Ulasan
The Maidens: Novel Psychology Thriller yang Melibatkan Dosen dan Mahasiswi
Seorang gadis muda ditemukan terbunuh di Cambridge. Zoe menduga itu jasad sahabatnya, Tara. Dengan dicekam kekhawatiran, Zoe menelepon bibinya, satu-satunya orang yang bisa dia andalkan.
Demi keponakannya, Mariana Andros langsung mengunjungi Universitas Cambridge meski terasa berat. Mariana harus melawan kerinduan selagi menyusuri tempat-tempat kenangan bersama suaminya, Sebastian.
Ternyata Tara salah satu anggota Para Perawan, kelompok istimewa yang dipimpin oleh profesor kelas Greek Tragedy, Edward Fosca. Namun alibi Edward sempurna, sehingga dia lolos dari penyelidikan polisi.
Ketika mayat gadis lain ditemukan, Mariana semakin mencurigai sang profesor. Dengan tekad untuk menyerat kembali Edward ke dalam penyelidikan, Mariana justru menemukan fakta yang meruntuhkan segala yang dia yakini selama bertahun-tahun.
Identitas Buku
- Judul Buku : The Maidens (Para Perawan)
- Penulis : Alex Michaelidens
- Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
- 380 Halaman
- Genre : Psychological Thriller, Suspense, Dark Academia Fiction
Ulasan Novel 'The Maidens'
Kehilangan selalu menyisakan duka mendalam di hati mereka yang ditinggalkan. Seakan belum cukup, Mariana justru harus dihadapkan dengan kenyataan mengerikan, ada pembunuhan brutal yang terjadi di almamaternya, tempat keponakan tersayangnya juga berkuliah di sana.
Mengikuti perjalanan Mariana demi mengungkap sosok di balik kebrutalan ini cukup menguras emosi dan mental. Pembaca diajak ikut menebak, siapa sosok di balik pelaku sebenarnya.
Benarkah kecurigaan Mariana terhadap Professor Fosca setelah berbagai kebetulan yang menggelisahkan hati Mariana? Atau ada sosok lain yang tak terjangkau yang menjadi dalang di balik semuanya?
Atmosfer mencekam langsung terasa sejak halaman pertama. Apalagi ditambah dengan beberapa bab yang khusus menceritakan sudut pandang pelaku yang tidak disebutkan identitasnya langsung oleh penulis. Siap-siap menebarkan fitnah ke beberapa tokoh.
Kematian mahasiswi berturut-turut yang tergabung dalam kelompok Para Perawan di bawah asuhan Profesor Fosca semakin memperkeruh suasana.
Ditambah adanya penemuan kartu pos dengan gambar lukisan klasik yang tragis lengkap dengan beberapa baris kalimat dalam bahasa Yunani, membuat pembaca turut mengerucutkan pelaku ke satu orang.
Tapi benarkah dia pelakunya? Jujur, aku juga awalnya terombang-ambing. Sampai kebenaran terkuak, aku sama sekali tidak berekspektasi bahwa plot twist-nya akan semengejutkan itu. Sangat tidak terduga.
Alurnya rapi, bukti-bukti seakan mengarah ke satu orang, tapi jika dicermati lebih jauh cerita ini dituturkan dari sudut pandang yang terlalu subjektif.
Penyelesaian kasus yang cukup memuaskan. Tapi masih menyisakan beberapa pertanyaan yang menggantung.