putus hubungan dengan Glendy.

Jika para pembaca menyukai novel dengan konflik emosional yang menyentuh hati, banyak pesan moral, dan diksi yang indah, maka novel ini bisa dijadikan salah satu rekomendasi untuk dibaca. Namun, jika para pembaca kurang menyukai alur novel yang terlihat buru-buru untuk diselesaikan, maka novel ini bisa dijadikan pertimbangan lagi jika ingin membacanya.

Identitas Novel

  • Judul: Game Over
  • Penulis: Valerie Patkar
  • Tahun Terbit: Februari 2020
  • Penerbit: Penerbit Bhuana Ilmu Populer
  • Tebal: 288 halaman
  • ISBN: 9786232167735
  • Genre: Romance Fiction

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda