Ulasan

Menikmati Niten dari Jalan Sawah hingga Rimbun Tabebuya yang Mekar

Menikmati Niten dari Jalan Sawah hingga Rimbun Tabebuya yang Mekar
Bunga Tabebuya di Sawah Niten. [TikTok/iamhirman_]

Siapa sangka, “sakura” ternyata bisa ditemukan di Banyuurip, Purworejo? Sebagai orang Banyuurip, rasanya menyenangkan bisa mengulas salah satu sudut daerah sendiri yang belakangan ramai dibicarakan. Namanya Sawah Niten, sebuah jalan yang membelah hamparan persawahan di Desa Banyuurip, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Tempat ini sebenarnya sederhana: hanya jalan di antara sawah dengan deretan pohon tabebuya di tepinya. Namun, ketika tabebuya bermekaran, bunganya menghadirkan pemandangan yang sekilas mengingatkan pada bunga sakura di Jepang.

Tidak heran jika foto dan video Sawah Niten kemudian ramai berseliweran di TikTok—salah satunya setelah masuk FYP berkat unggahan akun TikTok @iamhirman_—serta Instagram, dan membuatnya dikenal sebagai salah satu spot “sakura Purworejo”. Bagi saya, menarik sekali melihat tempat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari justru bisa menjadi daya tarik wisata ketika keindahan lokalnya berhasil ditemukan dan dipublikasikan lebih luas.

Niten Menjadi Spot Foto

Bunga Tabebuya di Sawah Niten (Sumber: Akun TikTok @nialeksana )
Bunga Tabebuya di Sawah Niten (Sumber: Akun TikTok @nialeksana )

Niten seketika menjadi spot foto yang ramai setelah pemandangan jalan di antara sawah dan deretan tabebuya ini viral di TikTok dan Instagram. Hamparan sawah hijau, langit biru, pegunungan yang membentang di kejauhan, serta bunga tabebuya yang bermekaran menghadirkan nuansa yang mengingatkan sekilas pada pedesaan Jepang.

Tak sedikit pengunjung yang datang untuk mengabadikan suasana tersebut, bahkan membuat video dengan konsep ala Jepang yang semakin membuat tempat ini ramai diperbincangkan. Padahal, daya tarik Niten bukan hanya terletak di tabebuya, melainkan pada perpaduan sederhana antara jalan, persawahan, langit, dan pegunungan yang menciptakan lanskap begitu fotogenik. Rasanya seperti menemukan potongan kecil suasana Jepang di tengah pedesaan, tanpa perlu pergi jauh ke luar negeri.

Niten dan Pesona yang Tak Bergantung pada Tabebuya

Niten saat tebebuya belum mekar (Dok. Pribadi/ Chairun Nisa)
Niten saat tebebuya belum mekar (Dok. Pribadi/ Chairun Nisa)

Foto ini saya ambil ketika liburan semester, saat bunga tabebuya di Niten rupanya belum siap menunjukkan warna terbaiknya. Namun, alam seperti punya cara sendiri untuk menghibur: hamparan sawah hijau membentang sejauh mata memandang, sejuk dan tenang seperti memberi kesempatan kepada mata untuk beristirahat sejenak dari cahaya layar laptop yang setiap hari ditatap. Udara Banyuurip yang sejuk dan suasana pedesaan yang tenang membuat perjalanan singkat ini terasa seperti jeda kecil untuk mengistirahatkan mata sekaligus melepas penat.

Niten Nampak dari Atas

Sawah Niten Nampak dari Atas (Sumber: Instagram @kebun.tabulampot)
Sawah Niten Nampak dari Atas (Sumber: Instagram @kebun.tabulampot)

Dari ketinggian, Sawah Niten menampilkan wajah yang berbeda. Jalan yang tampak sederhana dari bawah ternyata membelah hamparan persawahan yang luas dan hijau. Petak-petak sawah di kedua sisi jalan membentuk pola alami yang membuat kawasan ini tampak begitu lapang dan menenangkan.

Jadi, tertarik memasukkan Sawah Niten ke daftar tujuan akhir pekan? Jika ingin datang saat deretan tabebuya sedang berbunga, periode Juli hingga Oktober bisa menjadi waktu yang patut dipertimbangkan, meski waktu mekarnya dapat berubah mengikuti kondisi cuaca. Sebelum berangkat, ada baiknya mengecek kabar terbaru tentang kondisi bunga agar tidak datang ketika tabebuya sedang tidak bermekaran. Saat bunganya tengah penuh, hamparan sawah dari berbagai sudut tentu menjadi latar yang menarik untuk berburu foto estetik. 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda