Ulasan

Single Mom Melawan Stigma Janda Lemah: Bagaimana Irene Mengubah Luka Menjadi Kekuatan?

Single Mom Melawan Stigma Janda Lemah: Bagaimana Irene Mengubah Luka Menjadi Kekuatan?
Single Mom (Dok. Pribadi/Chairun Nisa )

Saat mendengar istilah single mom, sering kali pikiran kita langsung tertuju pada narasi klise yang penuh dengan kesedihan, kemiskinan, atau bahkan stigma miring yang tidak adil. Namun, novel karya Nukita yang diterbitkan oleh Galaxy Media pada tahun 2020 ini sukses menampar semua stigma tersebut dengan gaya bercerita yang segar, jujur, dan sangat menghibur. Melalui sosok Mamah Irene, kita diajak menyelami realitas kehidupan seorang ibu yang tidak hanya kuat, tetapi juga punya sisi galak yang menggemaskan saat berhadapan dengan tiga anak kembar laki-lakinya.

Mengenal Irene dan "Trio J" yang Bikin Darah Tinggi

Irene bukanlah sosok ibu yang bisa disepelekan. Lahir sebagai anak orang kaya, ia adalah potret perempuan mandiri yang harus membesarkan tiga anak kembar cowoknya, yakni June, Jeka, dan Jae, seorang diri setelah ditinggal sang suami sejak anak-anaknya masih sangat kecil. Bayangkan, Irene oke-oke saja saat anak-anak dengan wajah tampan itu dinamai Junedi, Jeka, dan Jaenal. Bagi Irene, nama-nama tersebut sungguh tidak keren dan sangat jauh dari ekspektasinya. Ia hanya bisa pasrah menerimanya, meski sering kali ia merasa ingin menepuk jidat setiap kali harus memanggil nama-nama itu di depan publik.

Membesarkan tiga remaja laki-laki sekaligus tentu bukan perkara mudah. Irene harus menghadapi segala jenis kenakalan khas remaja laki-laki. Mulai dari masa pembagian rapor yang selalu menjadi momen horor karena rentetan laporan dari wali kelas, hingga aksi gelut atau jambak-jambakan dengan seorang gadis yang justru berakhir dengan mereka berpacaran. Lucunya, saking mendambanya Irene untuk memiliki anak perempuan, ia justru lebih menyayangi pacar anaknya tersebut sampai-sampai ketiga anak kembarnya merasa cemburu. Hubungan ini digambarkan begitu natural dan penuh dengan komedi situasi yang membuat pembaca sering kali tertawa sendiri.

Kehidupan Sehari-hari yang Penuh Aturan Kreatif

Meskipun Irene adalah seorang konglomerat yang berkecukupan, ia bukanlah ibu yang mau memanjakan anak-anaknya secara berlebihan. Jika Trio J ini mulai ngelunjak atau melanggar aturan, Irene tidak segan-segan menyita aset berharga mereka, seperti laptop gaming kesayangan.

Salah satu bagian paling lucu adalah kehidupan sehari-hari mereka. Bayangkan saat bulan puasa, Irene sampai harus menggembok kulkas dan menyembunyikan galon air agar anak-anaknya tidak berbuka sebelum waktunya. Bahkan saat salat tarawih, posisi duduk ketiganya diatur sedemikian rupa agar dekat dengan guru ngaji atau Pak RT, lengkap dengan sandal yang dibungkus plastik agar mereka tidak kabur saat tengah ibadah.

Di balik kekacauan tersebut, Irene adalah sosok yang agamis dan sangat protektif. Saat harus pergi ke luar kota, ia memberikan aturan yang cukup ketat agar anak-anaknya tidak terjerumus pergaulan bebas, seperti dilarang tawuran, dilarang minum alkohol, tidak boleh makan babi, hingga larangan menyewa wanita. Bagi Irene, mendidik anak adalah tugas utama, meski ia harus melakukannya di tengah kesibukan mengelola bisnis dan rumah tangga.

Konflik yang Menyentuh: LDR, Pengkhianatan, dan Kebahagiaan Baru

Di balik layar yang penuh tawa, sebenarnya ada kisah yang cukup kelam atau dark. Irene harus berurusan dengan trauma masa lalu akibat suaminya yang berselingkuh saat mereka masih menjalani hubungan jarak jauh (long distance relationship). Momen puncak yang paling tidak terlupakan adalah saat keluarga ini berencana mudik ke rumah nenek, namun malah kebablasan dan berakhir di rumah mantan suaminya.

Pertemuan kembali itu diwarnai dengan aksi jaga image yang lucu. Ternyata, mantan suami Irene pun sudah ditinggal oleh selingkuhannya dulu. Di saat yang sama, Irene sebenarnya sedang dekat dengan seorang pria lain, yakni sosok om-om tampan yang level pesonanya bahkan bisa membuat ketiga anaknya kebakaran jenggot dan menyusulnya sampai ke Korea. Meski banyak adegan yang memancing tawa, tak jarang pembaca akan dibuat berurai air mata saat melihat sisi rapuh Irene dan perjuangan anak-anaknya untuk melindungi sang ibu.

Pada akhirnya, status single mom yang disandang Irene berakhir manis. Meski dulu ia harus berjuang sendirian, Irene berhasil membentuk keluarga yang tangguh. Ketiga anak kembarnya yang sangat hobi membuat ulah dan meminta fasilitas Wi-Fi per kamar ternyata adalah garda terdepan yang paling siap pasang badan jika ada yang berani menyakiti ibu mereka.

Kisah cinta Irene pun mencapai babak baru yang tidak terduga. Ia akhirnya melabuhkan hati pada pria pilihannya, meski awalnya ketiga anak kembarnya kompak melakukan aksi protes. Lucunya, mereka sampai nekat menuntut surat perjanjian di atas meterai, hanya karena cemburu berat melihat calon ayah baru mereka jauh lebih tampan daripada mereka bertiga!

Hal yang membuat buku ini terasa sangat dekat adalah selera tontonan keluarga Irene yang sangat relatable. Penulis dengan cerdas menyisipkan referensi tontonan keluarga mereka yang ikonik. Hari-hari mereka seolah hidup dalam drama, mulai dari sinetron favorit sekitar tahun 2018 seperti Berkah Cinta, Anak Langit, hingga Tukang Bubur Naik Haji. Tidak hanya sinetron lokal, mereka juga penggemar berat drama Korea, terutama yang dibintangi pasangan ikonik Song Hye-kyo dan Song Joong-ki. Adegan-adegan ala sinetron dan drakor yang disisipkan penulis ini sukses menambah kesan jenaka dan membuat pembaca merasa sedang menonton drama keluarga yang nyata.

Novel ini adalah perpaduan yang pas antara komedi, drama keluarga, dan nilai-nilai moral. Nukita berhasil menuliskan dialog yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Meskipun dibalut dengan gaya bercerita yang sangat santai dan penuh humor, pesan moral tentang luar biasanya perjuangan seorang ibu dan hangatnya ikatan persaudaraan di dalam keluarga akan meninggalkan kesan yang membekas kuat di hati para pembacanya.

Identitas Buku

  • Judul: Single Mom
  • Penulis: Nukita
  • Penerbit: Galaxy Media
  • Tanggal Terbit: 22 Desember 2020
  • ISBN: 9786237524212
  • Jumlah Halaman: 220 Halaman
  • Bahasa: Indonesia

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda